Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

Special Plan: Kompolnas Ungkap Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan 3 Polisi Katingan

Mark Anderson - tajuknusa.com 3 mins read

Kompolnas Ungkap Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan Tiga Polisi Katingan Palangka Raya, Kalimantan Tengah Special Plan - Dalam rangka meningkatkan transparansi

Special Plan: Kompolnas Ungkap Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan 3 Polisi Katingan

Kompolnas Ungkap Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan Tiga Polisi Katingan

Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Special Plan – Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, Special Plan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menemukan bukti kuat mengenai dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian tiga anggota Tim Resnarkoba Polres Katingan. Kejadian terjadi saat polisi melakukan operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Berdasarkan hasil investigasi awal, Kompolnas menduga korban adalah para personel kepolisian yang ditikam oleh pelaku, yaitu anggota keluarga dari bandar narkotika yang menjadi target operasi.

Special Plan ini dijalankan sebagai bagian dari upaya pengungkapan kasus kriminal yang berpotensi melibatkan kekerasan berlebihan. Pihak Kompolnas mengatakan, berdasarkan petunjuk di lapangan, terdapat indikasi kuat bahwa tiga polisi tersebut menjadi korban penyerangan oleh pelaku. Jasad para korban dibuang ke sungai setelah operasi selesai, menunjukkan upaya pelaku untuk menutupi jejak kejahatan. Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menyatakan, “Kami menemukan sejumlah bukti di lapangan yang mengarah pada dugaan penganiayaan terhadap para korban,” tambahnya, Selasa (7 Juli 2026).

Detail Operasi Penggerebekan

Kasus ini bermula dari operasi penggerebekan yang dilakukan oleh Polres Katingan untuk menangkap bandar narkotika di wilayah Desa Tumbang Kalamei. Sejumlah anggota tim kepolisian turun ke lapangan dan melakukan penyergapan pada sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan sabu. Selama operasi, terjadi bentrok antara polisi dan pelaku, yang berujung pada kematian tiga anggota Tim Resnarkoba.

Menurut laporan, aksi penganiayaan dilakukan oleh keluarga bandar narkotika yang mencoba melindungi kepentingan mereka. Para pelaku menggunakam senjata tajam berupa parang untuk menyerang polisi. Dalam pemeriksaan awal, Kompolnas menegaskan bahwa semua bukti yang ditemukan merupakan hasil dari Special Plan yang mendalam, termasuk rekaman video, saksi mata, dan alat bukti fisik.

Pengungkapan Suspek dan Peran Mereka

Tim penyidik dari Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah berhasil mengungkap identitas tiga tersangka utama, yaitu S alias Ateng, istri S, dan IMP alias Robi. Mereka diduga berperan langsung dalam serangan menggunakan senjata tajam. Dalam Special Plan yang dilakukan, para tersangka diinterogasi secara terpisah untuk memastikan kesesuaian pengakuan mereka dengan fakta di lapangan.

Robi, salah satu tersangka, awalnya mengatakan tidak mengetahui terjadinya penyerangan dan langsung pulang setelah melihat keributan di lokasi. Namun, setelah diberi waktu berdiskusi dengan Saldy, ia mengakui sempat mendekati kejadian menggunakan alkon atau perahu bermesin. Meski demikian, ia masih menyangkal berada di atas perahu saat aksi penganiayaan terjadi. Special Plan ini menjadi alat utama untuk memverifikasi kebenaran pengakuan tersangka melalui cross-check dengan saksi lain dan bukti-bukti yang dikumpulkan.

Dalam pemeriksaan lanjutan, Robi kembali mengubah pernyataannya. Ia mengungkapkan adanya empat orang lain yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut, yaitu B, R alias Busu, D alias Iyus, dan Y. Nama-nama ini menjadi fokus Special Plan selama penyelidikan, karena kemungkinan mereka terlibat dalam perencanaan dan eksekusi kekerasan terhadap polisi.

Kemungkinan Penyebab Kematian dan Analisis Langkah Selanjutnya

Menurut informasi yang dihimpun, penyidik masih menelusuri apakah kematian tiga polisi disebabkan oleh serangan langsung atau ada faktor lain yang berperan. Dalam Special Plan, tim investigasi juga mengecek kondisi lapangan, termasuk jejak darah, benda-benda yang digunakan untuk melukai korban, serta alat komunikasi yang sempat aktif selama operasi.

Kasus ini diharapkan dapat segera dituntaskan dengan mengungkap peran masing-masing pelaku. Special Plan yang dijalankan oleh Kompolnas menjadi kunci dalam memastikan tidak ada pelaku yang terlewat dalam pemeriksaan. Proses penyelidikan masih berlangsung intensif, dengan target penyelesaian dalam waktu dekat untuk memberikan keadilan kepada para korban.

Langkah-Langkah untuk Penegakan Hukum

Dalam rangka penegakan hukum, Kompolnas telah membagikan hasil Special Plan ke penyidik yang terlibat langsung dalam kasus ini. Seluruh data yang dikumpulkan akan digunakan sebagai dasar dalam penyidikan lebih lanjut, termasuk pemanggilan saksi tambahan dan pemeriksaan alat bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Komisioner Kompolnas menekankan bahwa Special Plan ini tidak hanya untuk mengungkap peristiwa kematian tiga polisi, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menghindari tindakan serupa di masa depan. “Ini adalah contoh nyata bagaimana Special Plan dapat menjadi alat efektif dalam memastikan keadilan di lapangan,” ujarnya.

Join the discussion