Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Kekeringan Makin Meluas – BMKG Minta Warga Hemat Air

Richard Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Kekeringan Makin Meluas, BMKG Minta Warga Hemat Air Kekeringan Makin Meluas - Kondisi kekeringan yang semakin luas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)

Kekeringan Makin Meluas – BMKG Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Makin Meluas, BMKG Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Makin Meluas – Kondisi kekeringan yang semakin luas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memperhatinkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan air. Dalam situasi ini, kekeringan meteorologis menjadi tantangan besar yang memengaruhi ketersediaan sumber daya air di berbagai daerah. BMKG mengingatkan bahwa warga perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghematan air guna menghadapi krisis yang semakin menghimpit.

Pengaruh Kekeringan pada Kebutuhan Harian

Kemarau yang meluas berdampak signifikan pada kebutuhan harian masyarakat NTB. Daerah-daerah yang mengalami kekeringan berpotensi mengalami kelangkaan air bersih, terutama di sektor pertanian dan kebutuhan rumah tangga. Dalam laporan terbaru, BMKG menjelaskan bahwa fenomena kekeringan ini tidak hanya mengurangi kuantitas air tetapi juga memperparah ketidakseimbangan distribusi air di wilayah tersebut. Selain itu, kondisi cuaca kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, yang bisa memperburuk situasi.

Status Kekeringan di Berbagai Kecamatan

Berdasarkan data terkini, BMKG mengungkapkan bahwa status waspada kekeringan diberlakukan di 10 kecamatan yang terletak di enam kabupaten. Kecamatan yang terkena antara lain Gerung dan Lembar di Lombok Barat, Praya Barat serta Pujut di Lombok Tengah, Jerowaru di Lombok Timur, dan Lenangguar serta Moyohulu di Sumbawa. Di Bima, kecamatan Soromandi dan Tambora juga berada dalam kondisi kekeringan. Pemantauan terakhir menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah NTB hanya menerima hujan sebanyak 0 hingga 10 milimeter dalam satu dasarian, yang jauh di bawah rata-rata normal.

Data Hujan dan Fenomena Iklim

Dalam pemantauan curah hujan terbaru, BMKG mencatat bahwa daerah dengan curah hujan tertinggi hanya mencapai 5 milimeter di Pos Hujan Lambu, Bima. Namun, durasi hari tanpa hujan bervariasi, dengan rekor tertinggi mencapai 53 hari di Pos Hujan Belo dan Bolo, Bima. Cakra Mahasurya, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB, menjelaskan bahwa semua daerah NTB saat ini memasuki musim kemarau, yang semakin diperparah oleh fenomena El Nino. Fenomena ini mengurangi curah hujan secara signifikan, menyebabkan krisis air di beberapa wilayah.

“Kemarau menyebabkan wilayah yang terancam kekeringan terus bertambah. Kami berharap warga meningkatkan kesadaran penghematan air untuk mencegah kekrisisannya,” kata Cakra Mahasurya, Minggu (12/7/2026).

BMKG juga menyebutkan bahwa fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase netral dengan indeks minus 0,36. Meski demikian, diprediksi IOD akan berpindah ke fase positif pada bulan Agustus hingga Desember 2026, yang berpotensi memperparah kekeringan. Anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 menunjukkan bahwa El Nino-Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kategori El Nino dengan indeks +1,69, dan diperkirakan semakin kuat hingga pertengahan tahun ini.

Kebutuhan Masyarakat dan Tindakan Preventif

Krisis kekeringan yang terus meluas menimbulkan kebutuhan darurat di sejumlah daerah. BMKG menyarankan agar warga NTB lebih sadar dalam penggunaan air, seperti mengurangi penggunaan air untuk keperluan non-esensial, seperti mencuci mobil atau mengisi kolam. Selain itu, pemerintah daerah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam mengelola sumber daya air secara efisien. Tindakan seperti penggunaan teknologi irigasi modern dan penghematan air dalam sektor pertanian menjadi langkah penting untuk mengatasi kekeringan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Langkah ini penting untuk mencegah kebakaran hutan, lahan, dan permukiman yang bisa memperburuk kondisi kekeringan. BMKG berharap melalui kesadaran masyarakat, kelangkaan air bisa diatasi dengan lebih baik.

Join the discussion