Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Ekonomi

Latest Program: Berapa Idealnya Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Kata Pakar

Mark Anderson - tajuknusa.com 3 mins read

Program Terbaru: Berapa Idealnya Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Kata Pakar Latest Program – Jakarta, Beritasatu.com – Emas selama ini dianggap

Latest Program: Berapa Idealnya Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Kata Pakar

Program Terbaru: Berapa Idealnya Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Kata Pakar

Latest Program – Jakarta, Beritasatu.com – Emas selama ini dianggap sebagai aset yang memiliki keunggulan dalam mempertahankan nilai, terutama dalam kondisi inflasi tinggi atau ketidakstabilan pasar keuangan. Namun, dalam program terbaru ini, para ahli keuangan menyoroti pentingnya menentukan porsi emas yang tepat dalam portofolio investasi. Berdasarkan kajian terkini, rekomendasi untuk alokasi emas berkisar antara 5% hingga 15% dari total aset, tergantung pada dinamika ekonomi dan profil risiko setiap individu.

Perspektif dari Pakar Investasi

Mitra dari SAX Wealth Advisors, William Connor, yang juga memiliki sertifikasi CFA dan CFP, menjelaskan bahwa persentase emas dalam investasi biasanya berada di rentang 5% hingga 10%. “Pola awal yang umum untuk emas adalah sekitar 5% hingga 10%,” tambah Connor. Menurutnya, angka ini bisa membantu meningkatkan keragaman portofolio tanpa mengurangi potensi keuntungan jangka panjang secara berarti.

“Setelah kenaikan harga emas dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi, persentase tersebut kini mencapai 10% hingga 15%,” ujar Leo Chen, dosen dari Muma College of Business, University of South Florida.

Chen menambahkan bahwa rekomendasi ini berubah seiring dinamika pasar. Pada masa sebelumnya, alokasi emas berada di kisaran 2% hingga 5%, tetapi kini lebih tinggi karena tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Dalam program terbaru ini, para ahli sepakat bahwa penyesuaian proporsi emas perlu disesuaikan dengan kebutuhan finansial dan kondisi makroekonomi yang relevan.

Faktor yang Mempengaruhi Alokasi Emas

Para pakar menekankan bahwa keputusan alokasi emas harus didasarkan pada beberapa aspek kunci. Pertama, tingkat toleransi terhadap risiko. Investor yang lebih konservatif cenderung memilih aset yang stabil, seperti emas, untuk melindungi modal mereka. Kedua, kekhawatiran inflasi. Emas sering digunakan sebagai perlindungan terhadap penurunan nilai uang, terutama dalam era kenaikan suku bunga dan ketidakpastian moneter. Ketiga, horizon investasi. Dalam program terbaru, para ahli mengingatkan bahwa investor dengan jangka waktu panjang mungkin bisa mempertimbangkan porsi emas yang lebih besar, sementara mereka dengan jangka pendek perlu fokus pada instrumen yang lebih likuid.

Besarnya porsi emas dalam portofolio juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik dan fluktuasi mata uang. Misalnya, dalam masa krisis ekonomi seperti pandemi atau perang dagang, emas sering menjadi pilihan utama karena sifatnya sebagai aset safe haven. Dalam program terbaru, ini menjadi fokus utama bagi investor yang ingin mengurangi risiko volatilitas pasar.

Strategi untuk Berbagai Profil Investor

Di sisi lain, investor muda dianggap lebih fleksibel menghadapi perubahan pasar, serta memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencapai tujuan finansial. Dalam program terbaru, mereka dinasihati agar lebih mengalokasikan dana ke instrumen ekuitas atau obligasi, yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi. Sebaliknya, bagi mereka yang mendekati masa pensiun atau memiliki jangka investasi pendek, emas menjadi pilihan yang lebih menarik karena sifatnya yang stabil dan likuid.

Program terbaru ini juga memberikan panduan terkini tentang bagaimana menggabungkan emas dengan aset lain. Dalam studi terbaru, emas tidak hanya sebagai jangkauan diversifikasi, tetapi juga sebagai alat untuk mengimbangi risiko dari sektor-sektor seperti saham atau obligasi. Para ahli menyarankan bahwa investor perlu melakukan evaluasi berkala untuk memastikan proporsi emas tetap sesuai dengan kebutuhan mereka.

Join the discussion