Skip to content
After Dark
Juni 20, 2026
Ekonomi

Latest Program: Kemenkomdigi Tegaskan Anak Bukan Objek Eksperimen Platform Digital

Mary Brown 2 mins read

rkuat Perlindungan Anak di Era Digital Latest Program - Program terbaru yang dicanangkan oleh Kemenkomdigi menegaskan bahwa anak-anak Indonesia bukan objek

Latest Program: Kemenkomdigi Tegaskan Anak Bukan Objek Eksperimen Platform Digital

Kemenkomdigi Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital

Latest Program – Program terbaru yang dicanangkan oleh Kemenkomdigi menegaskan bahwa anak-anak Indonesia bukan objek eksperimen dalam penggunaan platform digital. Dalam konferensi internasional pendidikan anak usia dini di Bekasi, Sabtu (20/6/2026), Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid mengingatkan bahwa teknologi harus dikembangkan dengan pendekatan yang memperhatikan kesiapan anak-anak.

Keberhasilan Transformasi Digital Berdampak pada Generasi Muda

Dunia digital semakin menjadi bagian integral dalam kehidupan anak-anak. Dulu, mereka belajar dari buku dan mengakses pengetahuan melalui guru, tetapi kini, platform seperti media sosial dan game menjadi alat pembelajaran yang dominan. Meski teknologi memberikan akses informasi yang lebih cepat, Meutya menegaskan bahwa potensi risiko seperti kecanduan, perundungan siber, atau eksploitasi digital tidak boleh diabaikan.

“Anak tidak dilarang mengenal teknologi, tetapi mereka berhak memiliki ruang digital yang aman sesuai tahap perkembangannya,” ujar Meutya.

Menteri Meutya menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan digital anak-anak perlu dipandu oleh prinsip “Tunggu, Anak Siap” dalam Peraturan Pemerintah (PP) Tunas. Inisiatif ini menjadi bagian dari program terbaru yang diusung Kemenkomdigi, dengan tujuan memastikan penggunaan teknologi yang bijak dan bermanfaat bagi pertumbuhan generasi muda.

Perlindungan Digital sebagai Prioritas Pembangunan Manusia

Perlindungan anak di dunia digital dinilai sebagai aspek penting dalam pembangunan manusia. Menurut Meutya, kualitas generasi masa depan bergantung pada kemampuan negara menciptakan lingkungan digital yang sehat dan berimbang. PP Tunas menetapkan standar penggunaan teknologi yang memperhatikan usia, kematangan, serta tingkat risiko yang mengancam anak-anak.

Dalam program terbaru ini, Kemenkomdigi juga menggandeng sejumlah pihak seperti industri teknologi, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil untuk memastikan keberhasilan implementasi. Kolaborasi tersebut diharapkan bisa menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kesehatan digital anak-anak sejak dini.

Meutya menyoroti bahwa tantangan dalam mengawasi platform digital semakin kompleks karena banyak layanan beroperasi lintas negara. Oleh karena itu, regulasi yang jelas dan sinergi antarinstansi serta pengawasan yang terpadu menjadi kunci dalam menjaga keamanan digital anak-anak. Dengan program terbaru ini, Kemenkomdigi berkomitmen untuk memastikan teknologi menjadi alat pengembangan, bukan penyebab masalah.

Program terbaru Kemenkomdigi juga menekankan peran orang tua sebagai pengawas utama. Meutya mengingatkan bahwa kesadaran orang tua dalam membatasi waktu layar dan memantau konten yang diakses anak-anak sangat vital. Dengan pendekatan yang lebih terpadu, diharapkan bisa mencegah dampak negatif dari penggunaan teknologi secara berlebihan.

Di samping itu, program ini juga memberikan panduan bagi pengembangan platform digital yang ramah anak. Meutya menegaskan bahwa perusahaan teknologi harus merancang fitur dan layanan yang sesuai dengan kemampuan kognitif anak. Dengan demikian, teknologi bukan hanya menjadi media hiburan tetapi juga alat edukasi yang berdampak positif.

Join the discussion