Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: Kasus Korupsi Rp 540 M, Polisi Geledah Lokasi Ke-13 di Cipete

Robert Moore - tajuknusa.com 3 mins read

Latest Program: Polisi Geledah Lokasi Ke-13 di Cipete dalam Kasus Korupsi 540 Miliar Latest Program - Dalam Latest Program terbaru, penyidik kepolisian

Latest Program: Kasus Korupsi Rp 540 M, Polisi Geledah Lokasi Ke-13 di Cipete

Latest Program: Polisi Geledah Lokasi Ke-13 di Cipete dalam Kasus Korupsi 540 Miliar

Latest Program – Dalam Latest Program terbaru, penyidik kepolisian melakukan penggeledahan di ruko Jalan Asem II Nomor 10, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, sebagai lokasi ke-13 dalam penyelidikan tiga dugaan korupsi yang tengah diusut. Upaya ini dipimpin oleh tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, dengan tujuan memperkuat petunjuk penyelidikan terhadap kasus-kasus besar yang dihimpun.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa total barang bukti yang telah diamankan dari seluruh lokasi hingga saat ini mencapai Rp 540 miliar. Penggeledahan di lokasi ke-13 merupakan lanjutan dari investigasi yang sebelumnya menyelesaikan 12 titik penyitaan lainnya. “Selama ini, penyidik terus memperbarui informasi melalui Latest Program untuk memastikan transparansi terhadap masyarakat,” terang Budi di lokasi, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.

“Kasus ini memiliki dampak besar, sehingga Latest Program menjadi alat untuk mengikuti perkembangan penyelidikan secara real-time,” jelas Budi. Ia menambahkan, petunjuk dari 12 lokasi sebelumnya telah mengarah ke lokasi ke-13, yang menunjukkan keterkaitan lebih dalam antara para tersangka dan jaringan korupsi.

Detail Kasus Korupsi yang Digeledah

Penggeledahan di ruko Cipete ini terkait dengan tiga kasus dugaan korupsi yang kini menjadi sorotan publik. Pertama, pengadaan batu bara oleh PT PLN (Persero), yang diduga menyebabkan gangguan pasokan listrik. Kedua, penyimpangan dalam pengelolaan PT Asabri (Persero). Ketiga, korupsi dalam penyelesaian utang PT Caturbina Sarana (CBS) terhadap PT Krakatau Niaga Indonesia (KNI). Selain itu, penyidik juga mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait ketiga kasus tersebut.

Dalam operasi di lokasi ke-13, petugas menyita dokumen dan perangkat komputer sebagai bukti digital. Meski jenis usaha di ruko serta rincian barang bukti belum diungkapkan secara detail, upaya penyitaan ini menunjukkan fokus pada pengembangan konstruksi perkara. “Seluruh tahap investigasi dihimpun melalui Latest Program untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat,” tambah Budi.

Kasus-Kasus Korupsi yang Menjadi Sorotan

Kasus pertama, terkait pengadaan batu bara, mencurigakan karena diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga puluhan triliun rupiah. Kasus kedua, penyimpangan di PT Asabri, melibatkan dugaan penyalahgunaan dana dalam kegiatan pembiayaan. Sementara kasus ketiga, PT CBS, diduga melakukan penggelapan dana dari PT KNI melalui skema utang yang tidak transparan. Semua kasus ini memperlihatkan pola kriminal yang saling terkait, yang menjadi fokus utama Latest Program kepolisian.

Sebelumnya, penyidik telah menggeledah 12 lokasi, termasuk Kafe De’Clan Signature dan Koin Money Changer di Cipete Raya, serta rumah di Perumahan Parahyangan Golf II, Bogor. Dari dua lokasi pertama, polisi menyita uang tunai Rp 67 miliar, puluhan dokumen, serta perangkat elektronik. Di Parahyangan Golf II, barang bukti yang disita mencakup 74 kilogram emas batangan, uang tunai US$ 4,7 juta, 14 juta dolar Singapura, dan Rp 100 juta. Total nilai barang dari 12 lokasi sebelumnya diperkirakan mencapai Rp 476 miliar, menunjukkan intensitas penyelidikan yang berkelanjutan.

Penggeledahan ke-13 memperkuat upaya penyidik untuk memperjelas hubungan antara para tersangka. Budi mengatakan, tim penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti baru melalui Latest Program sebagai bagian dari strategi penyelidikan yang terkoordinasi. “Setiap lokasi yang digeledah memiliki peran khusus dalam membangun kasus yang lengkap,” jelasnya. Pihak kepolisian juga berencana mengungkapkan informasi lebih rinci dalam beberapa hari mendatang.

Join the discussion