Special Plan: Prancis Bungkam Maroko 2-0, Mbappe Cetak Gol Seusai Gagal Penalti
Special Plan: Prancis Bungkam Maroko 2-0, Mbappé Cetak Gol Seusai Gagal Penalti Special Plan - Di Boston Stadium, Amerika Serikat, pada Jumat (10/7/2026) dini
Special Plan: Prancis Bungkam Maroko 2-0, Mbappé Cetak Gol Seusai Gagal Penalti
Special Plan – Di Boston Stadium, Amerika Serikat, pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB, Prancis melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko dengan skor 2-0. Kylian Mbappé menjadi bintang kemenangan tim Les Bleus, meski harus menggantikan kegagalan penalti yang sempat menghiasi pertandingan babak pertama. Kemenangan ini memberi dorongan besar bagi Prancis untuk terus mempertahankan ambisi merebut gelar juara.
Kemenangan Melalui Gol dan Assist Mbappé
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Prancis menguasai bola dan menciptakan peluang pertama di menit ke-25, saat Désiré Doué mengambil bola di area pertahanan sendiri. Mbappé melesat dari sisi kiri, dijatuhkan Noussair Mazraoui di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, tetapi tendangan Mbappé di menit ke-28 gagal dijangkau Yassine Bounou, kiper Maroko yang berusia 35 tahun.
Wasit memutuskan untuk menunjuk titik putih. Namun, tendangan Mbappé di menit ke-28 terbaca dengan baik oleh Bounou, yang dengan sigap mengamankan bola. Meski dominasi bola Prancis terlihat, peluang terbaik hanya muncul saat Lucas Digne melepaskan tendangan injury time yang membentur mistar gawang.
Pada menit ke-60, Mbappé akhirnya memperbaiki performa sebelumnya. Ia membuka ruang di sisi kiri kotak penalti, menggiring bola ke tengah, lalu melepaskan tendangan melengkung yang tak terjangkau Bounou. Gol ini menjadi penebusan sempurna atas kegagalan penalti di babak pertama, membawa Prancis unggul 1-0. Selang 6 menit, Les Bleus menggandakan keunggulan berkat assist Mbappé kepada Ousmane Dembélé, yang mencetak gol dari luar kotak penalti.
Momok Kekhawatiran dan Kemenangan Akhir
Maroko mencoba bangkit di 15 menit akhir pertandingan. Achraf Hakimi, Azzedine Ounahi, dan Neil El Aynaoui beberapa kali mengancam gawang Mike Maignan, tetapi semua peluang bisa digagalkan oleh pertahanan Prancis atau Bounou. Kejadian mengejutkan terjadi saat Mbappé mengalami benturan keras dengan Diop di menit ke-63, memaksa dirinya ditarik keluar di menit ke-77.
Penyerang berusia 27 tahun itu meninggalkan lapangan sambil tersenyum, menggunakan kompres es di pergelangan kaki kanannya. Dalam sisa pertandingan, Prancis menguasai tempo permainan, meski Dembélé, Bradley Barcola, dan Jean-Philippe Mateta gagal menambah skor. Di masa tambahan waktu, Maroko kembali berusaha, tetapi upaya mereka tak membuahkan hasil. Wasit memberikan tambahan waktu 6 menit, tetapi skor 2-0 tetap berlaku.
Evaluasi Strategi dan Performa Tim
Analisis pertandingan menunjukkan bahwa Prancis tampil dominan dalam permainan terbuka, sementara Maroko mengandalkan serangan balik. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Special Plan Prancis berjalan lancar, dengan keberhasilan memanfaatkan kesempatan di setiap babak. Meski ada kegagalan, seperti penalti yang tak diubah Mbappé, tim Les Bleus tetap mampu mengatur pertandingan dengan baik.
Dalam evaluasi sepanjang turnamen, Prancis dinilai memiliki potensi besar untuk mencapai final jika tetap konsisten dan meminimalkan kesalahan di lini belakang. Kiper Bounou, meski sempat menyelamatkan tendangan Mbappé, harus bekerja keras menghadapi serangan Prancis yang terus berdatangan. Performa bek Prancis juga menjadi penentu, karena mereka mampu mengamankan bola di setiap serangan Maroko.
Persiapan untuk Pertandingan Berikutnya
Kemenangan ini memastikan Prancis sebagai tim pertama yang melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026. Les Bleus akan menghadapi pemenang laga antara Spanyol dan Belgia di Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Jika bertemu Spanyol, Prancis diperkirakan menghadapi pertandingan lebih terbuka, karena kedua tim sama-sama mengandalkan penguasaan bola dan kecepatan lini depan. Sementara itu, Belgia mungkin menjadi lawan yang lebih mengandalkan transisi cepat dan kekuatan fisik.
Tim Prancis menunjukkan konsistensi yang baik sepanjang turnamen, dengan kemenangan beruntun yang diukir dengan Special Plan yang matang. Para pemain, terutama Mbappé, terus memperlihatkan kemampuan individu yang luar biasa. Meski sempat mengalami cedera di menit ke-63, Mbappé tetap berkontribusi signifikan dalam kemenangan ini, menegaskan posisinya sebagai bintang utama tim.
Komentar Pelatih dan Respons Pemain
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memberikan apresiasi kepada tim atas konsistensi dan keberanian dalam menghadapi Maroko. “Kami tahu Maroko adalah lawan yang tangguh, tetapi kami memperlihatkan kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dan mencetak gol,” ujarnya. Sementara itu, Mbappé menyatakan bahwa Special Plan yang dirancang tim akan terus diterapkan untuk menghadapi lawan berikutnya.
Selain Mbappé, beberapa pemain Prancis juga menjadi sorotan. Dembélé dan Barcola tampil tangguh, meski gagal menambah skor. Kiper Maignan berulang kali menepis tendangan keras, menunjukkan performa stabil. Pertandingan ini menjadi pemanasan sebelum babak semifinal, di mana Prancis akan menghadapi tantangan baru dalam perjalanan menuju gelar juara.
