Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Strategy: KPK: Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Pakai Istilah Uang Assalamualaikum

Richard Wilson - tajuknusa.com 4 mins read

KPK Ungkap Strategi Ma'ruf Cahyono dengan Istilah 'Uang Assalamualaikum' Key Strategy: Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah

Key Strategy: KPK: Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Pakai Istilah Uang Assalamualaikum

KPK Ungkap Strategi Ma’ruf Cahyono dengan Istilah ‘Uang Assalamualaikum’

Key Strategy: Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengungkap strategi korupsi yang dilakukan Ma’ruf Cahyono, mantan Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurut penyidik, istilah “uang assalamualaikum” digunakan sebagai bentuk pembayaran bawah meja untuk mempercepat proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR. Strategi ini menjadi salah satu kunci dalam menangkap koruptor yang memanfaatkan posisi strategis untuk mengatur aliran dana secara tidak transparan.

Konstruksi Perkara

Kasus ini bermula dari pengaduan bahwa Ma’ruf Cahyono berperan sebagai pengguna anggaran (PA) sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK). Ia diduga menunjuk Zakaria, orang kepercayaannya, untuk menghubungi pengusaha calon rekanan. Pengusaha tersebut kemudian diminta memberikan uang sebelumnya sebesar 10% dari nilai paket pekerjaan sebagai “uang hangus”. Selain itu, terdakwa juga disangka menerima fasilitas berupa akun trading di perusahaan pialang, dengan nilai mencapai Rp 14,4 miliar. Strategi ini mencakup pengalihan dana ke rekening nominee atas nama Fauzul Akhyar, yang juga penyedia alat tulis kantor (ATK) di lingkungan MPR.

“Total uang yang diterima MC (Ma’ruf Cahyono) dari fee tersebut mencapai sekitar Rp 7 miliar, baik langsung maupun melalui perantara, yakni saudara Z (Zakaria),” kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).

KPK Berhasil Menahan Tersangka

Sebagai bagian dari strategi penindasan korupsi, KPK menahan Ma’ruf Cahyono selama 20 hari, mulai 9 Juli hingga 28 Juli 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih. Penyidik mengungkapkan bahwa ia disangkakan melanggar Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selama periode 2021-2022, dana sebesar Rp 16,4 miliar diterima oleh Ma’ruf Cahyono melalui rekening dan akun trading. Dengan dua penerimaan ini, KPK menyatakan bahwa total gratifikasi yang diduga diterima mencapai sekitar Rp 30 miliar, sebagai bagian dari Key Strategy yang dilakukan oleh terduga koruptor.

Proses penyidikan masih berlangsung untuk menggali aliran dana serta keterlibatan pihak lain. Investigasi ini juga mengungkap bagaimana istilah “uang assalamualaikum” menjadi alat strategis untuk mengelabui pihak ketiga, sementara transaksi sebenarnya dilakukan secara tersembunyi. Penyidik KPK berharap strategi ini dapat menjadi referensi dalam memperkuat sistem anti-korupsi di tingkat lembaga legislatif.

Deteksi Korupsi Melalui Penyelidikan

Penggunaan istilah “uang assalamualaikum” sebagai bagian dari Key Strategy ini dianggap sebagai cara cerdik untuk memanipulasi proses pengadaan. Dalam penyelidikan, KPK menemukan bahwa pengusaha yang terlibat disuruh mengirimkan uang sebagai jaminan untuk mempercepat pengesahan kontrak. Selain itu, alat tulis kantor (ATK) yang disediakan oleh PT Valbury Ecapital International (VEI) juga menjadi indikasi adanya komplotan korupsi yang terstruktur.

Strategi ini tidak hanya mempercepat pencairan dana, tetapi juga meminimalkan risiko dikenai sanksi hukum. KPK menyatakan bahwa upaya pemberian fasilitas seperti akun trading dan rekening nominee bertujuan mengalihkan sumber dana dan menyembunyikan trail transaksi. Dengan mengungkap detail Key Strategy ini, KPK berharap masyarakat lebih waspada terhadap praktik korupsi yang bersembunyi di balik istilah-istilah khas.

Konteks Kasus dalam Politik Nasional

Penyelidikan terhadap Ma’ruf Cahyono tidak hanya memperlihatkan masalah internal lembaga legislatif, tetapi juga menggambarkan strategi korupsi yang umum digunakan di berbagai sektor pemerintahan. Sejak 2021, KPK telah mengidentifikasi pola-pola kecurangan yang menyebar, dan kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana istilah “uang assalamualaikum” bisa dijadikan alat untuk mempercepat pencairan dana. Dalam konteks ini, Key Strategy yang diterapkan oleh Ma’ruf Cahyono menunjukkan kompleksitas tindakan korupsi di tingkat kebijakan.

KPK juga menyoroti bahwa kasus ini menimbulkan pertanyaan terhadap transparansi penggunaan anggaran di lingkungan MPR. Dengan mengungkap strategi korupsi yang dilakukan, lembaga anti-korupsi ini menegaskan komitmen untuk memberantas tindakan penyelewengan yang mengakibatkan kerugian negara. Selain itu, kasus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para calon rekanan dalam pengadaan barang dan jasa.

Respons Publik dan Impak Kasus

Penyelidikan terhadap Ma’ruf Cahyono yang menggunakan Key Strategy ini telah memicu respons dari masyarakat dan media. Banyak pihak menilai bahwa istilah “uang assalamualaikum” menjadi simbol dari cara-cara tidak jujur dalam pengadaan barang dan jasa. Di sisi lain, kasus ini memperkuat kepercayaan publik terhadap KPK sebagai lembaga yang independen dan transparan.

Sebagai bagian dari Key Strategy yang terungkap, KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi memerlukan kolaborasi antara lembaga penyidik, pelaku bisnis, dan masyarakat. Dengan memperlihatkan bagaimana istilah-istilah khas digunakan untuk menyembunyikan transaksi korupsi, penyelidikan ini diharapkan dapat menginspirasi langkah-langkah penguatan sistem keuangan di lingkungan lembaga legislatif. Penyidikan terus berjalan untuk memastikan semua aspek dana dan hubungan pihak terkait terungkap secara lengkap.

Join the discussion