Topics Covered: Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tak Ganggu Irama Jantung
g Topics Covered: Minum kopi memang menjadi kebiasaan umum di banyak kalangan, tetapi mengetahui waktu terbaik untuk mengonsumsinya dapat sangat membantu
Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tak Ganggu Irama Jantung
Topics Covered: Minum kopi memang menjadi kebiasaan umum di banyak kalangan, tetapi mengetahui waktu terbaik untuk mengonsumsinya dapat sangat membantu mencegah dampak negatif pada kesehatan jantung. Menurut penelitian terbaru, mengatur jam mengonsumsi kopi sangat penting karena kafein dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dan mengganggu irama jantung. Dokter spesialis jantung, dr Rony Marethianto Santoso, menyarankan untuk membatasi konsumsi kopi hingga sebelum pukul 14.00. Anjuran ini didasarkan pada riset yang menunjukkan bahwa minum kopi di pagi hari atau setelah makan siang lebih seimbang dengan aktivitas harian, sehingga mengurangi risiko efek samping seperti peningkatan detak jantung.
Mengapa waktu minum kopi menjadi faktor penting? Kafein dalam kopi memicu respons simpatomimetik, yang mempercepat denyut jantung dan meningkatkan kewaspadaan tubuh. Jika konsumsi kopi dilakukan di sore atau malam hari, efek ini bisa bertahan lebih lama, memicu kecemasan atau insomnia. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah kafein yang masuk ke tubuh tergantung pada metode penyeduhan, seperti kopi pipa, kopi bubuk, atau kopi instan. Dosis yang dianggap aman untuk sebagian besar orang adalah di bawah 50 miligram per hari, setara dengan satu hingga dua cangkir kopi tergantung pada cara penyajian.
Kafein dan Efek pada Sistem Saraf Simpatik
Kafein bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, yang berperan dalam mengatur respons tubuh terhadap stres atau aktivitas fisik. Efek ini bisa memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein. Menurut dr Rony, kafein dalam kopi juga memperkuat dampak bahan tambahan seperti gula, susu, atau bahan penambah rasa. Hal ini membuat efek simpatomimetik lebih intens, sehingga memperbesar risiko gangguan irama jantung.
“Kafein dalam kopi meningkatkan aktivitas saraf simpatik, sehingga (jantung) berdebar lebih cepat,” kata dr Rony, mengutip Antara, Selasa (14/7/2026).
Waktu minum kopi yang tepat juga berkaitan dengan ritme tubuh manusia. Dalam satu hari, kadar hormon kortisol yang bertugas menjaga kewaspadaan mengalami puncak di pagi hari. Jika seseorang meminum kopi di jam ini, tubuh bisa merespons dengan lebih baik. Namun, jika konsumsi dilakukan di pagi hari yang terlalu awal, efek kafein bisa bertumpuk dengan hormon alami, mengganggu keseimbangan metabolik. Di sisi lain, menghindari kopi di sore hari atau malam membantu mengurangi tekanan pada sistem saraf, menjaga istirahat yang berkualitas.
Manfaat Kafein bagi Kesehatan Jantung
Meski kafein memiliki potensi untuk memengaruhi irama jantung, penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi terkontrol bisa memberikan manfaat untuk kesehatan. Kafein diketahui dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular dengan meningkatkan aliran darah ke jantung dan memperbaiki kinerja oksidatif. Namun, efek ini hanya terlihat jika kafein dikonsumsi dalam batas wajar. Studi menemukan bahwa kopi yang diminum di pagi hari tidak hanya memperkuat konsentrasi, tetapi juga memicu peningkatan aktivitas fisik tanpa mengganggu kesehatan jangka panjang.
Menurut Health, waktu terbaik menikmati kopi adalah sekitar 09.30 hingga 11.30 pagi. Pada periode ini, kadar hormon kortisol yang menjaga kewaspadaan mulai menurun setelah mencapai puncaknya di pagi hari. Secangkir kopi di saat ini dapat meningkatkan konsentrasi dan energi tanpa mengganggu keseimbangan alami tubuh. Selain itu, mengonsumsi kopi di waktu ini juga memberikan kesempatan untuk menyerap nutrisi dari makanan yang biasanya dikonsumsi bersamaan, seperti sarapan yang mengandung protein dan karbohidrat kompleks.
Topics Covered: Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau hipertensi perlu lebih hati-hati dalam memilih waktu minum kopi. Jika konsumsi kafein dilakukan setelah makan siang, efeknya bisa lebih terkontrol karena sistem pencernaan masih aktif. Sebaliknya, minum kopi di malam hari, terutama sebelum tidur, berisiko meningkatkan detak jantung dan mengganggu siklus tidur. Penelitian terbaru juga menekankan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi secara teratur dalam waktu tertentu dapat meningkatkan toleransi tubuh terhadap kafein, sehingga meminimalkan risiko efek samping.
Dokter Rony menambahkan bahwa kebiasaan membatasi waktu minum kopi sudah diterapkan oleh generasi sebelumnya. Mereka umumnya menyantap kopi saat sarapan atau sesudah makan siang, sehingga lebih seimbang dengan aktivitas harian. Dengan cara ini, tubuh memiliki waktu untuk menyerap nutrisi dan mengatur respons kafein. Selain itu, menghindari kopi di sore hari atau malam bisa mengurangi tekanan pada sistem saraf simpatik, yang berperan dalam mengatur detak jantung.
