Special Plan: Fesyar Kawasan Timur Indonesia 2026 Bidik Transaksi Rp 12,5 Miliar
Special Plan Fesyar KTI 2026 Targetkan Transaksi Rp12,5 Miliar Special Plan - Event Special Plan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI)
Special Plan Fesyar KTI 2026 Targetkan Transaksi Rp12,5 Miliar
Special Plan – Event Special Plan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026 secara resmi dimulai di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7/2026). Acara ini berlangsung selama tiga hari dan ditargetkan mampu menghasilkan total transaksi mencapai Rp 12,5 miliar, terdiri dari business matching senilai Rp 11 miliar serta penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 1,5 miliar. Special Plan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Timur Indonesia dan menjadi wadah pameran serta dialog antar pelaku industri.
Strategi Membangun Ekonomi Syariah yang Inklusif
Special Plan Fesyar KTI 2026 menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa acara ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga ajang konsolidasi pasar, sinergi industri, dan pengukuran kinerja sektor keuangan syariah di kawasan Timur Indonesia. Dengan melibatkan 22 provinsi melalui 19 kantor perwakilan BI, Special Plan ini mengupayakan akses yang lebih luas bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, ke pasar nasional dan internasional.
Konsentrasi pada Special Plan ini juga mencakup pengembangan konsep halal value chain yang semakin meluas ke sektor non-makanan, seperti pakaian modest, aksesori, hingga layanan keuangan syariah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi kawasan Timur Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah yang unggul dan inovatif. Tahun ini, acara ini juga menampilkan berbagai inisiatif baru, seperti Special Plan kemitraan antar lembaga pendidikan dan pelaku usaha serta program pengembangan merek halal.
Pameran dan Aktivitas yang Mendorong Kolaborasi
Pada Special Plan Fesyar KTI 2026, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan yang menampilkan pelaku usaha dari berbagai bidang. Tercatat sebanyak 19 booth UMKM, 34 booth kuliner khas kawasan Timur, serta 111 produk unggulan di Halal Mart hadir untuk memperkaya pengalaman dan memperluas jaringan pasar. Selain itu, acara ini juga menyediakan ruang diskusi melalui seminar, forum, dan talkshow, seperti Special Plan syariahfinancingforum, wakafgoes to campus, dan brandinghalal.
“Special Plan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat, dengan menggabungkan kegiatan pameran dan dialog. Kami juga menyisipkan target transaksi riil sebagai ujian nyata daya tahan pasar lokal,” jelas Hario K Pamungkas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB. Selain itu, Special Plan Fesyar KTI 2026 juga memberikan kesempatan bagi para pengusaha untuk mengakses dana pembiayaan syariah melalui booth yang disediakan oleh lembaga keuangan syariah.
Ekspansi Konsep Halal ke Berbagai Sektor
Seiring berkembangnya konsep halal value chain, Special Plan Fesyar KTI 2026 membuka peluang bagi sektor industri non-pangan. Pameran yang menampilkan aksesori, modifikasi kendaraan, serta layanan keuangan syariah menunjukkan diversifikasi industri halal di kawasan Timur Indonesia. Special Plan ini juga mengintegrasikan kegiatan seperti halallifestyle, modest fashion, dan flagship economicforum untuk mengeksplorasi potensi ekonomi yang lebih luas.
Dalam Special Plan Fesyar KTI 2026, selain transaksi di lapangan, BI juga fokus pada pembinaan dan pelatihan bagi pelaku usaha syariah. Acara ini menjadi platform untuk mempercepat penerapan standar halal dalam berbagai aspek, termasuk pengembangan kewirausahaan dan inovasi produk. Dengan keterlibatan 6 lembaga wakaf dan 4 halalcenter, Special Plan ini memastikan keberlanjutan program ekonomi syariah yang inklusif.
Special Plan Fesyar KTI 2026 juga memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah dan lembaga keuangan. Misi utama dari Special Plan ini adalah mengakselerasi transaksi syariah dan memastikan keterlibatan aktif dari masyarakat luas. Dengan 19 booth UMKM dan berbagai aktivitas menarik, acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyelesaikan tantangan ekonomi kawasan Timur Indonesia.
Berita Terkait: – Berita dan artikel lainnya di Google News – Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel – Ekspor Mobil China Tembus Rekor Lebih dari 1 Juta Unit pada Juni 2026 – Back to School, Pesanan Perajin Sepatu di Mojokerto hingga 500 Persen – Seusai OTT Bupati Etik, Begini Suasana Kantor Pemkab Sukoharjo – Indonesia Datangkan 546 Bibit Babi dari Denmark Sudah Sehat – Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK – Polisi Rilis Barang Bukti dari Geledah 12 Lokasi – Korupsi Dorong Literasi Keuangan Anak Muda Indonesia – Mantan Sekjen MPR Ditahan KPK – Peluncuran BBM Baru B50 – Karut-marut Program MBG – Penyiksaan dan Utang Konstitusional – Negara Apa Konsekuensi Menjadi Anggota OECD? – Keniscayaan Refurbishment ITS Giuseppe Garibaldi
