Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Lifestyle

Main Agenda: Indonesia Resmi Luncurkan Prototipe Vaksin DBD Berbasis mRNA

Joseph Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Indonesia Meluncurkan Prototipe Vaksin DBD Berbasis Teknologi mRNA Main Agenda - Dari Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia secara resmi merilis

Main Agenda: Indonesia Resmi Luncurkan Prototipe Vaksin DBD Berbasis mRNA

Indonesia Meluncurkan Prototipe Vaksin DBD Berbasis Teknologi mRNA

Main Agenda – Dari Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia secara resmi merilis prototipe vaksin demam berdarah dengue (DBD) yang menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), Rabu (8/7/2026). Jika semua proses penelitian berjalan lancar, vaksin ini bisa menjadi salah satu produk vaksin DBD berbasis mRNA pertama di dunia.

Kolaborasi Antar Institusi

Vaksin ini dikembangkan melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Universitas Indonesia (UI), Tsinghua University, serta PT Etana Biotechnologies Indonesia. Dukungan finansial berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang menargetkan peningkatan kemandirian industri vaksin nasional.

Langkah Strategis untuk Kemandirian Industri

Kementerian Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan vaksin DBD berbasis mRNA bisa menjadi pengembangan besar bagi industri vaksin dalam negeri, jika berhasil mencapai tahap produksi. “Kalau ini berhasil, vaksin baru ini akan menjadi salah satu antigen ke-16 dengan teknologi terbaru, yaitu mRNA,” kata Budi di Gedung Kemenkes.

Mengurangi Ketergantungan Impor

Budi juga mengungkapkan bahwa Indonesia menghabiskan hingga US$ 400 juta hingga US$ 500 juta per tahun untuk mengimpor vaksin. Dengan menguasai teknologi mRNA, pemerintah berharap memperkuat ketahanan kesehatan dan mengurangi kebutuhan impor.

Tahap Praklinis dan Hasil Awal

Ketua tim riset vaksin Dengue mRNA dari UI, Prof Beti Ernawati Dewi, menjelaskan bahwa vaksin ini masih dalam fase praklinis. Namun, uji coba awal menunjukkan hasil yang menjanjikan. “Titer antibodi untuk menetralisasi keempat serotipe virus dengue yang umum di Indonesia lebih unggul dibandingkan vaksin komersial,” katanya.

Dukungan Regulator dari Awal

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlibat sejak awal pengembangan vaksin. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan bahwa partisipasi regulator di tahap awal penting untuk memastikan standar keamanan, manfaat, dan kualitas produk. “BPOM bukan hanya pemberi stempel. Jika baru terlibat di akhir, banyak vaksin yang justru ditolak karena tidak memenuhi syarat sejak awal,” ujarnya.

Program Riset Nasional

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Stella Christie, menyebutkan kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, sektor industri, dan pemerintah dalam bidang riset strategis. Ia menambahkan sekitar 50% dari anggaran riset nasional dialokasikan untuk vaksin, alat kesehatan, dan proyek penelitian penting lainnya.

Penelitian Terus Berlanjut

Sebagai bagian dari kerja sama, riset ini mendapat dana Rp 16 miliar, dengan Rp 9 miliar dari PT Etana Biotechnologies Indonesia dan Rp 7 miliar dari LPDP. Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, mengatakan program ini memasuki tahun kedua dan akan berlanjut di tahun ketiga. “Kami siap memberikan dana untuk vaksin maupun alat kesehatan yang dibutuhkan Indonesia,” pungkas Ayom.

Investasi dalam Riset Jangka Panjang

Dana abadi penelitian yang dikelola LPDP mencapai Rp 14 triliun. Setiap tahun, sekitar Rp 1 triliun dialokasikan untuk proyek strategis seperti vaksin, alat kesehatan, dan penelitian terapan. Wakil Presiden Tsinghua University, Prof Wu Huaqiang, menyatakan perjanjian trilateral ini bertujuan memperkuat hubungan riset jangka panjang antara kedua negara.

Target Penguasaan Teknologi

Dalam upaya meningkatkan kemampuan riset, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas teknologi mRNA, penguatan SDM bioteknologi, dan sistem penanganan penyakit infeksi di masa depan. “Kita ingin riset dan produksi vaksin Indonesia jauh lebih kuat sebelum pemerintahan Presiden Prabowo berakhir,” tegas Budi Gunadi Sadikin.

“Kalau ini berhasil, akan menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia. Ini juga akan menjadi antigen ke-16 dengan teknologi paling baru, yaitu mRNA,”

“Jangan berpikir BPOM hanya tukang stempel. Kalau baru datang di akhir, justru banyak produk yang akhirnya ditolak karena sejak awal tidak memenuhi standar,”

“Program tersebut kini memasuki tahun kedua dan akan berlanjut pada tahun ketiga. Kami siap mendanai pengembangan vaksin maupun alat-alat kesehatan yang dibutuhkan Indonesia,”

“Dari hasilpre-clinicaltrial yang kita lakukan, titer antibodi untuk menetralisasi virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 strain Indonesia jauh lebih baik dibandingkan vaksin komersial yang sudah ada di Indonesia,”

“Target saya sederhana. Sebelum masa pemerintahan Presiden Prabowo berakhir, kita ingin kemampuan riset dan produksi vaksin Indonesia jauh lebih kuat,”

Join the discussion