Key Strategy: Ekspansi ke Benua Hitam, Chery Ambil Alih Pabrik Nissan di Afsel
Ekspansi ke Afrika Selatan, Chery Toreh Key Strategy dalam Globalisasi Key Strategy menjadi fokus utama Chery, produsen mobil asal Tiongkok, dalam
Ekspansi ke Afrika Selatan, Chery Toreh Key Strategy dalam Globalisasi
Key Strategy menjadi fokus utama Chery, produsen mobil asal Tiongkok, dalam mengembangkan kehadiran di pasar internasional. Perusahaan ini telah meluncurkan inisiatif besar dengan mengakuisisi pabrik Nissan yang bekas di kawasan Rosslyn, Pretoria, Afrika Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk memperkuat posisi sebagai merek otomotif global, terutama di benua Afrika.
Langkah Kunci dalam Pembaruan Pabrik
Transaksi pengambilalihan pabrik Nissan ini diumumkan sejak Januari 2026 dan berlaku resmi pada 3 Juli 2026. Chery berencana mengalokasikan dana besar untuk memperbarui infrastruktur dan memperkenalkan teknologi canggih sebelum beroperasi penuh pada tengah 2027. Dengan Key Strategy ini, perusahaan menargetkan Afrika Selatan sebagai pusat produksi yang menyeluruh, mencakup manufaktur, ekspor, serta pengembangan inovatif.
Dalam fase awal, Chery akan memproduksi model Jetour T, Jaecoo J5, dan Chery Tiggo 4. Varian Jaecoo J5 akan hadir dalam mesin bensin dan motor listrik, menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan energi. Selain itu, perusahaan berharap meningkatkan komponen lokal hingga 40%, menggandeng mitra Tiongkok untuk teknologi canggih, serta memperkuat rantai pasok di kawasan tersebut.
Peluang dan Dampak Ekonomi
Proyek ini diharapkan menciptakan hampir 3.000 pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung, di sektor manufaktur, logistik, dan layanan pendukung. Chery berkomitmen untuk mempertahankan seluruh 692 karyawan yang bekerja di pabrik saat ini. Key Strategy mereka juga mencakup pengembangan infrastruktur lokal dan peningkatan keterlibatan masyarakat Afrika Selatan dalam industri otomotif.
Langkah ini bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka akses pasar ke negara-negara lain di Afrika. Dengan memperkuat kehadiran di Afrika Selatan, Chery mencoba mengakar ke wilayah strategis yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi. Key Strategy mereka mencerminkan kebijakan ekspansi yang bertahap, mulai dari investasi infrastruktur hingga ekspor kendaraan.
Chery juga menargetkan kapasitas produksi sekitar 15.000 unit kendaraan dalam beberapa bulan pertama kuartal III dan IV 2027. Dengan Key Strategy ini, perusahaan berharap membangun basis produksi yang kuat, mempercepat pertumbuhan pasar, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Proyek pengambilalihan pabrik Nissan dilihat sebagai batu loncatan untuk menguasai pasar Afrika secara lebih signifikan.
“Key Strategy kami mencakup transformasi pabrik Rosslyn menjadi sentra otomotif komprehensif, termasuk riset, pengembangan, operasi rantai pasok, serta pelatihan teknis. Kami juga menargetkan penjualan kendaraan melebihi 100.000 unit per tahun di Afrika,” ujar Charlie Zhang, Wakil Presiden Chery Auto, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (5/7/2026).
Dalam konteks global, ekspansi ke Afrika Selatan menjadi bagian dari Key Strategy Chery untuk menciptakan ekosistem bisnis yang stabil di pasar yang sedang berkembang. Dengan menggabungkan teknologi Tiongkok dan sumber daya lokal, perusahaan berharap mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mengurangi biaya operasional. Key Strategy ini juga dirancang untuk mendukung ekonomi Afrika Selatan melalui investasi langsung dan kolaborasi dengan mitra setempat.
