Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Sport

New Policy: Inggris vs Kongo Sepi Penonton? Ribuan Tiket Piala Dunia Belum Terjual

Sarah Smith - tajuknusa.com 3 mins read

Inggris vs Kongo Sepi Penonton, Ribuan Tiket Piala Dunia Belum Terjual New Policy - Dalam rangka persiapan babak gugur Piala Dunia 2026, New Policy

New Policy: Inggris vs Kongo Sepi Penonton? Ribuan Tiket Piala Dunia Belum Terjual

Inggris vs Kongo Sepi Penonton, Ribuan Tiket Piala Dunia Belum Terjual

New Policy – Dalam rangka persiapan babak gugur Piala Dunia 2026, New Policy memengaruhi minat penonton terhadap pertandingan Inggris melawan Republik Demokratik Kongo (DR Congo) yang akan digelar di Atlanta, Amerika Serikat, pada hari Rabu, 1 Juli 2026. Meski jadwal telah diumumkan, sejumlah besar tiket resmi masih tersisa, dengan total sekitar 600 dari 67.382 kursi di Mercedes-Benz Stadium belum terjual. Data terkini menunjukkan bahwa situasi ini memicu kekhawatiran mengenai partisipasi publik, terutama di bawah bimbingan New Policy yang mengatur strategi pemasaran dan distribusi tiket.

Kualifikasi Timnas Inggris

Timnas Inggris berhasil memasuki babak sistem gugur setelah menyelesaikan kualifikasi dengan keberhasilan mengesankan. Kemenangan dramatis atas Panama akhir pekan lalu menjadi penentu kelayakan mereka, namun antusiasme penonton terhadap pertandingan pertama di bawah New Policy tampak kurang menggema. Dalam beberapa hari terakhir, penjualan tiket mengalami penurunan signifikan, terutama untuk pertandingan melawan tim yang dianggap tidak seimbang secara teknik.

Data Tiket yang Tersisa

Menurut laporan dari The Telegraph, Selasa (30/6/2026), kondisi tiket yang tersisa mencerminkan kecemasan pasar. Kategori premium, seperti Kategori 1 (Rp 14,4 juta) dan Kategori 2 (Rp 12,5 juta), masih menyisakan 123 dan 461 tiket yang belum terjual. Di pasar resell, harga tiket bervariasi, mulai dari Rp 12,1 juta hingga mencapai Rp 2,2 miliar. New Policy yang mendorong penjualan tiket secara online telah berdampak pada distribusi penonton, dengan penurunan jumlah peserta dibandingkan pertandingan sebelumnya.

“Artinya, ada potensi besar pemandangan tribune yang lowong saat Harry Kane dan kawan-kawan berjalan memasuki lapangan hijau,” tulis The Telegraph.

Penyebab Minim Minat Penonton

Analisis menyebutkan bahwa kebijakan New Policy berkontribusi pada minimnya minat penonton. Sistem pembelian tiket secara digital dan perubahan jadwal yang tidak terduga memaksa penggemar menunda rencana kunjungan. Selain itu, pemilihan lokasi pertandingan di Atlanta juga memengaruhi jumlah penonton, karena belum ada pengalaman sebelumnya mengenai perayaan Piala Dunia di kota tersebut. Kebiasaan penggemar internasional yang lebih memilih pertandingan besar di kota-kota utama seperti Barcelona atau Paris juga menjadi faktor.

Klarifikasi dari FIFA

FIFA mengklaim bahwa New Policy masih menunjukkan peningkatan kehadiran penonton di Amerika Utara, meski data menunjukkan adanya potensi penurunan. Seorang juru bicara menyatakan bahwa statistik tiket yang tersisa diumumkan berdasarkan pemindaian di pintu masuk, bukan hanya observasi visual. Contohnya, pertandingan Korea Selatan vs Ceko di Guadalajara sebelumnya menunjukkan penonton lebih memilih berdiri di area concourse ketimbang duduk di bangku selama 90 menit. New Policy berusaha mengatasi ini dengan menawarkan tiket lebih murah untuk kategori ekonomi.

Respons dari Operator Event

Operator acara Piala Dunia 2026 mengungkapkan bahwa New Policy dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas dan menarik penonton dari berbagai kalangan. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka menyesuaikan strategi dengan menawarkan paket tiket yang lebih kompetitif dan kampanye pemasaran intensif. Namun, angka penjualan yang rendah tetap menjadi tantangan, terutama di bawah tekanan New Policy yang menekankan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan infrastruktur pertandingan.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2022 di Qatar, situasi tiket yang tersisa di Atlanta mencerminkan perbedaan preferensi penonton. New Policy di sini berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi belum sepenuhnya berhasil menarik minat. Misalnya, pertandingan antara Inggris dan tim lain di fase kualifikasi menunjukkan penjualan yang lebih baik, mengisyaratkan bahwa faktor seperti perbedaan waktu atau lokasi berperan besar dalam keputusan pembelian tiket. New Policy terus mengawasi data ini untuk menyesuaikan strategi selama turnamen berlangsung.

Join the discussion