Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ekonomi

Meeting Results: Peternakan Sapi Perah Terbesar RI Dibangun, Target 180.000 Ton Susu

Mark Anderson - tajuknusa.com 3 mins read

Meeting Results: Peternakan Sapi Perah Terbesar RI Dibangun, Target 180.000 Ton Susu Meeting Results - Hasil Rapat - Pada Senin (20/7/2026), Menteri Pertanian

Meeting Results: Peternakan Sapi Perah Terbesar RI Dibangun, Target 180.000 Ton Susu

Meeting Results: Peternakan Sapi Perah Terbesar RI Dibangun, Target 180.000 Ton Susu

Meeting Results – Hasil Rapat – Pada Senin (20/7/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah modern yang dikelola oleh PT Global Dairi Bersama (GDB), bagian dari Savoria Group. Acara diadakan di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Proyek ini bertujuan menjadi kawasan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia, dengan kemampuan produksi susu hingga 180.000 ton per tahun, atau sekitar 20% dari kebutuhan nasional. Dalam hasil rapat tersebut, pihak terkait sepakat bahwa proyek ini akan menjadi bagian penting dari strategi swasembada susu yang ditetapkan pemerintah.

Strategi Produksi dan Kemitraan

Proyek peternakan terintegrasi ini di bangun di lahan seluas 710 hektare dan dirancang untuk menampung sekitar 30.000 ekor sapi perah berkualitas. Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR, menegaskan bahwa kawasan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketersediaan susu nasional. “Rapat ini menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan industri susu yang berkelanjutan dan mampu mengurangi ketergantungan pada impor,” jelas Titiek. Proyek ini juga diharapkan mendorong kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem pertanian yang stabil.

Dalam hasil rapat, disebutkan bahwa program ini dirancang dengan tiga pilar utama: penyediaan bahan pakan dan jagung pipil, pelatihan peternak, serta jaminan pembelian susu segar. Menurut CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, kolaborasi dengan 5.000 petani lokal akan memastikan pasokan bahan baku yang cukup, dengan kebutuhan lahan sebesar 2.000 hektare per tahun. Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan penggemukan sapi pejantan sebanyak 7.000 ekor per tahun untuk memperkuat populasi sapi berkualitas di Jawa Tengah.

Peran Pemerintah dan Pengurangan Ketergantungan Impor

“Kita masih mengimpor sekitar 80% kebutuhan susu nasional. Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam hasil rapat tersebut. Pemerintah mengakui bahwa Indonesia kini bergantung pada impor untuk memenuhi permintaan susu, dengan volume mencapai 3,6 juta hingga 3,8 juta ton per tahun. Untuk mengatasi hal ini, Menteri Amran menekankan pentingnya investasi dari pengusaha nasional maupun investor asing untuk mendorong pertumbuhan industri lokal.

Hasil rapat menyoroti bahwa 20 proyek peternakan sapi perah besar dibutuhkan untuk mencapai target swasembada susu. Proyek ini dianggap sebagai salah satu langkah krusial dalam menekan impor dan meningkatkan produksi dalam negeri. Keikutsertaan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjadikan Brebes sebagai pusat industri susu yang berkelanjutan.

Inovasi dalam Peternakan Berkelanjutan

PT Global Dairi Bersama menerapkan konsep lingkungan berkelanjutan yang menjadi fokus utama dalam hasil rapat. Proses pengolahan kotoran sapi diubah menjadi biogas dan pupuk organik, sehingga mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, kawasan ini juga memanfaatkan panel surya untuk kebutuhan listrik dan sistem pengolahan limbah yang terpadu. Dengan inisiatif ini, proyek diharapkan menjadi contoh sukses dalam mengintegrasikan pertanian dengan teknologi hijau.

Hasil rapat menekankan bahwa pembangunan kawasan peternakan ini akan berdampak signifikan pada keberlanjutan pangan dan penguatan industri susu lokal. Proyek ini juga diharapkan menjadi model yang bisa diikuti oleh daerah lain, khususnya dalam mengelola sumber daya alam secara efisien. Pemerintah optimis bahwa keberhasilan proyek ini akan membantu mencapai swasembada susu pada 2030, dengan kontribusi dari kawasan Brebes sebagai sentra produksi utama.

Manfaat Ekonomi dan Kemitraan Lokal

Dalam hasil rapat, dijelaskan bahwa proyek ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani sekitar. Program kemitraan ini tidak hanya menyediakan bahan pakan tetapi juga memastikan pasar susu segar bagi peternak. Titiek Soeharto menyoroti bahwa keberhasilan peternakan besar seperti ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. “Hasil rapat ini memberi petunjuk bahwa pemerintah dan swasta akan terus berkolaborasi untuk mengembangkan industri susu,” tambah Titiek.

Hasil rapat juga menyinggung tantangan yang mungkin dihadapi, seperti ketersediaan lahan dan akses pasar. Namun, dengan dukungan dari pemerintah daerah dan pusat, serta investasi yang terencana, proyek ini diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Pemimpin proyek, Ihsan Mulia Putri, menegaskan bahwa kawasan ini akan menjadi pusat produksi susu yang mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri lokal di tingkat internasional.

Join the discussion