Video Aksi Keji OPM Tembak Mati Wanita di Yahukimo Viral di Medsos
Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi sorotan setelah sebuah rekaman video menunjukkan momen penembakan seorang wanita. Aksi tersebut kini menyebar
Video Aksi Brutal OPM di Yahukimo: Penembakan Terhadap Perempuan Viral di Platform Digital
Tajuknusa.com – Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi sorotan setelah sebuah rekaman video menunjukkan momen penembakan seorang wanita. Aksi tersebut kini menyebar luas melalui berbagai platform media sosial. Kelompok bersenjata yang menyebut diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim telah melakukan serangan tersebut.
Momen Penembakan dalam Video
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang perempuan duduk di pinggir jalan beraspal. Tak lama kemudian, seorang pria membawa senjata api melepaskan tembakan langsung ke arah punggung korban. Setelah terkena peluru, wanita tersebut jatuh tersungkur di tempat kejadian.
Seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai komandan operasi TPNPB di wilayah Yahukimo memberikan keterangan melalui video. Ia menjelaskan bahwa kelompoknya menembak seorang wanita yang dituduh sebagai anggota bantuan polisi atau memiliki hubungan dengan aparat keamanan.
“Kami dari TPNPB/OPM wilayah operasi Yahukimo, saya selaku komandan operasi menyampaikan sikap bahwa kemarin pasukan saya bersama pasukan lain melakukan penembakan terhadap seorang perempuan. Kami punya data bukti jelas,”
Konfirmasi dari TNI
Instansi militer (TNI) mengonfirmasi kebenaran atas aksi brutal tersebut. Kepala Penerangan Koops, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa OPM di bawah pimpinan Kopitua Heluka, yang juga menjabat sebagai Danops Kodap Yahukimo, telah membunuh seorang perempuan dari Suku Unaukam. Korban merupakan bagian dari sepasang suami istri.
Kejadian ini terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada hari Senin tanggal 20 Juli 2026. Saat ini, Koops TNI Habema sedang dalam proses pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku,”
Keterangan resmi tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dikutip dari Antara pada hari Rabu, 22 Juli 2026.
