Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Sport

FIFA Gandeng FBI Usut Isu Pengaturan Skor Piala Dunia 2026

Mark Anderson - tajuknusa.com 3 mins read

Organisasi sepak bola dunia, FIFA, secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat untuk

FIFA Gandeng FBI Usut Isu Pengaturan Skor Piala Dunia 2026

FIFA Gandeng FBI Usut Isu Pengaturan Skor Piala Dunia 2026: Investigasi Komprehensif Dimulai

Tajuknusa.com – Organisasi sepak bola dunia, FIFA, secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat untuk menyelidiki dugaan pengaturan skor yang terjadi selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai tuduhan yang muncul dari berbagai pihak, termasuk federasi nasional, media, dan publik global. Turnamen bersejarah ini menghadirkan 48 negara peserta dengan total 104 laga yang telah diselesaikan, dan Spanyol berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Argentina di MetLife Stadium.

Selama kompetisi berlangsung, keputusan para wasit di lapangan sering menjadi bahan perdebatan sengit. Salah satu kritik paling keras datang dari Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) yang meminta pencabutan seluruh petugas pertandingan ketika timnas mereka kalah 3-2 dari Argentina di babak gugur. Menurut Sports Bibble pada Kamis (23/7/2026), tuntutan ini diajukan setelah Mesir melakukan evaluasi internal terhadap berbagai keputusan wasit yang dianggap merugikan mereka secara signifikan.

Proses Investigasi dan Tim Khusus

Hossam Hassan, pelatih kepala Mesir yang terlihat membuat gestur ‘X’ di pinggir lapangan, secara terbuka menuduh FIFA bersikap pilih kasih dan mendukung kapten Argentina, Lionel Messi, untuk meningkatkan daya tarik turnamen. Tudingan ini mendapat tanggapan tegas dari Pierluigi Collina, Kepala Petugas Perwasitan FIFA, yang membantah klaim tersebut dan menegaskan integritas para pengadil.

Ketegangan semakin meningkat di media sosial ketika akun Instagram resmi Cristiano Ronaldo, bintang Portugal, menyukai unggahan yang menuduh FIFA melakukan praktik korupsi. Menghadapi gelombang isu yang semakin besar, FIFA akhirnya merilis laporan resmi dari Tim Tugas Khusus Integritas yang dibentuk secara khusus untuk menangani kasus ini.

Tim independen ini melibatkan pakar dari berbagai lembaga penegak hukum internasional, termasuk FBI, INTERPOL, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Dewan Eropa, serta International Betting Integrity Association (IBIA). Melalui analisis real-time terhadap aktivitas di lapangan dan pergerakan pasar taruhan global, tim tersebut memastikan tidak ada pola taruhan mencurigakan maupun indikasi manipulasi pertandingan.

Dua Investigasi Terpisah Terhadap Argentina

Liam Rich, Senior Integrity Manager FIFA, menyatakan bahwa kerangka kerja sama ini berjalan sangat efektif dan akan diterapkan kembali pada Piala Dunia Wanita mendatang. Meskipun isu pengaturan skor telah ditepis, FIFA mengonfirmasi masih membuka dua investigasi terkait perilaku tim nasional Argentina yang perlu ditindaklanjuti.

“Jika terbukti melanggar Pasal 13 Kode Disiplin FIFA terkait pelanggaran etika dan pencemaran nama baik sepak bola, timnas Argentina terancam hukuman berat berupa denda hingga sanksi larangan bertanding bagi pihak yang terlibat,” jelas Sports Bibble.

Penyelidikan pertama menyoroti aksi sejumlah pemain Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” (Kepulauan Falkland adalah milik Argentina) setelah kemenangan atas Inggris di semifinal. Sementara itu, investigasi kedua berfokus pada kericuhan pascapertandingan final melawan Spanyol.

Pihak FIFA melalui Jaksa Disiplin dan Etika sedang menganalisis dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan Leandro Paredes, Nahuel Molina, serta asisten pelatih Roberto Ayala. Kolaborasi antara FIFA dan FBI ini diharapkan dapat memberikan transparansi penuh kepada seluruh pemangku kepentingan dalam dunia sepak bola internasional.

Dengan langkah proaktif ini, FIFA menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga integritas kompetisi sepak bola tertinggi di dunia. Investigasi yang komprehensif ini akan menjadi preseden penting untuk turnamen-tur

Join the discussion