Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Nusantara

Bentrokan Adonara NTT – Pigai Kirim Tim HAM dan Dorong Solusi Budaya

Sarah Smith - tajuknusa.com 2 mins read

Pigai Terjunkan Tim HAM dan Fokus pada Pendekatan Budaya Bentrokan Adonara NTT - Konflik antar warga yang terjadi di Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT

Bentrokan Adonara NTT – Pigai Kirim Tim HAM dan Dorong Solusi Budaya

Bentrokan di Adonara, NTT: Pigai Terjunkan Tim HAM dan Fokus pada Pendekatan Budaya

Bentrokan Adonara NTT – Konflik antar warga yang terjadi di Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, menarik perhatian Menteri HAM Natalius Pigai. Dalam pernyataannya, Minggu (19/7/2026), ia mengungkapkan bahwa tim dari Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT telah diterjunkan untuk memantau situasi di lokasi tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material.

Pigai menjelaskan bahwa tujuan utama dari pengerahan tim adalah memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi masyarakat pasca konflik serta mengidentifikasi langkah-langkah yang bisa mendukung penyelesaian secara damai. Hasil peninjauan akan menjadi dasar koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Strategi Penyelesaian Berbasis Budaya

“Kami yakin pendekatan budaya lebih efektif dibandingkan metode penegakan hukum,” kata Pigai. Menurutnya, penyelesaian sengketa yang melibatkan tokoh adat serta mekanisme tradisional di tengah masyarakat mampu memulihkan kepercayaan dan mencegah terulangnya konflik serupa.

Kementerian HAM menegaskan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bentrokan di Adonara segera berakhir. Diharapkan, situasi bisa kembali kondusif sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

Dampak Konflik di Adonara

Berdasarkan data sementara, bentrokan pada Sabtu (18/7/2026) menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dan puluhan rumah terbakar. Pigai menekankan pentingnya solusi yang mempertimbangkan aspek budaya dalam mencegah eskalasi lebih lanjut.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, kami yakin pendekatan budaya lebih efektif dibandingkan metode penegakan hukum.

Kementerian HAM juga berharap kehadiran tim dapat memperkuat upaya penyelesaian konflik dengan memperhatikan hak asasi manusia dan memberikan rasa aman kepada warga terdampak.

Berita Terkait Lainnya

Simak berita dan artikel lainnya di Google News. Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu. Berita terkait lainnya meliputi: Vicky Prasetyo Tak Dampingi Fangfang yang Melahirkan dengan Biaya BPJS, Kantor Kejagung Dijaga Ketat Seusai Kasus Febrie Adriansyah, TikTok Uji Coba Alat Pendeteksi Kemiripan Berbasis AI, dan lainnya.

Join the discussion