Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Ekonomi

Main Agenda: Hobi Masak Jadi Jalan Ninja Perempuan Ini Raup Pundi Cuan

Richard Gonzalez - tajuknusa.com 3 mins read

Jalan Berhasil Main Agenda - Seorang perempuan biasa yang hobi memasak, Euis Sunarsih, kini menjadi contoh nyata bagaimana passion bisa berubah menjadi

Main Agenda: Hobi Masak Jadi Jalan Ninja Perempuan Ini Raup Pundi Cuan

Hobi Masak Jadi Jalan Berhasil

Main Agenda – Seorang perempuan biasa yang hobi memasak, Euis Sunarsih, kini menjadi contoh nyata bagaimana passion bisa berubah menjadi peluang usaha yang menghasilkan pendapatan besar. Dengan mendirikan usaha kecil berbasis bahan-bahan lokal, Euis berhasil menciptakan produk olahan yang diminati oleh banyak konsumen. Main Agenda ini bukan hanya tentang keberhasilan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana hobi yang sederhana bisa menjadi jalan untuk mewujudkan mimpi finansial yang nyata.

Mulai dari Hobi Masak

Awal perjalanan Euis dimulai dari hobi masak yang ia nikmati sejak dulu. Sebagai ibu rumah tangga, ia awalnya hanya membuat masakan untuk keluarga dan tetangga dekat. Namun, semangatnya untuk terus belajar dan berkarya membuat ia mulai mencoba mengubah masakan sederhana menjadi produk yang bisa dijual. “Saya memang suka masak, tapi belum pernah berpikir bahwa ini bisa jadi penghasilan,” katanya. Kini, dengan berani mengambil langkah pertama, ia telah mengubah hobi menjadi sebuah bisnis yang bisa menghasilkan ratusan juta per bulan.

“Hobi masak bisa menjadi peluang usaha asalkan ada keuletan dan kreativitas,” ujar Euis Sunarsih, yang berani mencoba berbagai inovasi dalam memproses bahan-bahan lokal.

Perjalanan Usaha Euis

Usaha Euis berawal pada tahun 2016, setelah ia bergabung dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Dengan dukungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), perempuan-perempuan di kelompok itu diberi pelatihan tentang pengemasan dan pemasaran produk. Di kampungnya, singkong menjadi bahan utama yang dikuasai, tetapi sebagian besar hanya dijual mentah. Euis melihat peluang untuk mengolah singkong menjadi keripik daun, yang kemudian menjadi produk pertamanya.

Inovasi Produk Olahan Rumahan

Berawal dari keripik daun, Euis terus mengembangkan inovasi. Ia menciptakan berbagai produk seperti pangsit balado, kacang bawang, dan kentang mustofa. Kentang mustofa, yang awalnya hanya ide dari suaminya, kini menjadi andalan utama. “Saya belajar dari YouTube dan resep online. Itu yang membuat saya bisa membuat kentang mustofa pertama kali,” jelasnya. Produk pertama yang ia buat langsung mendapat pesanan sebanyak 50 bungkus, menunjukkan respons pasar yang positif.

Untuk menjaga kualitas, Euis memilih bahan-bahan terbaik, seperti kentang asal Dieng yang memiliki tekstur lebih renyah. Ia juga memastikan setiap produk diolah dengan metode yang aman, termasuk mengurus sertifikasi halal dan PIRT. Proses ini memakan waktu, tetapi hasilnya memuaskan. “Main Agenda ini adalah upaya untuk memberdayakan diri sendiri dan masyarakat sekitar,” tambahnya, menekankan pentingnya pengembangan usaha kecil.

Peluang Pasar yang Luas

Produk olahan rumahan Euis kini dikenal luas, tidak hanya di sekitar kampungnya. Berkat pemasaran yang tepat, ia telah menjangkau konsumen di berbagai daerah. Pesanan kentang mustofa, misalnya, banyak datang melalui sistem pre-order. Konsumen tetap sering memesan untuk kebutuhan pribadi atau hadiah dalam acara tertentu. “Main Agenda ini bisa menjadi contoh bagaimana usaha kecil bisa berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya, menambahkan bahwa ia juga berencana mengembangkan berbagai varian produk dari bahan-bahan sekitar.

Dukungan dari pelatihan pengemasan dan pemasaran dari IPB mempercepat pertumbuhan usaha Euis. Ia memanfaatkan berbagai teknik, seperti membuat kemasan menarik dan memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk. “Main Agenda terus berkembang, dan saya bersyukur bisa mencapai titik ini,” katanya, sambil menyebutkan bahwa ia juga aktif mengajarkan teknik masak kepada perempuan lain di desa tersebut.

Insight dari Sukses Bisnis

Berbicara tentang Main Agenda, Euis menekankan pentingnya konsistensi dan keinginan untuk terus belajar. “Kadang, kita harus mencoba hal baru meski tidak pernah memikirkannya sebelumnya. Itu yang terjadi pada saat membuat kentang mustofa,” katanya. Meski sempat ragu, ia berani mengambil risiko dan hasilnya melebihi ekspektasi. “Bisnis ini juga memperkuat hubungan dengan tetangga dan masyarakat, sekaligus memberi penghasilan yang stabil,” jelasnya.

Dengan usaha yang konsisten, Euis berhasil mengembangkan Main Agenda menjadi brand yang dikenal. Ia terus mencari ide baru, seperti memperluas variasi produk atau memasukkan elemen modern ke dalam tradisi masakan lokal. “Main Agenda tidak hanya tentang profit, tetapi juga tentang mengembangkan potensi yang ada di sekitar kita,” tuturnya, menggambarkan semangat usaha yang mendorong kemajuan ekonomi desa. Hal ini menunjukkan bagaimana hobi sederhana bisa menjadi jalan untuk menciptakan nilai ekonomi yang signifikan.

Join the discussion