Special Plan: Kawal Kasus Dokter Icha, Gubernur NTT Soroti Intimidasi DPRD TTU
Kawal Kasus Dokter Icha, Gubernur NTT Soroti Intimidasi DPRD TTU Special Plan - Dalam rangka Special Plan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Imanuel
Kawal Kasus Dokter Icha, Gubernur NTT Soroti Intimidasi DPRD TTU
Special Plan – Dalam rangka Special Plan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Imanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi rumah duka tempat keluarga dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha berada di RT 007/RW 003, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, pada hari Minggu (28/6/2026). Kedatangan Melki beserta istrinya disambut oleh kedua orang tua almarhumah. Saat berkunjung, gubernur mendengarkan keluhan keluarga dan memberikan dukungan moral melalui doa di samping peti jenazah. Ini menjadi bagian dari upaya Special Plan untuk mengawal kasus dugaan intimidasi yang dilakukan anggota DPRD TTU terhadap dokter Icha.
Intimidasi yang Diketahui Sejak Awal
Gubernur NTT, Melki, mengungkapkan bahwa dugaan intimidasi terhadap dokter Icha sudah diketahui sejak awal. Ia mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. “Saya sudah berkoordinasi dengan ketiga teman-teman itu untuk segera bertemu dengan dokter Icha agar persoalan ini dapat dibicarakan dan diselesaikan dengan baik,” terang Melki kepada wartawan seusai melayat. Dalam Special Plan ini, gubernur memastikan semua pihak terlibat akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan situasi secara transparan.
“Saya juga sudah melihat pernyataan kapolres TTU sehingga kita meminta proses kasus ini harus berjalan dengan baik agar kasus ini bisa menjadi terang benderang. Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini harus bertanggung jawab,”
Kemudian, Melki terkejut setelah mendengar kabar bahwa dokter Icha meninggal dunia. Ia meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri kasus secara tuntas. “Kasus ini perlu diungkap dengan detail, terutama dalam rangka Special Plan yang sedang kami lakukan untuk menjaga keterbukaan dan keadilan,” lanjut Melki. Ia menekankan pentingnya mengawal penyidikan hingga tuntas, agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas.
Perlindungan Menurut UU Kesehatan
“Undang-Undang Kesehatan sudah jelas memberikan perlindungan kepada tenaga medis dan nakes. Jika mereka bekerja sesuai SOP, mereka tidak boleh diintimidasi ataupun mengalami kekerasan. Siapa pun yang melakukan hal tersebut dapat dikenai sanksi pidana,”
Dalam wawancara dengan berbagai media, Melki menegaskan bahwa Special Plan ini bukan hanya untuk kasus dokter Icha, tetapi juga untuk memastikan perlindungan hukum terhadap profesi kesehatan secara keseluruhan. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mendukung proses penyelidikan, termasuk mengecek keterlibatan pihak lain berdasarkan keterangan saksi. “Dengan kejadian ini, kita akan melakukan pengecekan lagi apakah selain ketiga anggota DPRD TTU ini, masih ada anggota DPRD TTU lain yang terlibat,” ujarnya.
Lebih lanjut, gubernur menyoroti pentingnya sistem hukum yang adil dan terbuka, khususnya dalam kasus yang melibatkan pejabat publik. Ia berharap dengan adanya Special Plan ini, dugaan intimidasi terhadap dokter Icha bisa menjadi contoh bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan serupa. “Kita tidak ingin ada kejadian seperti ini terulang karena itu bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan dan pemerintah,” imbuh Melki.
