Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Topics Covered: Menbud Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Mesin Ekonomi Bangsa

Sandra Martinez - tajuknusa.com 3 mins read

Membangun Ekonomi Nasional Melalui Potensi Kebudayaan Menbud Fadli Zon: Kebudayaan sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Topics Covered dalam acara Sarasehan

Topics Covered: Menbud Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Mesin Ekonomi Bangsa

Membangun Ekonomi Nasional Melalui Potensi Kebudayaan

Menbud Fadli Zon: Kebudayaan sebagai Mesin Penggerak Ekonomi

Topics Covered dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada hari Minggu (28/6/2026) menjadi sorotan utama. Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara tegas menyatakan bahwa kebudayaan bukan hanya bagian dari identitas nasional, tetapi juga mesin penggerak yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi bangsa. Ia menekankan bahwa dalam konteks globalisasi, keberlanjutan ekonomi tergantung pada pengelolaan kekayaan budaya yang terintegrasi dalam kebijakan pembangunan.

Pembicara utama acara tersebut menyampaikan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam mengurangi ketergantungan ekonomi pada luar negeri. Menurutnya, faktor-faktor seperti pengetahuan lokal, identitas nasional, hubungan sosial yang erat, dan kreativitas masyarakat harus menjadi fondasi utama strategi perekonomian. “Kebudayaan adalah modal inti yang membentuk cara masyarakat kita berproduksi, beradaptasi, dan berinovasi,” ujar Fadli Zon. Ia menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan elemen sentral dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.

“Kebudayaan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi kemandirian ekonomi, bukan hanya benda hias atau pelengkap pembangunan,” tambah Fadli Zon dalam wawancara eksklusif. Menurutnya, potensi ekonomi Indonesia bisa dikembangkan melalui warisan budaya takbenda yang tersebar di seluruh wilayah, seperti seni tradisional, pertunjukan kesenian, dan nilai-nilai adat yang masih relevan di era modern.

Potensi Kebudayaan sebagai Sumber Daya Ekonomi

Menurut Menbud, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terdiri dari sekitar 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, ribuan warisan budaya takbenda, serta berbagai situs warisan dunia yang tersebar di pulau-pulau. Fakta ini membuktikan bahwa kebudayaan Indonesia adalah sumber daya yang sangat berpotensi. Dengan memanfaatkan kekayaan ini, bangsa bisa menciptakan nilai tambah melalui industri kreatif, pariwisata budaya, dan ekspor produk budaya yang bernilai ekonomis.

Fadli Zon menyoroti bahwa kebudayaan tidak hanya membangun kebanggaan nasional, tetapi juga menjadi faktor penunjang daya saing. Ia menyebut kebudayaan sebagai mesin ekonomi yang mampu menggerakkan sektor-sektor strategis, seperti pertanian, perikanan, dan manufaktur. “Kekayaan budaya bisa diubah menjadi produk yang bernilai ekonomi, baik melalui hilirisasi, inovasi, maupun pemanfaatan teknologi,” jelasnya. Ia mencontohkan bagaimana seni tekstil tradisional dapat dikembangkan menjadi brand mode modern yang diminati pasar internasional.

Dalam diskusi, Fadli Zon juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam memperkuat peran kebudayaan. Ia menekankan bahwa lembaga-lembaga pendidikan harus menjadi tempat di mana warisan budaya diintegrasikan dalam kurikulum. “Dengan pendidikan yang berbasis budaya, generasi muda akan lebih memahami nilai-nilai lokal yang bisa diaplikasikan dalam berbagai sektor,” tambahnya. Ini menjadi salah satu Topics Covered dalam acara yang membahas transformasi kebudayaan menjadi alat pembangunan ekonomi.

Agenda Strategis Kementerian Kebudayaan

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Kebudayaan telah merumuskan beberapa agenda strategis. Pertama, penguatan data kebudayaan nasional untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat dan berkelanjutan. Kedua, pengembangan hilirisasi kebudayaan agar nilai tambah dari kekayaan budaya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Pengelolaan hilirisasi harus berpijak pada kebutuhan lokal dan meningkatkan kesejahteraan seniman serta perajin,” terang Fadli Zon.

Kelima, perluasan akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku budaya. Ini termasuk Topics Covered dalam strategi pemerintah untuk mendukung usaha kecil dan menengah yang berbasis budaya. Keenam, penguatan perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual komunal. Menurut Menbud, perlindungan ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dari aset budaya yang tidak bisa dipungkiri. Terakhir, ia menekankan peran perguruan tinggi sebagai pusat riset, inovasi, dokumentasi, dan pengembangan industri budaya yang berbasis ilmu pengetahuan.

Dalam kesimpulan, Fadli Zon meminta seluruh pihak, termasuk pengusaha, akademisi, dan masyarakat, untuk bersama-sama menjadikan kebudayaan sebagai salah satu Topics Covered dalam pembangunan nasional. “Kebudayaan harus dianggap sebagai sumber kekuatan, bukan hanya sebagai produk budaya yang terbawa waktu,” pungkasnya. Ia yakin dengan pendekatan holistik ini, Indonesia bisa menciptakan ekonomi yang lebih mandiri dan inklusif.

Join the discussion