Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Sport

Special Plan: Hornbills vs Pelita Jaya 2-2, Final IBL 2026 Berlanjut ke Gim Kelima

David Hernandez - tajuknusa.com 3 mins read

lita Jaya 2-2 Special Plan - Dalam babak keempat final IBL 2026, Special Plan menggelar pertandingan sengit antara Bogor Hornbills dan Pelita Jaya Jakarta di

Special Plan: Hornbills vs Pelita Jaya 2-2, Final IBL 2026 Berlanjut ke Gim Kelima

Final IBL 2026 Berlanjut ke Gim Kelima: Hornbills vs Pelita Jaya 2-2

Special Plan – Dalam babak keempat final IBL 2026, Special Plan menggelar pertandingan sengit antara Bogor Hornbills dan Pelita Jaya Jakarta di GOR Laga Tangkas, Bogor, Jumat (26/6/2026). Pertandingan berakhir dengan skor 85-72, memberikan keunggulan 15 poin kepada Hornbills, tetapi skor akhir tetap imbang 2-2, memperpanjang seri hingga gim kelima. Kedua tim kini memiliki dua kemenangan masing-masing, menjadikan pertandingan penentuan juara yang akan dihelat di Jakarta pada Minggu (28/6/2026) semakin menarik untuk ditunggu.

Pertandingan Dimulai dengan Dominasi Hornbills

Dari awal pertandingan, Bogor Hornbills menunjukkan dominasi yang kuat, mencetak 5-0 dalam lima menit pertama. Meski Pelita Jaya Jakarta berusaha mengejar, mereka hanya mampu menyamakan skor menjadi 19-19 di akhir kuarter pertama berkat penampilan menawan dari Andakara Prastawa, Brandon Jawato, dan Darious Moten. Namun, kemenangan pertama Hornbills dalam Special Plan ini menegaskan bahwa strategi mereka terbukti efektif sejak awal.

Dominasi di Paruh Pertama dan Pertengahan

Kuarter kedua menjadi momen kritis dalam pertandingan, di mana Hornbills memperkuat dominasi mereka melalui efisiensi dalam menembak tiga angka dan pengendalian lapangan. Lima tembakan tiga angka berhasil dikonversi, memperbesar jarak keunggulan hingga 9 poin di menit-menit akhir kuarter. Pada paruh pertama, tim tuan rumah mengakhiri dengan skor 47-38, menegaskan bahwa Special Plan mereka berjalan lancar.

Kemenangan Membesar di Kuarter Ketiga

Kuarter ketiga menjadi titik balik pertandingan, di mana Hornbills menutup skor dengan keunggulan 15 poin. Stephaun Branch menjadi bintang dalam pertandingan ini, mencetak tujuh poin tanpa balas, sementara Fhirdan Guntara dan Daniel Wenas membantu memperkuat dominasi tim. Kemenangan ini memberikan Harapan besar kepada Hornbills, meski Pelita Jaya masih belum menyerah.

Pertandingan Terakhir: Pelita Jaya Kesulitan Mengejar

Dalam kuarter keempat, Pelita Jaya Jakarta berusaha bangkit, tetapi tantangan terus menghadang mereka. Selvy Rondonuwu dan rekan-rekan berhasil mencetak lima poin beruntun, namun keunggulan Hornbills terus bertambah melalui jump shot Travin Thibodeaux. Skor terbentuk 21 poin di menit ke-6,15, mengisyaratkan bahwa Special Plan Hornbills masih berjalan lancar. Pelita Jaya gagal merespons hingga pertandingan berakhir, memastikan bahwa babak penentuan akan digelar kembali.

Menariknya, pertandingan ini menjadi bukti keberhasilan Special Plan yang diterapkan oleh kedua tim. Hornbills memperlihatkan kemampuan adaptasi dalam menghadapi strategi lawan, sementara Pelita Jaya menunjukkan ketangguhan dalam memperbaiki performa mereka. Dengan skor akhir 85-72, pertandingan kelima akan menjadi pembeda, mengingat keduanya sudah saling mengenal kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Di sisi pemain, Stephaun Branch mencatatkan performa luar biasa dengan 37 poin, menjadi pilar utama dalam Special Plan Hornbills. Travin Thibodeaux juga turut memperkuat keunggulan tim dengan 22 poin, sementara Pelita Jaya mengandalkan Perrin Buford (17 poin) dan Agassi Goantara (16 poin). Pertandingan ini menegaskan bahwa keberhasilan Special Plan tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang konsistensi dan strategi yang matang.

Berikutnya, pertandingan kelima akan menjadi penutup dari babak penentuan juara. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kelelahan pemain, performa tim di lapangan, dan faktor psikologis, pertandingan ini diperkirakan akan lebih sengit. Strategi Special Plan mungkin akan diubah untuk menghadapi tantangan baru, menjadikan pertandingan kelima sebagai momen penting dalam sejarah IBL 2026.

Join the discussion