Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nusantara

Key Discussion: Anak Buruh Tani Gunungkidul Raih Beasiswa 100 Persen di UGM

Robert Moore - tajuknusa.com 4 mins read

gkidul Raih Beasiswa 100 Persen di UGM Key Discussion – Pendidikan tinggi sering kali menjadi impian yang tak terjangkau bagi keluarga di pedesaan, terutama

Anak Buruh Tani Gunungkidul Raih Beasiswa 100 Persen di UGM

Key Discussion – Pendidikan tinggi sering kali menjadi impian yang tak terjangkau bagi keluarga di pedesaan, terutama di daerah dengan ekonomi yang kurang stabil. Namun, Leni Ismawati, seorang remaja 18 tahun dari Gunungkidul, berhasil mengubah narasi ini. Melalui program beasiswa pendidikan tinggi yang diberikan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui SNBP, Leni meraih kesempatan belajar di universitas ternama ini tanpa beban finansial. Beasiswa ini mencakup pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) 100%, memungkinkan Leni menempuh studi akuntansi di UGM secara mandiri. Key Discussion ini menjadi bukti bagaimana semangat belajar dan perjuangan keluarga kecil bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Keluarga Berpenghasilan Tidak Menentu

Leni, putri dari Semojo (50) dan Erni (37), menggantungkan kehidupan pada kegiatan bertani dan beternak. Penghasilan yang tidak pasti membuatnya membutuhkan dukungan ekstra untuk menempuh pendidikan. Sementara Semojo mengurus lahan pertanian, Erni bekerja sebagai buruh tani di kawasan desa. Meski sibuk, Erni tidak pernah mengurangi perhatiannya terhadap pendidikan putrinya. “Saya selalu mendorong anak saya untuk sekolah, bagaimanapun caranya. Biaya nanti bisa dicari, tapi saya tidak ingin dia menyesal seperti orang tuanya,” kata Erni, Selasa (30/6/2026).

“Keluarga saya tidak pernah mewah, tapi setiap hari saya berusaha memberinya yang terbaik. Ini adalah Key Discussion tentang bagaimana keinginan belajar bisa mengubah hidup,” tambah Leni.

Kemampuan Mengatur Waktu Belajar

Pendekarannya menginspirasi Leni untuk tetap fokus. Saat mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Wonosari, ia tinggal di kosan jauh dari rumah. Kondisi tersebut justru melatih kemandirian dan disiplin dalam mengatur waktu belajar. Ia tidak mengikuti les privat, melainkan belajar mandiri. Kebiasaan bangun pukul 02.00 WIB untuk belajar sebelum pergi ke sekolah memperkuat tekadnya. “Saya harus menyeimbangkan tugas sekolah dan pekerjaan rumah. Jika tidak, saya akan tertinggal,” ungkap Leni.

Sebagai anak dari buruh tani, Leni juga menghadapi tantangan dalam mengakses sumber belajar. Namun, ia justru menemukan cara berbeda untuk mengatasi hambatan ini. Dengan bantuan saudara dan tetangga, ia bisa mendapatkan materi pelajaran tambahan. “Mereka selalu membantu, meski hanya sedikit. Ini adalah Key Discussion tentang kebersamaan dan semangat belajar yang tak pernah pudar,” tambahnya.

Pembentukan Minat dan Prestasi

Ketertarikan Leni pada bidang ekonomi berkembang sejak SMA. Minat ini semakin memuncak ketika ia mengenali mata pelajaran akuntansi di kelas XII. Ia yakin bidang tersebut menawarkan peluang karier yang baik. Selain akademik, Leni juga aktif dalam organisasi seperti Rohis, PMR, IPM, dan pernah mengikuti olimpiade sains nasional (OSN) Ekonomi tingkat kabupaten. Prestasi ini tidak hanya menunjukkan ketekunan, tapi juga menegaskan bahwa Key Discussion tentang kemampuan belajar tidak terbatas pada keadaan ekonomi.

“Ketika saya dulu mengikuti OSN Ekonomi, saya mulai mengerti bahwa akuntansi bukan hanya angka, tapi cara mengelola kehidupan. Ini adalah Key Discussion tentang bagaimana pendidikan bisa menjadi peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga,” jelas Leni.

Program Beasiswa SNBP dan Kontribusinya

Beasiswa SNBP yang diberikan UGM kepada Leni tidak hanya berupa UKT 100%, tapi juga dukungan struktural dari pihak universitas. Program ini dirancang untuk memastikan siswa berprestasi dari latar belakang ekonomi sederhana dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa hambatan. “SNBP adalah Key Discussion yang menunjukkan komitmen UGM untuk mendukung anak-anak desa. Program ini membuka peluang bagi mereka yang ingin berprestasi,” kata salah satu staf penerimaan UGM.

Menurut informasi, program SNBP menawarkan beasiswa berdasarkan nilai akademik, prestasi non akademik, dan keterampilan sosial. Leni memenuhi semua kriteria tersebut, terutama dalam bidang ekonomi. Dukungan dari orang tua, kemampuan mengatur waktu, dan semangat belajar menjadi faktor utama dalam menyelesaikan proses seleksi. “Saya selalu berdoa agar bisa terpilih. Ini adalah Key Discussion yang membawa saya ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Leni.

Harapan dan Impian Masa Depan

Sekarang, Leni berharap peran akuntansi di UGM akan menjadi awal perubahan nasib keluarga. “Saya ingin program ini membuka lebih banyak jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi saya,” harapnya. Cerita Leni menggambarkan bagaimana Key Discussion tentang semangat belajar dan dukungan orang tua bisa mengatasi keterbatasan ekonomi, membuka peluang besar bagi generasi muda di pedesaan. Ia juga berharap bisa menjadi teladan bagi adiknya dan komunitas sekitar.

Beasiswa 100% yang diberikan UGM melalui SNBP menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi bisa diakses oleh siapa saja, selama memiliki kemauan dan prestasi. Dengan keberhasilan Leni, harapan untuk mendukung anak-anak buruh tani di Gunungkidul semakin terbuka. Ia menyatakan bahwa setelah menyelesaikan studi, ia ingin berkontribusi pada pengembangan ekonomi desa. “Saya ingin menjadi bagian dari perubahan. Ini adalah Key Discussion yang menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi kunci untuk meraih kehidupan yang lebih baik,” pungkas Leni.

Join the discussion