Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Main Agenda: Sambut Narendra Modi, Puan Ungkit Kedekatan Soekarno dan India

Richard Wilson - tajuknusa.com 3 mins read

Sambut Narendra Modi, Puan Maharani Ungkap Warisan Diplomasi Soekarno yang Masih Relevan Main Agenda - Di tengah antusiasme masyarakat Jakarta menyambut

Main Agenda: Sambut Narendra Modi, Puan Ungkit Kedekatan Soekarno dan India

Sambut Narendra Modi, Puan Maharani Ungkap Warisan Diplomasi Soekarno yang Masih Relevan

Main Agenda – Di tengah antusiasme masyarakat Jakarta menyambut kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa (7/7/2026), Ketua DPR Puan Maharani memanfaatkan momen tersebut untuk menyoroti “Main Agenda” yang menggambarkan hubungan diplomatik antara Indonesia dan India. Ia menekankan bahwa sejarah telah menorehkan jejak kuat Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, dalam membangun kemitraan strategis antara dua bangsa sejak kemerdekaan. “Main Agenda ini bukan hanya tentang kunjungan Modi, tapi juga tentang mengenang peran Soekarno dalam mengukir ikatan kepercayaan yang masih relevan hingga hari ini,” kata Puan dalam pidatonya.

Kedekatan Era Soekarno: Momen Pemersatu Bangsa-Bangsa Eropa dan Asia

Kedekatan antara Indonesia dan India pada masa Soekarno dianggap sebagai salah satu poin penting dalam “Main Agenda” kehidupan diplomatik keduanya. Puan mengungkap bahwa Soekarno pernah menjadi tamu istimewa dalam perayaan Hari Republik India pertama tahun 1950, sebuah acara yang membawa makna besar bagi hubungan bilateral. Ia juga menyinggung peran Soekarno dalam memperkuat kerja sama antara negara-negara berkembang, seperti yang ditunjukkan melalui Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. “Main Agenda ini adalah pengingat bahwa Soekarno tidak hanya menciptakan kebijakan luar negeri yang berani, tapi juga membuka ruang bagi dialog multilateral yang masih diadopsi oleh Indonesia saat ini,” tambahnya.

Sejarah memperlihatkan bahwa peran Soekarno dalam membangun hubungan Indonesia-India tidak terlepas dari semangat anti-imperialisme dan keadilan global yang ia ciptakan. Dalam kunjungan pertamanya ke India, ia dianggap sebagai simbol kebanggaan bangsa Indonesia yang ingin berdiri di panggung dunia. “Main Agenda” kebanggaan itu kini diwujudkan melalui upaya menjaga kerja sama yang sudah ada sejak era pendirian republik.

Poin Penting dalam Kunjungan Modi: Kembali ke Akar Sejarah

Kunjungan Modi ke Jakarta menurut Puan merupakan kesempatan untuk mengeksplorasi kembali “Main Agenda” hubungan Indonesia-India yang dipulihkan melalui dialog kembali ke akar sejarah. Ia menekankan bahwa kebijakan luar negeri Soekarno, yang mencakup kegiatan seperti Konferensi Asia Afrika dan Conefo (Conference of the New Emerging Forces), memberikan fondasi kuat bagi kerja sama bilateral. “Main Agenda ini melibatkan keinginan untuk menciptakan kerja sama yang tidak hanya berbasis kepentingan ekonomi, tapi juga nilai-nilai kebudayaan dan politik yang selama ini kita pertahankan,” jelas Puan.

Menurut Puan, “Main Agenda” dalam kunjungan Modi adalah kesempatan untuk meninjau kembali peran Indonesia sebagai negara yang mendorong keadilan internasional. Ia juga menyinggung tentang potensi kerja sama di bidang pendidikan, energi, dan teknologi, yang bisa memperkuat persahabatan yang sudah berlangsung lebih dari tujuh dekade. “Main Agenda ini mencerminkan bahwa, meskipun zaman berubah, prinsip-prinsip yang diperkenalkan Soekarno tetap relevan dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Kerja sama Indonesia-India pada masa Soekarno juga mencakup perjanjian pertukaran diplomatik, seperti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa diplomatik di berbagai forum internasional. Puan mengingatkan bahwa selama kepemimpinan Soekarno, Indonesia berperan aktif dalam membangun aliansi dengan negara-negara Asia dan Afrika, yang sekarang dianggap sebagai kebijakan yang bisa diadopsi dalam konteks kebijakan luar negeri Indonesia saat ini. “Main Agenda” kali ini, katanya, menjadi pengingat bahwa kepercayaan yang tumbuh antara kedua negara tidak hanya berdasarkan geopolitik, tapi juga kebudayaan dan sejarah yang telah terbangun sejak tahun 1950.

Di sisi lain, Puan juga menyoroti pentingnya parlemen dalam memastikan bahwa “Main Agenda” hubungan Indonesia-India tetap dijaga dalam berbagai ranah. Ia menegaskan bahwa DPR/MPR, yang dibangun tahun 1965 sebagai bagian dari Conefo, masih menjadi pusat kebijakan yang memperkuat hubungan bilateral. “Main Agenda” dalam konteks ini tidak hanya tentang memperkuat kerja sama ekonomi, tapi juga tentang menjaga kebijakan yang terbuka dan inklusif, seperti yang diperkenalkan oleh Soekarno di era kemerdekaan.

Join the discussion