Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ototekno

Key Strategy: Motor Listrik Vietnam Bakal Dirakit di Subang mulai 2027

Joseph Wilson - tajuknusa.com 4 mins read

ang mulai 2027 Key Strategy adalah salah satu langkah utama yang diambil oleh perusahaan produsen kendaraan listrik dari Vietnam, VinFast, dalam memperluas

Key Strategy: Motor Listrik Vietnam Bakal Dirakit di Subang mulai 2027

Key Strategy: VinFast Vietnam Bakal Dirakit di Subang mulai 2027

Key Strategy adalah salah satu langkah utama yang diambil oleh perusahaan produsen kendaraan listrik dari Vietnam, VinFast, dalam memperluas kehadirannya di pasar sepeda motor Indonesia. Perusahaan ini telah mengumumkan rencana untuk memulai produksi motor listrik secara lokal di Subang, Jawa Barat, pada tahun 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang VinFast untuk memperkuat keberadaan bisnisnya di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan pasar yang sangat besar. Dengan Key Strategy ini, VinFast berharap mampu memenuhi permintaan konsumen dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan listrik.

Strategi Produksi Lokal dan Keuntungan CKD

Dalam Key Strategy yang dipaparkan oleh Yordan Satriadi, CEO VinFast Indonesia E-Motorcycle, perusahaan akan menerapkan skema Completely Knocked Down (CKD) dalam proses perakitan motor listrik di Subang. Ini berarti komponen utama kendaraan akan diimpor dan kemudian dirakit sepenuhnya di dalam negeri, sehingga memungkinkan penyesuaian terhadap preferensi konsumen lokal. “Key Strategy ini bertujuan untuk mengoptimalkan distribusi, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan kualitas produk di Indonesia,” jelas Yordan. Selain itu, perusahaan juga akan memperluas jaringan distribusi dan layanan purna jual untuk memastikan kenyamanan pengguna sepeda motor listrik.

“Key Strategy ini tidak hanya menyangkut produksi, tetapi juga ekosistem pendukung. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan transportasi di Indonesia dengan menggabungkan inovasi teknologi dan layanan infrastruktur yang kompetitif,” kata Yordan.

Penawaran Tiga Model Motor Listrik

Dalam Key Strategy VinFast, perusahaan membawa tiga model motor listrik ke pasar Indonesia, yaitu VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Ketiga produk tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai segmen konsumen, mulai dari pengguna pribadi hingga bisnis. Harga motor listrik ini beragam, mulai dari Rp 17,5 juta untuk VinFast Evo hingga Rp 22 juta untuk VinFast Viper, dengan harga OTR Jakarta sebagai acuan. Selain itu, VinFast juga menawarkan skema berlangganan baterai yang menjadi bagian dari strategi pemasaran mereka untuk menarik pelanggan yang ingin mengurangi biaya perawatan kendaraan.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Key Strategy VinFast tidak hanya fokus pada produksi dan penjualan, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama dengan mitra strategis. Perusahaan telah menjajaki kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan transportasi daring dan penyedia armada operasional, untuk memastikan penyebaran motor listrik lebih luas. “Key Strategy ini memungkinkan kami menyasar segmen bisnis yang lebih besar, seperti rental, karyawan perusahaan, dan penggunaan dalam operasional logistik,” ujar Yordan. Dengan kerja sama tersebut, VinFast berharap dapat memperkuat daya saing di pasar sepeda motor listrik yang semakin kompetitif.

Perluasan Infrastruktur dan Jaringan Baterai

Sebagai bagian dari Key Strategy, VinFast bekerja sama dengan V-Green untuk memperluas jaringan stasiun penukaran baterai di Indonesia. Saat ini, lebih dari 2.000 titik stasiun tersebut telah beroperasi di Jabodetabek dan kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Pengembangan infrastruktur ini diharapkan bisa mempercepat adopsi motor listrik, terutama di tengah peningkatan kesadaran masyarakat akan keberlanjutan lingkungan. “Key Strategy kami menekankan ketersediaan layanan pendukung, karena penggunaan motor listrik akan efektif jika terdapat akses yang mudah ke baterai dan layanan konsultasi,” tambah Yordan.

Analisis Pasar dan Target Pelanggan

Dalam Key Strategy, VinFast juga melakukan analisis mendalam terhadap pasar sepeda motor Indonesia. Yordan menjelaskan bahwa volume penjualan sepeda motor nasional mencapai lebih dari 6 juta unit per tahun, yang menunjukkan adanya peluang besar untuk pasar kendaraan listrik. Dengan memperkenalkan motor listrik secara lokal, perusahaan berharap bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas, baik dari kalangan urban maupun pedesaan. “Key Strategy ini membantu kami menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen Indonesia, sehingga lebih responsif terhadap preferensi dan kebiasaan pengguna,” papar Yordan.

“Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui Key Strategy yang mencakup kualitas produk, layanan purna jual, dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Ini adalah langkah penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap motor listrik,” ungkap Yordan.

Persiapan dan Harapan di Tahun 2027

Key Strategy VinFast mencakup persiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di Subang. Pabrik yang akan dibangun di sana tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia. “Kami sudah mengambil langkah-langkah awal untuk memastikan pabrik tersebut beroperasi dengan baik pada 2027, termasuk perekrutan tenaga ahli dan kemitraan dengan pihak lokal,” jelas Yordan. Harapan besar disematkan dalam Key Strategy ini, karena perusahaan ingin menjadi salah satu pelaku utama dalam transformasi transportasi ke arah ramah lingkungan.

Join the discussion