Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Discussion: Pimpinan DPR Temui Pendemo, Mahasiswa Trisakti Sampaikan 3 Tuntutan

Mark Anderson - tajuknusa.com 3 mins read

Pimpinan DPR Temui Pendemo Mahasiswa, Key Discussion Jadi Fokus dalam Tuntutan Trisakti Key Discussion menjadi topik utama dalam pertemuan antara pimpinan

Key Discussion: Pimpinan DPR Temui Pendemo, Mahasiswa Trisakti Sampaikan 3 Tuntutan

Pimpinan DPR Temui Pendemo Mahasiswa, Key Discussion Jadi Fokus dalam Tuntutan Trisakti

Key Discussion menjadi topik utama dalam pertemuan antara pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan kawasan Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026). Pertemuan ini diinisiasi sebagai upaya untuk mendengarkan langsung aspirasi dan tuntutan dari para peserta aksi, yang kemudian disampaikan secara resmi dalam sebuah forum yang dihadiri oleh sejumlah pimpinan DPR dan organisasi kampus.

Tuntutan Mahasiswa Trisakti dalam Pertemuan dengan DPR

Dalam Key Discussion, mahasiswa Trisakti mengungkapkan tiga tuntutan utama yang menjadi fokus perhatian mereka. Tuntutan-tuntutan tersebut dituangkan dalam bentuk nama-nama singkat, yaitu Tritura Trisakti, yang masing-masing mewakili isu-isu kritis terkait pendidikan, kebijakan ekonomi, dan transparansi pemerintahan. Tuntutan pertama terkait penghapusan kebijakan kenaikan biaya pendidikan yang dinilai memberatkan mahasiswa, terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Tuntutan kedua berkaitan dengan peningkatan kualitas pengelolaan dana desa, agar lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sementara tuntutan ketiga menuntut reformasi sistem pemerintahan agar lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, yang mengaku terbuka terhadap masukan dari para mahasiswa. Saan Mustopa menekankan bahwa Key Discussion ini adalah wujud komitmen DPR untuk menjawab suara publik. “Kita ingin mendengarkan langsung apa yang mereka inginkan, agar tuntutan ini bisa menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pemerintah,” kata Saan, seperti dilansir Antara. Tidak hanya itu, hadir pula sejumlah anggota dewan seperti Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath, dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Nazaruddin Dek Gam.

“Kita menantikan apa yang akan disampaikan oleh mereka,” ujar Saan dikutip dari Antara.

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 17.45 WIB, setelah para mahasiswa memasuki Gedung Nusantara DPR. Aksi unjuk rasa sebelumnya telah menarik perhatian ratusan peserta, yang datang dari berbagai universitas, termasuk Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan Universitas Mercu Buana. Sebagai bagian dari Key Discussion, para peserta demo juga membawa suara dari organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan beberapa kelompok kampus lainnya yang mendukung tuntutan mereka.

Key Discussion ini tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan tuntutan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong dialog lebih dalam antara mahasiswa dan pemerintah. Menurut salah satu perwakilan mahasiswa Trisakti, pertemuan tersebut menunjukkan kepedulian DPR terhadap isu-isu yang berkembang di kalangan akademisi. “Ini adalah langkah penting untuk memperkuat kemitraan antara DPR dengan generasi muda,” ungkapnya. Dalam sesi Key Discussion, para mahasiswa juga memberikan contoh konkret dari dampak kebijakan tertentu yang mereka rasakan di lapangan, seperti kenaikan biaya kuliah dan kesenjangan akses pendidikan.

Sebagai penutup, pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari upaya-upaya lebih luas untuk memperbaiki sistem pemerintahan dan kebijakan sosial. DPR berkomitmen untuk memproses tuntutan-tuntutan tersebut dalam waktu dekat, sementara mahasiswa Trisakti menegaskan bahwa Key Discussion akan terus dijadikan sarana untuk mengawasi kinerja pemerintah. “Kita ingin terus berpartisipasi dalam Key Discussion agar aspirasi kita tidak terabaikan,” tambah salah satu peserta aksi. Pertemuan ini juga dianggap sebagai langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan.

Join the discussion