Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Nasional

Meeting Results: Raja Bali Temui KSP di Istana Tagih Janji Bangun Bandara di Bali Utara

Jennifer Lopez - tajuknusa.com 3 mins read

Raja Bali Temui KSP di Istana untuk Tagih Janji Bandara Bali Utara Meeting Results - Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung

Meeting Results: Raja Bali Temui KSP di Istana Tagih Janji Bangun Bandara di Bali Utara

Raja Bali Temui KSP di Istana untuk Tagih Janji Bandara Bali Utara

Meeting Results – Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menggelar pertemuan penting dengan sejumlah tokoh adat, sultan Bali, serta warga Buleleng di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (17/7/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menegaskan janji Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan Bandara Internasional Bali Utara, yang akan beroperasi di area lepas Pantai Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Keberhasilan meeting results ini menjadi penentu dalam mendorong realisasi proyek yang dinanti-nantikan masyarakat setempat.

Janji Presiden dan Harapan Masyarakat

Menurut Ida Cokorda Gde Putra Nindia, Ketua Paiketan Puri-puri Se-Jebag Bali, meeting results kali ini menegaskan kembali komitmen Presiden Prabowo terhadap pembangunan bandara di Bali Utara. “Beliau sudah menjabat selama 1,5 tahun, tapi keputusan ini belum diumumkan secara resmi. Kami datang untuk memastikan janji itu terealisasi,” jelas Cokorda. Ia menekankan bahwa proyek ini akan memberi dampak signifikan bagi pembangunan ekonomi dan pariwisata di wilayah utara Bali, yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Di wilayah utara, kegiatan pembangunan terlihat kurang merata, sehingga generasi muda dan masyarakat setempat kesulitan mendapatkan pekerjaan. Tanpa proyek ini, ketersediaan lapangan kerja terus berkurang,” tambahnya.

Komitmen Pembangunan Bandara

KSP Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa pembangunan bandara Bali Utara telah menjadi prioritas nasional. “Meeting results ini membahas langkah-langkah konkrit untuk merealisasikan rencana tersebut, termasuk koordinasi dengan pihak swasta untuk mengurangi beban anggaran negara,” ujarnya. Proyek ini juga disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, yang menjadi landasan rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara hingga 2029. Cokorda menambahkan, proyek ini merupakan jawaban atas kebutuhan transportasi udara yang semakin meningkat.

Kami datang untuk menagih janji, agar program pemerintah, khususnya yang dipimpin Presiden, bisa segera dijalankan. Seingat saya, ini pertama kalinya raja dan sultan berkunjung ke Istana untuk menyampaikan harapan ini,” ujarnya.

Pembiayaan dari Sumber Swasta

Dalam meeting results, para raja adat menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam membiayai proyek ini. “Pembangunan bandara tidak akan menguras anggaran negara, karena kita berharap investasi swasta dapat mengisi dana yang dibutuhkan,” kata Cokorda. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi beban APBN melalui pengembangan proyek pemerintah dengan pendekatan kerja sama publik-swasta. Ia menyoroti bahwa kondisi ekonomi saat ini memungkinkan langkah ini dilakukan.

Sebab, saat ini kondisi keuangan negara sedang membaik, jadi mengapa harus memaksa membangun bandara? Jika proyek ini tidak segera terealisasi, akan muncul kecurigaan di masyarakat,” katanya.

Manfaat untuk Pariwisata dan Ekonomi

Bandara Bali Utara diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata, terutama di daerah yang belum tergarap secara optimal. “Dengan adanya bandara ini, aksesibilitas ke Bali Utara akan meningkat drastis. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong pengembangan destinasi wisata baru,” jelas Cokorda. Menurutnya, proyek ini juga akan mendorong pertumbuhan usaha lokal, seperti hotel, restoran, dan transportasi, yang sebelumnya terbatas di daerah selatan.

Di sisi lain, saat ini Bali hanya memiliki satu bandara, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di wilayah selatan, yang dinilai sudah sangat padat. Ketersediaan bandara baru akan mengurangi tekanan pada bandara utama dan meningkatkan keseimbangan pembangunan di seluruh pulau,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah dan Masyarakat

Para raja adat dan tokoh masyarakat menyatakan dukungan penuh terhadap meeting results yang digelar. “Kami yakin proyek ini akan memberi manfaat besar bagi masyarakat Bali Utara, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian,” kata Mapparessa, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara. Ia juga mengharapkan pemerintah dapat mempercepat proses pengumuman dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Kami percaya, dengan meeting results ini, Presiden akan lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat di Bali Utara. Ini menjadi momentum penting untuk mengubah destinasi wisata dan ekonomi daerah tersebut,” tutupnya.

Join the discussion