Key Strategy: DEN: Target Ekonomi 8 Persen Mustahil Tanpa Pasokan Energi Andal
DEN: Strategi Utama Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tidak Bisa Terlepas dari Pasokan Energi yang Terjamin Key Strategy - Jakarta, Beritasatu.com – Dewan
DEN: Strategi Utama Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tidak Bisa Terlepas dari Pasokan Energi yang Terjamin
Key Strategy – Jakarta, Beritasatu.com – Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa tercapainya pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen pada tahun 2029 adalah tujuan yang sangat ambisius, namun hanya bisa diwujudkan jika pasokan energi dalam negeri terjamin. Organisasi ini menggarisbawahi bahwa energi bukan sekadar kebutuhan pokok, tetapi menjadi fondasi penting dalam mendukung kegiatan ekonomi, memperkuat industri, serta menarik investasi ke dalam negeri. Dalam rapat virtual via Zoom, Minggu (28/6/2026),DEN menekankan bahwa keandalan energi adalah salah satu key strategy utama dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Ketergantungan Energi pada Sektor Produktif
Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menjelaskan bahwa sektor energi memiliki peran sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, peningkatan target pertumbuhan dari 5% ke 8% akan menuntut kenaikan signifikan dalam pasokan listrik dan bahan bakar, khususnya untuk industri manufaktur, pertanian, serta sektor transportasi. “Tanpa energi, tidak ada proses produksi, dan tanpa produksi, pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa tercapai,” ujar Satya dalam wawancara dengan media. Pernyataan ini menegaskan bahwa key strategy dalam pembangunan nasional tidak bisa terlepas dari keberlanjutan pasokan energi yang andal.
“Kita harus mampu memenuhi kebutuhan energi sesuai dengan laju pertumbuhan ekonomi, agar tidak menghambat upaya pembangunan jangka panjang.”
Satya menambahkan bahwa kenaikan kebutuhan energi harus diprediksi secara dini untuk memastikan sistem pasokan tetap siap menghadapi tantangan di masa depan. Ini menunjukkan bahwa key strategy dalam pengelolaan energi perlu dipadukan dengan kebijakan makroekonomi, termasuk investasi pada infrastruktur dan teknologi energi terbarukan. Tantangan utama, kata Satya, adalah memastikan ketersediaan pasokan energi yang konsisten, terutama di daerah-daerah yang rawan kekurangan daya.
Kebutuhan Energi dan Tantangan Daerah
Belakangan ini, pemadaman listrik di beberapa wilayah seperti Jawa, Sumatra, dan Kalimantan menjadi indikator bahwa sistem energi nasional masih rentan. Satya mengingatkan bahwa keandalan pasokan energi bukan hanya tergantung pada produksi, tetapi juga pada efisiensi distribusi dan aksesibilitas ke daerah terpencil. “Ketersediaan energi yang merata adalah bagian dari key strategy dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat,” katanya. Hal ini terutama penting untuk memastikan industri kecil dan menengah (IKM) tetap beroperasi optimal, karena sektor ini menyumbang hingga 60% dari total PDB Indonesia.
Menurut data DEN, terdapat 25 persen dari populasi Indonesia yang masih mengandalkan energi fosil sebagai sumber utama. Di sisi lain, 75 persen penduduk daerah terpencil mengalami kesulitan akses energi listrik. Kondisi ini menunjukkan bahwa key strategy dalam pengembangan energi harus mencakup pendekatan yang lebih inklusif, baik melalui investasi besar-besaran pada proyek energi terbarukan maupun penguatan jaringan distribusi.
Solusi untuk Meningkatkan Ketahanan Energi
DEN merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pasokan energi. Pertama, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin di daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi. Kedua, optimalisasi penggunaan energi listrik melalui penerapan teknologi hemat energi. Ketiga, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga internasional dalam mempercepat proyek pengembangan infrastruktur energi. “Kolaborasi ini akan menjadi key strategy utama dalam mengurangi ketergantungan pada pasokan energi luar negeri,” jelas Satya.
Menurut laporan terbaru, pengembangan energi terbarukan dapat menekan biaya produksi hingga 30% dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau. Selain itu, DEN menyarankan pemerintah untuk memperkuat regulasi yang mendukung investasi dalam sektor energi, seperti memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang berkomitmen pada energi bersih. Ini selaras dengan key strategy nasional untuk mengurangi emisi karbon sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti terbaru melalui WhatsApp Channel Beritasatu.
