Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Nusantara

Solution For: Video Viral Siswi SD di Lampung Timur Diduga Jadi Korban Bullying

Sandra Martinez - tajuknusa.com 3 mins read

Viral, Polisi Masih Selidiki Solution For: Video bullying siswi SD di Lampung Timur yang menjadi viral di media sosial memicu perhatian publik terhadap

Solution For: Video Viral Siswi SD di Lampung Timur Diduga Jadi Korban Bullying

Solution For Bullying Siswi SD di Lampung Timur Viral, Polisi Masih Selidiki

Solution For: Video bullying siswi SD di Lampung Timur yang menjadi viral di media sosial memicu perhatian publik terhadap permasalahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Peristiwa tersebut terjadi di SD Negeri 2 Tanjung Aji, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Video yang berdurasi 4 menit 4 detik menunjukkan tiga siswa berpakaian batik biru dan rok merah mengintimidasi korban dengan kata-kata keras dan tindakan fisik, memperlihatkan kejadian yang memicu kecemasan orang tua dan warga sekitar.

Korban Diduga Sembunyikan Kejadian

Korban, yang berinisial NA, diduga menutupi peristiwa bullying setelah pulang dari sekolah. Ibunya, Kholifah (40), mengungkapkan kekagetannya saat melihat putrinya keluar rumah dengan kondisi berlumuran luka lebam. “Saya kaget dan heran melihat dia pulang dengan kondisi yang tidak biasa,” kata Kholifah, Sabtu, 18 Juli 2026. Menurutnya, NA awalnya mengaku jatuh dari sepeda saat ditanya, tetapi tidak mau membuka kejadian sebenarnya.

Perundungan ini terjadi di lorong luar ruangan sekolah saat pengawasan guru dinilai kurang intensif. Kholifah mengungkapkan bahwa anaknya mengalami trauma setelah kejadian tersebut. “Korban merasa takut dan takut menyampaikan kejadian sebenarnya karena takut dibilang kurang berani,” tambahnya. Selain luka memar, NA juga mengalami stres dan kesulitan berbicara dengan orang lain di hari berikutnya.

Penyelidikan Polisi dan Tindakan Sekolah

Setelah menerima laporan dari tetangga, Kholifah melaporkan kasus bullying ke Polres Lampung Timur pada Jumat, 17 Juli 2026. Hingga saat ini, pihak kepolisian sedang mengidentifikasi pelaku dan mengumpulkan bukti dari saksi-saksi untuk memastikan fakta secara jelas. “Kita masih menunggu hasil investigasi sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut,” kata sumber dari Unit PPA, Selasa, 20 Juli 2026.

Pihak sekolah juga diberitakan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, mereka berencana melakukan pemeriksaan internal untuk mengevaluasi kebijakan pengawasan dan perlindungan siswa. “Solution For kasus ini, kami akan melibatkan psikolog dan pihak berwenang untuk memastikan kejadian tidak terulang,” ujar Kepala SD Negeri 2 Tanjung Aji, Jumat, 17 Juli 2026. Polisi juga sedang berkoordinasi dengan guru dan siswa lain untuk menggali lebih dalam kronologi kejadian.

Kasus bullying di Lampung Timur ini menunjukkan kebutuhan Solution For pendekatan lebih luas terhadap masalah kekerasan di sekolah. Beberapa warga mengatakan bahwa kejadian ini menjadi contoh nyata bagaimana siswa bisa menjadi korban perundungan karena rasa takut dan rasa malu. “Kita perlu memperkuat pengawasan di luar ruangan sekolah agar kejadian seperti ini tidak terlewat,” saran Kholifah, yang juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan setempat.

Di sisi lain, siswa pelaku diduga belum berbicara banyak mengenai insiden tersebut. Namun, beberapa teman korban menyatakan bahwa tindakan mereka adalah bentuk penindasan yang dilakukan secara rutin. “Solution For masalah ini, kami berharap pihak sekolah bisa memberikan pelatihan anti-bullying kepada seluruh siswa,” tambah seorang wali kelas yang mengikuti kejadian tersebut. Polisi juga mengimbau orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi anak-anak di lingkungan sekolah.

Kasus ini semakin memperhatikan masalah Solution For kehidupan anak-anak di usia dini. Bullying sering kali dimulai dari ejekan kecil yang berubah menjadi kekerasan fisik. “Perlu ada perubahan pola pikir siswa dan guru agar kekerasan bisa dicegah sejak dini,” tegas seorang psikolog pendidikan dari Universitas Lampung. Selain itu, pihak kepolisian juga menyarankan penerapan hukuman yang jelas bagi pelaku bullying agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Join the discussion