Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Nasional

Bakom: Cek Kesehatan Gratis Ungkap Banyak Siswa Alami Masalah Gigi

Richard Wilson - tajuknusa.com 2 mins read

Bakom - Pemerintah Indonesia melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah telah mengidentifikasi lima masalah kesehatan yang paling sering

Bakom: Cek Kesehatan Gratis Ungkap Banyak Siswa Alami Masalah Gigi

Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah Temukan Lima Gangguan Kesehatan Utama pada Peserta Didik

Tajuknusa.com – Bakom – Pemerintah Indonesia melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah telah mengidentifikasi lima masalah kesehatan yang paling sering muncul di kalangan siswa. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari awal tahun hingga pertengahan Juli 2026, gangguan pada gigi menjadi keluhan paling dominan.

Lima Temuan Kesehatan Teratas

Kurnia Ramadhana, Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), memaparkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara bertahap. Angka tertinggi tercatat pada kasus karies gigi atau gigi berlubang yang menyerang 40,8% siswa. Kondisi ini diikuti oleh anemia yang dialami 27,3% remaja putri, serta hipertensi pada 21,7% peserta didik.

Selain itu, terdapat pula siswa dengan masalah serumen impaksi atau penumpukan kotoran telinga sebanyak 6,0%. Sementara itu, obesitas ditemukan pada 6,7% siswa yang diperiksa. Kurnia menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers yang digelar di gedung Bakom RI pada hari Rabu, 22 Juli 2026.

“Pertama, 40,8% siswa mengalami karies atau gigi berlubang. Kedua, 27,3% remaja putri mengalami anemia,” ujar Kurnia dalam konferensi pers di gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Respons Positif dari Siswa

Program CKG sekolah mendapat sambutan baik dari para peserta. Nathan, seorang siswa IPEKA Sunter, telah mengikuti program ini sebanyak dua kali. Ia merasa pemeriksaan dari puskesmas setempat sangat membantu mendeteksi kondisi matanya lebih cepat. Dokter menyarankan Nathan untuk segera berkonsultasi karena minus matanya semakin memburuk.

Callista, siswi IPEKA Sunter lainnya, merasakan manfaat serupa. Program tersebut memberinya wawasan baru tentang kesehatan dirinya sendiri. Hal ini mendorongnya untuk menerapkan gaya hidup lebih sehat, termasuk rajin berolahraga dan mengonsumsi buah serta sayuran setiap hari.

“Ia mengungkapkan pemeriksaan yang dilakukan puskesmas setempat membantunya mengetahui kondisi matanya lebih dini. Dia dianjurkan segera menemui dokter karena kondisi mata minusnya bertambah parah,” ujar Kurnia.

Jangkauan dan Target Program

CKG sekolah resmi dimulai secara serentak pada 4 Agustus 2025. Program ini menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga sekolah luar biasa (SLB) dan pondok pesantren. Sasaran usia peserta adalah antara 7 hingga 17 tahun.

Dari 1 Januari hingga 14 Juli 2026, program telah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten dan kota. Untuk keseluruhan tahun 2026, pemerintah menargetkan 50.255.073 siswa dari 303.263 sekolah akan mengikuti CKG sekolah.

“Sementara secara keseluruhan, untuk tahun 2026, target peserta didik yang mengikuti CKG sekolah yaitu sebanyak 50.255.073 siswa di 303.263 sekolah,” tutur Kurnia.

Melalui CKG sekolah, pemerintah berharap berbagai masalah kesehatan anak dapat terdeteksi sejak dini. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Upaya ini diharapkan menciptakan generasi peserta didik yang lebih sehat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Join the discussion