Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: Pemerintah Harus Investigasi 5 Calon Manajer KDMP Tewas Saat Latsarmil

Robert Moore - tajuknusa.com 2 mins read

Pemerintah Diminta Investigasi Kematian 5 Calon Manajer KDMP Saat Latsarmil Latest Program - Jakarta, 27 Juni 2026 – Kelompok masyarakat sipil yang bergerak

Latest Program: Pemerintah Harus Investigasi 5 Calon Manajer KDMP Tewas Saat Latsarmil

Pemerintah Diminta Investigasi Kematian 5 Calon Manajer KDMP Saat Latsarmil

Latest Program – Jakarta, 27 Juni 2026 – Kelompok masyarakat sipil yang bergerak dalam isu reformasi keamanan meminta pemerintah, terutama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), membentuk tim khusus untuk menyelidiki kejadian meninggalnya lima orang peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Desakan ini muncul setelah kelima individu tersebut gugup dalam rangkaian pelatihan yang diadakan oleh Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026.

Permintaan Penegakan Hukum

Menurut Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, yang juga menjadi bagian dari koalisi tersebut, investigasi harus dilakukan secara independen, transparan, dan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh pihak yang terlibat, termasuk struktur komando dan pengambil keputusan, diperiksa secara komprehensif.

“Harus ada tim investigasi pencari fakta yang independen, transparan, dan menyeluruh. Selain itu, pemerintah juga perlu menegakkan hukum terhadap semua pihak yang diduga bertanggung jawab,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ardi mengkritik peran militer dalam pelatihan yang seharusnya menjadi tanggung jawab institusi sipil. Ia menyarankan pelibatan TNI hanya diperbolehkan dalam kegiatan yang terkait langsung dengan tugas pokok pertahanan negara. “Pelibatan militer dalam program pembangunan yang tidak relevan dengan tugas utamanya harus dihentikan,” tegasnya.

Persiapan Kesehatan Sebelum Latihan

Sebelum mengikuti pelatihan, semua peserta program SPPI telah melewati pemeriksaan kesehatan awal yang mencakup tes darah dan urine, rontgen dada, EKG, USG abdomen, serta pengecekan kondisi mata, gigi, postur tubuh, dan kesehatan mental. Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa kondisi peserta selalu dinilai oleh pelatih sebelum kegiatan dimulai.

“Kita pastikan peserta dalam kondisi fit sebelum mengikuti pelatihan. Mereka yang membutuhkan perhatian khusus ditandai dengan pita putih agar mudah teridentifikasi,” kata Rico dalam konferensi pers di Balai Media Kemenhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Dalam program ini, peserta yang memerlukan layanan medis tambahan diberi tanda pita putih. Rico menambahkan bahwa tanda tersebut bertujuan mempermudah pelatih dan tim medis dalam memberikan pertolongan saat diperlukan.

Kritik terhadap Rancangan Latsarmil

Menurut anggota Komisi VI DPR, GM Totok Hedi Santosa, pelatihan latsarmil bagi calon manajer koperasi Merah Putih dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan internal organisasi. Ia menyoroti bahwa program tersebut perlu direvisi agar lebih terarah dan sesuai dengan tujuan pembangunan yang diharapkan.

Join the discussion