Skip to content
After Dark
Agustus 2, 2026
Ekonomi

New Policy: Manajer Kopdes Merah Putih Harus Punya Empati dan Solidaritas Tinggi

Sarah Smith - tajuknusa.com 3 mins read

Manajer Kopdes Merah Putih Harus Punya Empati dan Solidaritas Tinggi New Policy - Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi desa, pemerintah

New Policy: Manajer Kopdes Merah Putih Harus Punya Empati dan Solidaritas Tinggi

Manajer Kopdes Merah Putih Harus Punya Empati dan Solidaritas Tinggi

New Policy – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi desa, pemerintah mengumumkan kebijakan baru yang menekankan pentingnya empati dan solidaritas sebagai bagian dari kompetensi manajer Kopdes Merah Putih. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang direncanakan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Dengan memperkuat aspek manusia, Kementerian Koperasi mengharapkan kebijakan ini dapat meningkatkan peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat desa.

Polisi Kebijakan Baru Mendorong Perubahan Paradigma

Kebijakan baru ini tidak hanya menekankan pada pembangunan infrastruktur koperasi, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pelatihan manajer. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa keberhasilan KDKMP bergantung pada kapasitas pengelola yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan manajemen usaha yang efektif. “New Policy ini mencakup perubahan pola pikir dan peran manajer, sehingga mereka tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada kesejahteraan kolektif,” tegasnya dalam wawancara dengan Beritasatu.com.

Penekanan pada Pelatihan Sosial dan Keterampilan Manajerial

Dalam proses pembentukan KDKMP, pemerintah telah menyiapkan pelatihan yang lebih menyeluruh. Selain teknik manajerial, program ini juga menghadirkan modul interaksi sosial untuk melatih manajer agar bisa membangun hubungan yang kuat dengan warga desa. “Manajer koperasi harus memahami dinamika sosial dan kemampuan mengelola emosi, karena mereka akan menjadi utusan pemerintah di tingkat masyarakat,” tutur Ferry. Selain itu, pelatihan mencakup penguasaan administrasi keuangan, tata kelola koperasi, serta kepemimpinan berbasis nilai-nilai sosial.

Dari data terbaru, sekitar 15.800 unit KDKMP telah rampung, sementara 19.000 unit lainnya sedang dalam pengerjaan. “Insyaallah, total 35.000 unit akan selesai pada Agustus 2026,” tambahnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong ekonomi kerakyatan, dengan harapan koperasi dapat berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan desa-desa di Indonesia.

Kualitas Pengelolaan Menjadi Fokus Utama

Salah satu aspek utama dari New Policy adalah peningkatan kualitas pengelolaan koperasi. Manajer yang ditargetkan harus mampu memastikan operasional koperasi berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah juga memperkenalkan sistem penilaian berbasis kinerja, di mana empati dan solidaritas menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pelatihan. “Empati adalah kunci untuk memahami kebutuhan warga, sedangkan solidaritas memastikan manajer bersedia mendukung komunitas dalam kesulitan,” jelas Ferry.

Modul pelatihan yang disiapkan mencakup berbagai skenario nyata, seperti cara menangani keluhan warga, membangun kepercayaan dengan pengawas, serta merancang kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antara pengelola koperasi dengan warga, sehingga tercipta harmoni dalam pengambilan keputusan dan penggunaan sumber daya lokal.

Target Koperasi Desa sebagai Penggerak Ekonomi

Adanya New Policy dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan koperasi desa menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi lokal. Dengan manajer yang terlatih dan memiliki empati tinggi, koperasi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. “Koperasi bukan hanya tempat simpan uang, tetapi juga platform untuk berkembang secara ekonomi dan sosial,” pungkas Ferry. Pemerintah optimis bahwa dengan memadukan kompetensi teknis dan nilai sosial, KDKMP dapat menjadi tulang punggung perekonomian desa-desa di seluruh Indonesia.

Join the discussion