Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Ekonomi

Key Strategy: Menghitung Potensi Menata Masa Depan, Jambi dan Bengkulu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Jennifer Lopez - tajuknusa.com 3 mins read

Key Strategy: Jambi dan Bengkulu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Key Strategy menjadi pilar utama dalam upaya Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah

Key Strategy: Menghitung Potensi Menata Masa Depan, Jambi dan Bengkulu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Key Strategy: Jambi dan Bengkulu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Key Strategy menjadi pilar utama dalam upaya Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah provinsi Jambi serta Bengkulu untuk mendorong pengumpulan data ekonomi yang lebih akurat dan menyeluruh. Dalam acara pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang dihelat di Jambi pada Jumat (26/6/2026), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Wakil Kepala BPS RI, menegaskan bahwa strategi kolaboratif antara pusat dan daerah merupakan kunci keberhasilan sensus ini. Dengan key strategy yang terstruktur, kedua provinsi ini berharap mampu memetakan potensi ekonomi secara realistis dan mewujudkan kebijakan pembangunan yang efektif.

Komitmen Kolaboratif untuk Pendataan Ekonomi

Acara di Kantor BPS Provinsi Jambi menampilkan kehadiran Gubernur Al Haris, tokoh-tokoh lokal, serta perwakilan dari Forkopimda dan OPD terkait. Key Strategy dalam penyelenggaraan SE2026 melibatkan integrasi data dari berbagai sektor, seperti pertanian, kehutanan, pariwisata, dan usaha digital, yang menjadi fokus utama dalam memahami dinamika ekonomi daerah. Sonny mengungkapkan bahwa data akurat dari sensus ini akan menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja ekonomi dan mengarahkan sumber daya ke sektor-sektor yang paling berpotensi.

“Pendekatan key strategy ini mengubah cara kita melihat ekonomi daerah. Tidak hanya data historis, tapi juga proyeksi masa depan yang konkret,” papar Sonny.

Dalam konteks Jambi, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,33 persen pada triwulan I-2026, didukung oleh sektor-sektor utama yang menunjukkan peningkatan signifikan. Sementara itu, Bengkulu mencatatkan pertumbuhan positif dalam pertanian dan pariwisata, masing-masing sebesar 5 persen dan 19,73 persen. Kedua provinsi ini memperlihatkan komitmen untuk memanfaatkan key strategy sebagai alat perencanaan yang lebih inklusif, dengan memastikan partisipasi aktif dari masyarakat dan pelaku usaha.

Strategi Pemanfaatan Data untuk Pembangunan

SE2026 memiliki pendekatan yang lebih luas dibandingkan sensus sebelumnya, karena mencakup usaha berbasis digital dan aktivitas ekonomi rumah tangga. Hal ini memungkinkan BPS mengevaluasi ekonomi secara holistik, dari skala mikro hingga makro. Untuk mewujudkan key strategy ini, BPS menugaskan 3.467 petugas sensus yang akan mengumpulkan data dari sekitar 428 ribu unit usaha selama periode 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Proses ini memerlukan koordinasi yang ketat antara tim sensus, perangkat daerah, dan masyarakat setempat.

“Melalui key strategy kolaboratif, kita bisa menghindari kesalahan data yang selama ini terjadi. Ini bukan sekadar statistik, tapi alat kebijakan yang mengubah realitas ekonomi daerah,” ujar Elviana, Wakil Ketua Komite IV DPD RI.

Berbagai inisiatif seperti pelatihan penggunaan teknologi pendataan, sosialisasi kebijakan, dan penggunaan sistem digital menjadi bagian dari key strategy untuk meningkatkan akurasi data. Sonny menambahkan bahwa data SE2026 akan digunakan untuk menilai efisiensi investasi, seperti Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Jambi yang mencapai 4,89, lebih baik dari target nasional sebesar di bawah 6. Capaian ini menjadi bukti bahwa key strategy dalam pengelolaan sumber daya ekonomi dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Peran Masyarakat dalam Key Strategy Sensus Ekonomi

Keterlibatan masyarakat secara aktif menjadi komponen penting dalam key strategy BPS dan pemerintah provinsi. Sonny menekankan bahwa perusahaan mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor jasa dan ekonomi kreatif merupakan bagian integral dari pendataan. Di Jambi, peningkatan jumlah hotel berbintang dan tingkat hunian kamar menjadi indikator bahwa ekonomi lokal semakin menarik investor. Sementara itu, di Bengkulu, penggunaan momentum budaya dalam acara pencanangan SE2026 menunjukkan strategi untuk memperluas kesadaran masyarakat akan pentingnya data ekonomi.

“Partisipasi masyarakat adalah inti dari key strategy ini. Tanpa mereka, data yang dihasilkan tidak akan mewakili kondisi ekonomi yang sebenarnya,” kata Sinta Rosma Yenti, perwakilan Forkopimda Jambi.

BPS juga menyoroti peran pendidikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pendataan. Dengan key strategy yang mencakup pelatihan dan edukasi, BPS berharap mampu mengatasi hambatan seperti ketidaktahuan tentang manfaat sensus ekonomi. Selain itu, teknologi akan digunakan sebagai alat untuk mempercepat pengumpulan data dan memastikan konsistensi informasi.

Secara keseluruhan, key strategy SE2026 di Jambi dan Bengkulu mencerminkan komitmen untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih transparan dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan data yang lebih akurat, pemerintah daerah dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, baik dalam pengalokasian anggaran maupun peningkatan kualitas layanan publik. Proses ini juga diharapkan menjadi batu loncatan untuk pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan global.

Join the discussion