Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Nasional

Menteri PPPA: Perlindungan Anak Harus Dimulai dari Keluarga

Jennifer Lopez - tajuknusa.com 3 mins read

Jakarta - Survei terbaru Forum Anak Jawa Tengah yang melibatkan lebih dari 20.000 anak mengungkapkan fakta menarik. Sekitar delapan puluh persen responden

Menteri PPPA: Perlindungan Anak Harus Dimulai dari Keluarga

Perlindungan Anak: Keluarga sebagai Fondasi Utama Menurut Menteri PPPA

Tajuknusa.com – Jakarta – Survei terbaru Forum Anak Jawa Tengah yang melibatkan lebih dari 20.000 anak mengungkapkan fakta menarik. Sekitar delapan puluh persen responden lebih memilih berbagi cerita dengan teman sebaya ketika menghadapi permasalahan. Sementara itu, hanya dua puluh persen yang merasa nyaman bercerita kepada orang tua mereka.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. Ia mempertanyakan apa yang terjadi dalam dinamika keluarga dan rumah tangga sehingga anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk curhat kepada orang tua.

“Ada apa dengan keluarga mereka? Ada apa dengan rumah mereka? Sehingga mereka tidak bisa curhat atau tidak punya waktu kesempatan untuk curhat kepada orang tuanya, sehingga dia curhat kepada temannya. Nah ini yang mungkin menjadi perhatian kita bersama,” ujar Menteri Arifah Fauzi.

Konferensi pers tersebut digelar di Rumah Dinas Menteri PPPA, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/7/2026). Dalam kesempatan itu, Arifah menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi Anak untuk Membangun Masa Depan Bangsa”. Tema ini dipilih sebagai respons atas meningkatnya angka kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Arifah menjelaskan bahwa anak-anak yang jumlahnya mencapai sekitar sepertiga dari total penduduk Indonesia merupakan aset strategis bagi masa depan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Sejak tahun 2025, peringatan Hari Anak Nasional menerapkan konsep desentralisasi. Melalui skema baru ini, berbagai kegiatan ramah anak dapat dilaksanakan hingga tingkat kementerian, lembaga, BUMN, pemerintah daerah, bahkan desa.

Sinergi Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak

Kementerian PPPA terus memperluas sinergi lintas kementerian dan lembaga melalui gerakan nasional ruang aman dan nyaman untuk Anak. Gerakan ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Sejumlah regulasi telah diintegrasikan dalam gerakan tersebut. Di antaranya adalah Peraturan Presiden Nomor 87 tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring, program PPD Tunas dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Keputusan Menteri Agama tentang Pesantren dan Madrasah Ramah Anak, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman.

Rangkaian Kegiatan Hari Anak Nasional 2026

Rangkaian Hari Anak Nasional 2026 meliputi Kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak-Anak Kita), lokakarya Forum Anak di berbagai tingkatan, program KEMUDI (Kemudi Anak) untuk menyampaikan aspirasi anak kepada kementerian dan lembaga, serta program Jelajah Sapa.

Program Jelajah Sapa menyasar Bantar Gebang, yayasan penampungan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga anak-anak penyandang disabilitas. Selain itu, sebanyak 150 anak yang terdiri atas anak jalanan, pemulung, dan anak yang memerlukan perlindungan khusus dijadwalkan mengunjungi Istana Negara pada 30 Juli 2026.

Kementerian PPPA juga akan mengajak anak-anak berekreasi ke Dunia Fantasi (Dufan) pada 25 Juli 2026. Puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 akan digelar di dua lokasi, yakni Kepulauan Riau bersama SERUNI dengan permainan tradisional berbasis kearifan lokal, serta Festival Budaya Anak Indonesia di Universitas Indonesia pada 23 Juli 2026.

Join the discussion