Latest Program: Gagal Ikut Pesparawi Manokwari, Video Paduan Suara Asal Kepri Viral
esparawi Manokwari Latest Program - Video dan foto rombongan paduan suara wanita Kepri yang bernyanyi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta)
Video Paduan Suara Kepri Viral Usai Gagal Ikut Pesparawi Manokwari
Latest Program – Video dan foto rombongan paduan suara wanita Kepri yang bernyanyi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, kini menjadi trending di media sosial. Kejadian ini terjadi setelah mereka gagal mengikuti Latest Program Pesparawi Manokwari, sebuah kompetisi paduan suara nasional yang rutin diadakan setiap tahun. Video tersebut memperlihatkan peserta yang sengaja berlatih di bandara sambil menunggu keberangkatan ke Manokwari, Papua, yang seharusnya menjadi bagian dari Latest Program.
Dalam keterangan Instagram @chorister.id yang dikutip Beritasatu.com, kejadian ini diduga terjadi karena masalah pembayaran tiket oleh panitia. Rombongan 27 anggota dari Kota Tanjungpinang sempat terlantar setelah petugas bandara menyatakan kode booking tiket belum dibayarkan. Mereka rencananya berangkat pada Rabu (24/6/2026) dengan rute Batam–Jakarta–Manokwari, namun gagal melakukan check-in karena tiket tidak terdeteksi.
Pelataran Masalah dan Penyebab Gagal Keberangkatan
Pihak agen perjalanan yang bertugas dalam Latest Program Pesparawi Manokwari sempat menjanjikan keberangkatan pada hari berikutnya setelah pemeriksaan menunjukkan tiket tidak dibayar. Namun, hingga keberangkatan dari Jakarta menuju Manokwari, peserta belum menerima kepastian tiket lanjutan. Kejadian ini menjadi sorotan karena peserta justru memilih bernyanyi di bandara sambil menunggu solusi dari panitia.
Menurut narasi yang beredar, kontingen Paduan Suara Wanita Kepri sempat bingung karena pihak panitia Latest Program dianggap lalai dalam menangani pembayaran tiket. Keputusan untuk mengubah jadwal keberangkatan berdampak pada perjalanan mereka, yang akhirnya diakhiri dengan keputusan untuk menyanyi di bandara. Kontingen ini menjadi sorotan karena sikap mereka yang terus berusaha memperlihatkan keahlian berpadu suara meski dalam situasi tak terduga.
Pesparawi Manokwari merupakan salah satu even paduan suara terbesar di Indonesia yang diadakan setiap tahun di Kota Manokwari, Papua. Event ini menarik partisipasi dari berbagai kota dan kabupaten, termasuk Kepri, sebagai bagian dari Latest Program nasional. Namun, kegagalan keberangkatan rombongan Kepri menciptakan momen tak terduga yang justru memperkuat ketenaran mereka di platform media sosial. Kehadiran mereka di bandara, meski sementara, terbukti menjadi pemicu fenomena viral.
Dampak Viral dan Tanggapan dari Pihak Terkait
Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, membenarkan lokasi dalam video dan foto berada di dalam kawasan bandara. “Kalau lihat lokasinya, sepertinya benar (dalam wilayah Bandara Soekarno-Hatta), ini,” ujarnya saat dikonfirmasi Beritasatu.com. Pernyataan ini menegaskan bahwa rombongan tidak hanya terlantar di area bandara, tetapi juga memperlihatkan kualitas paduan suara yang tidak terkalahkan meski dalam situasi darurat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari panitia penyelenggara atau pihak travel yang disebut dalam unggahan terkait dugaan kelalaian pembayaran tiket dan penyebab gagal keberangkatan. Namun, video viral ini dianggap sebagai bahan promosi alami bagi Latest Program Pesparawi Manokwari, yang sekarang menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta musik dan paduan suara. Masyarakat menyambut positif inisiatif rombongan Kepri yang tetap bersemangat meski menghadapi kendala.
Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri yang terlantar di Bandara Soetta tidak hanya menunjukkan semangat bertanding, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan Latest Program dalam membangun koneksi antar daerah. Dengan kejadian ini, banyak penggemar paduan suara menilai bahwa peserta tetap mampu menginspirasi meski keberangkatan terganggu. Selain itu, video viral ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program seperti Latest Program tidak hanya bergantung pada persiapan teknis, tetapi juga pada reaksi peserta terhadap situasi yang tak terduga.
