Sedikitnya 75 Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa Buol
Sedikitnya 75 Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa Buol Sedikitnya 75 Rumah dan Fasilitas Umum - Sebuah gempa berkekuatan 5,4 skala Richter mengguncang
Sedikitnya 75 Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa Buol
Sedikitnya 75 Rumah dan Fasilitas Umum – Sebuah gempa berkekuatan 5,4 skala Richter mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada hari Minggu (12/7/2026) malam, menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 75 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum. Getaran ini terjadi pada pukul 20.46 Wita, dengan pusat gempa berlokasi di perairan sekitar 37 kilometer timur laut Buol pada kedalaman 10 kilometer. Dampak gempa ini tidak hanya terbatas pada wilayah lokal, tetapi juga terasa hingga daerah Tolitoli, Parigi Moutong, dan Marisa serta Tilamuta di Provinsi Gorontalo.
Detail Gempa dan Dampaknya
Gempa Buol yang terjadi pada 12 Juli 2026, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), adalah gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap infrastruktur. Meski intensitasnya tidak terlalu tinggi, getaran berulang dari gempa ini membuat sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara beberapa fasilitas umum seperti kantor Mal Pelayanan Publik, ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol, kantor inspektorat, serta satu rumah makan di kawasan Leok II terkena dampak serius.
BPBD Buol masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan jumlah rumah dan fasilitas yang rusak secara akurat. Kepala Pelaksana BPBD, Moh Kachfi Mardjuni, menyatakan bahwa tim reaksi cepat masih terus mengevaluasi situasi di beberapa titik, sehingga angka terdampak bisa berubah. “Kami sedang mengumpulkan data dari lapangan untuk memastikan keakuratan jumlah rumah dan fasilitas yang rusak,” jelas Kachfi dalam wawancara Senin (13/7/2026).
Fasilitas Umum yang Rusak
Kerusakan pada fasilitas umum mencakup sejumlah gedung publik dan tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain kantor Mal Pelayanan Publik dan RSUD Buol, beberapa jembatan kecil serta jalan raya juga terkena retakan akibat guncangan. Fasilitas seperti sekolah dasar dan puskesmas di daerah terdampak juga mengalami gangguan, menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar.
Dalam laporan BMKG, gempa ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu kepanikan di kalangan masyarakat. Sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara yang lain memperbaiki rumah mereka sendiri. BPBD telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih dan makanan untuk korban.
Upaya Pemulihan dan Tanggung Jawab Pemerintah
Dalam upaya mengatasi dampak gempa, Pemerintah Daerah Buol telah mengambil langkah-langkah responsif. Tim penanggulangan bencana dari BPBD, bersama dengan dinas terkait, terus bergerak di lokasi terparah untuk mengevaluasi kondisi dan memberikan bantuan darurat. “Kami berkomitmen untuk memberikan respons cepat dan memastikan warga Buol tidak terlalu terganggu,” tutur Kachfi, menambahkan bahwa pihaknya juga sedang mengumpulkan data tentang korban luka atau hilangnya nyawa.
Selain itu, BMKG menyatakan bahwa gempa Buol ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik yang terjadi di wilayah Sulawesi Tengah. Sebagai langkah pencegahan, BMKG meminta warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi mengenai peringatan dini gempa yang mungkin terjadi kembali. BPBD juga menyarankan masyarakat untuk memeriksa kembali struktur bangunan mereka, terutama di area yang terdampak.
Respons Masyarakat dan Penyelamatan
Di tengah situasi darurat, warga Buol menunjukkan kekompakan dalam menghadapi bencana alam ini. Sejumlah kelompok gotong royong langsung turun ke lapangan untuk membantu memperbaiki rumah-rumah yang rusak, sementara pihak kecamatan mengkoordinasikan distribusi bantuan logistik. Sebanyak 253 penumpang dari kapal KM Sewindu yang terdampak juga berhasil dievakuasi oleh tim penanggulangan bencana.
Dalam keterangan resmi BMKG, gempa Buol yang terjadi pada 12 Juli 2026 adalah gempa berupa getaran tiba-tiba yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik. Sejumlah peneliti geofisika menilai bahwa wilayah Sulawesi Tengah memiliki risiko tinggi terhadap gempa, sehingga keberhasilan penanggulangan bencana memerlukan persiapan yang matang. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk memantau situasi terkini melalui media resmi dan mengikuti instruksi dari pemerintah daerah.
Sebagai bagian dari pemulihan, Pemerintah Daerah Buol juga berencana melakukan penilaian lebih lanjut terhadap infrastruktur yang rusak, termasuk mengevaluasi kerusakan pada jalan raya dan tempat ibadah. Kebutuhan akan perbaikan juga mencakup pengadaan alat bantu untuk masyarakat yang terkena dampak, terutama pada warga yang tinggal di daerah terpencil.
