Siapa Kandidat Terkuat Raih Ballon d’Or 2026 setelah Piala Dunia?
Pemenang Piala Dunia 2026, Spanyol, telah mengubah lanskap persaingan penghargaan Ballon d'Or. Dua nama yang kini mendominasi percakapan adalah Rodri dan
Prospek Ballon d’Or 2026: Rodri dan Lamine Yamal di Depan
Tajuknusa.com – Pemenang Piala Dunia 2026, Spanyol, telah mengubah lanskap persaingan penghargaan Ballon d’Or. Dua nama yang kini mendominasi percakapan adalah Rodri dan Lamine Yamal. Keduanya dianggap memiliki peluang terbesar untuk meraih trofi individu paling prestisius di dunia sepak bola.
Posisi Rodri semakin kokoh setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen tersebut. Di sisi lain, Lamine Yamal terus memperkuat argumennya melalui penampilan stabil bersama Barcelona serta peran vitalnya dalam membawa Spanyol meraih gelar juara dunia kedua. Meskipun ada nama-nama besar lain seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, Harry Kane, Michael Olise, dan Ousmane Dembélé, keunggulan Rodri dan Lamine terletak pada pencapaian membawa trofi Piala Dunia.
Prediksi Rodri yang Menjadi Kenyataan
Sebelumnya, Rodri pernah memprediksi bahwa Lamine Yamal akan segera meraih Ballon d’Or. Pernyataan tersebut diungkap saat sang gelandang Manchester City menerima penghargaan pertamanya di Théâtre du Châtelet, Paris, pada tahun 2024.
“Lamine Yamal akan segera memenangi Ballon d’Or. Saya yakin mengenai hal itu. Apabila dia terus bekerja keras dan mempertahankan perkembangannya, dia akan berada di sini,” kata Rodri ketika itu.
Dua tahun kemudian, prediksi tersebut terbukti benar. Lamine kini menjadi bagian dari persaingan ketat. Namun, Rodri sendiri tidak kalah kuat sebagai kandidat untuk mempertahankan gelar yang dimilikinya. Gelar pemain terbaik Euro 2024 sebelumnya telah menempatkan Rodri di level elite, sementara pencapaian serupa di Piala Dunia 2026 semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya.
Peran Kritis Rodri dalam Perjalanan Spanyol
Sebagai penggerak utama timnas Spanyol, Rodri membantu mereka meraih gelar dunia pertama sejak kemenangan di Afrika Selatan pada 2010. Pada era sebelumnya, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez hampir saja meraih Ballon d’Or setelah membawa Spanyol juara dunia, namun trofi tersebut akhirnya jatuh ke tangan Lionel Messi.
Messi kembali menjadi bagian dari persaingan pada 2026. Namun, Spanyol berhasil membatasi pengaruh kapten Argentina tersebut dalam laga final. Piala Dunia 2026 juga menandai puncak dari proses pemulihan panjang Rodri setelah mengalami cedera ligamen anterior lutut (ACL).
“Saya baru kembali dari cedera serius yang dampaknya lebih banyak terasa pada otot. Kami harus mengambil keputusan cerdas dan berhenti sejenak agar saya dapat membangun kembali kondisi tubuh,” ujarnya menjelang final.
Rodri menjelaskan bahwa kondisinya terus membaik sejak Januari. Meskipun sempat absen selama dua pekan menjelang akhir musim, ia tetap menjadikan Piala Dunia sebagai target utama. “Saya menyadari tahun ini harus digunakan untuk mempersiapkan diri dengan benar dan mengarahkan fokus pada Piala Dunia,” tambahnya.
Statistik Dominan Rodri
Proses pemulihan Rodri berlangsung selama beberapa bulan setelah ia berdiskusi dengan pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Ketidakhadirannya sempat menurunkan performa City, menunjukkan betapa pentingnya peran Rodri di dalam tim. Spanyol menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari keberhasilan program pemulihan tersebut.
Keraguan mengenai kemampuan Rodri kembali ke level terbaik setelah cedera hilang sepanjang turnamen. Ia tampil seperti seorang pemenang Ballon d’Or karena kembali mencapai standar permainan tertinggi. Rodri memanfaatkan fase grup untuk menemukan ritme, lalu tampil dominan pada babak gugur hingga dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026.
Dominasi Rodri tidak hanya terlihat dari permainan, tetapi juga tercermin melalui catatan statistiknya. Sejak pencatatan statistik Piala Dunia pada 1966, tidak ada pemain yang mencatatkan lebih banyak sentuhan dalam satu edisi dibandingkan Rodri. Ia membukukan 910 sentuhan sepanjang Piala Dunia 2026. Rodri juga menyelesaikan 756 operan, 428 operan sukses di wilayah permainan lawan, dan 205 operan berhasil di sepertiga akhir lapangan.
Ia mengatur tempo permainan Spanyol dalam situasi sulit sekaligus menjaga keseimbangan lini belakang. Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Catatan tersebut menjadi salah satu rekor pertahanan terbaik yang pernah dibukukan tim juara Piala Dunia.
Musim yang Menyenangkan untuk Rodri
Musim Rodri bersama Manchester City tergolong baik setelah meraih Piala FA dan Piala Liga Inggris. Namun, performanya pada Piala Dunia menjadi faktor utama yang mendorong pencalonannya dalam Ballon d’Or. Sementara itu, Lamine Yamal menempuh jalur berbeda untuk masuk ke dalam persaingan, namun keduanya sama-sama memiliki alasan kuat untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut.
