Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ekonomi

PPN Listrik Rumah Tangga Dihapus Oktober 2026, Tagihan Makin Murah

Mark Anderson - tajuknusa.com 3 mins read

London, Beritasatu.com – Pemerintah Britania Raya resmi mengumumkan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar lima persen yang selama ini dikenakan

PPN Listrik Rumah Tangga Dihapus Oktober 2026, Tagihan Makin Murah

Inggris Hapus Pajak PPN Listrik Rumah Tangga Mulai Oktober 2026

Tajuknusa.com – London, Beritasatu.com – Pemerintah Britania Raya resmi mengumumkan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar lima persen yang selama ini dikenakan pada tagihan listrik rumah tangga. Langkah strategis ini akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026 mendatang. Inisiatif yang digagas oleh Perdana Menteri Andy Burnham ini diproyeksikan mampu meringankan beban pengeluaran keluarga Inggris hingga 45 pound sterling atau setara dengan Rp 1,078 juta setiap tahunnya. Dengan demikian, PPN Listrik Rumah Tangga Dihapus Oktober 2026 menjadi salah satu kebijakan paling dinantikan oleh masyarakat Inggris.

Burnham menegaskan bahwa pencabutan PPN merupakan salah satu kebijakan pertama yang dijalankan pemerintahannya. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan daya beli masyarakat yang sedang tertekan oleh tingginya biaya hidup. Ia menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan kelegaan finansial kepada warga yang selama ini merasa terbebani dengan biaya energi yang terus meningkat.

“Kami mengambil tindakan segera untuk memangkas pajak tagihan energi, memberikan lebih banyak uang kepada masyarakat, dan mengembalikan harapan,” ujar Burnham seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Inggris pada Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan janjinya untuk memberikan ruang bernapas bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengumuman ini dibuat pada hari kedua dirinya menjabat sebagai perdana menteri, sesuai dengan komitmen awal yang telah disampaikan kepada publik. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani isu biaya hidup yang menjadi perhatian utama.

Detail Pelaksanaan Kebijakan

Saat ini, tagihan energi rumah tangga di Inggris masih dikenakan PPN lima persen, baik untuk penggunaan listrik maupun gas. Namun, mulai Oktober depan, pungutan tersebut akan dihapus untuk pelanggan rumah tangga di Inggris, Skotlandia, dan Wales. Berbeda dengan wilayah tersebut, kebijakan ini tidak berlaku di Irlandia Utara akibat ketentuan dalam perjanjian Brexit. Sebagai gantinya, pemerintah akan menyiapkan bantuan biaya hidup dengan nilai yang setara.

Pemerintah memperkirakan penghapusan PPN akan menghemat tagihan listrik rata-rata rumah tangga sekitar 45 pound sterling per tahun. Besaran penghematan akan berbeda-beda tergantung tingkat konsumsi listrik masing-masing pelanggan. Rumah tangga yang seluruh kebutuhan energinya menggunakan listrik diperkirakan memperoleh manfaat lebih besar dibandingkan pengguna sistem pemanas berbahan bakar gas atau minyak. Hal ini menunjukkan bahwa PPN Listrik Rumah Tangga Dihapus akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

Gubernur Keuangan Inggris, John Healey, menjelaskan bahwa kebijakan ini didanai tahun ini dari pembatalan Program Identitas Digital. Ia menambahkan bahwa langkah ini akan membantu menurunkan inflasi sekaligus mendukung rumah tangga di seluruh wilayah. Pemerintah memperkirakan kebijakan tersebut akan mengurangi penerimaan negara sekitar 850 juta pound sterling. Pendanaan program itu akan berasal dari penghapusan Program Identitas Digital serta pengalihan anggaran dari sejumlah program pemerintah lainnya.

Selain menghapus PPN listrik, pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap melakukan penghematan energi. Beberapa cara yang disarankan antara lain beralih ke penyedia listrik yang lebih murah, menggunakan peralatan berlabel hemat energi, memanfaatkan lampu LED, mengoperasikan peralatan listrik secara efisien, serta mengurangi konsumsi listrik yang tidak diperlukan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbesar manfaat dari penghapusan pajak tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News. Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu.

Berita Terkait

Hari Anak Nasional 2026: Stop Pernikahan Dini demi Meraih Impian. PWI Laporkan Hotman, Polda Metro Jaya Langsung Bergerak. Aniaya dan Sekap Kekasih, Taufik Hidayat Terancam 27 Tahun Penjara. DPR Tetap Bahas RUU Perampasan Aset hingga Ketenagakerjaan Saat Reses. Profil Stanley Bernard, Otak di Balik Keberhasilan Persib Gaet Peralta. Konfrensi Pers APBN KiTa edisi Juli 2026. Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia. KPK Operasi Tangkap Tangan Bupati Lombok Barat. Sidang Kabinet Paripurna. Rapuhnya Nadi Listrik Indonesia. Perang AS-Iran dan Tawaran Ekoteologi Rachmat Gobel: Ketika Jumat Menjemput Seorang Anak Bangsa. Penyiksaan dan Utang Konstitusional Negara.

Join the discussion