New Policy: Berharap pada STY, Pramono: Saya Sudah Lama Kesal Persija Enggak Juara
Pramono: New Policy Harap Persija Bawa Kembali Juara Pernyataan Pramono Saat Acara Pelantikan KONI New Policy – Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta
Pramono: New Policy Harap Persija Bawa Kembali Juara
Pernyataan Pramono Saat Acara Pelantikan KONI
New Policy – Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan kekecewaan terhadap kinerja Persija Jakarta yang belum mampu meraih gelar juara Liga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan saat memberikan sambutan di acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KONI Provinsi Jakarta Masa Bakti 2026–2030, yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (26/6/2026).
“Ketika melihat Diky (Soemarno, mantan ketua umum organisasi suporter Persija, Jakmania), suasana hatinya memburuk karena Persija belum juga meraih kemenangan,” kata Pramono, seperti dilansir Antara.
Pramono menyampaikan bahwa kebijakan baru yang diusulkan akan menjadi bantuan penting bagi Persija. Menurutnya, masuknya Shin Tae-yong sebagai pelatih menjadi harapan besar, karena dianggap mampu mengubah pola permainan klub yang selama ini mengalami stagnasi. “New Policy ini juga bertujuan memastikan dukungan penuh untuk persija agar bisa meraih trofi kembali,” tambahnya.
Optimisme atas Kehadiran Shin Tae-yong
Pramono menilai kehadiran Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, menjadi titik balik bagi Persija. Ia menekankan bahwa pelatih baru tersebut diperlukan untuk mendorong transformasi tim yang selama ini dinilai kurang optimal dalam kompetisi. “New Policy akan mendukung penyesuaian strategi, baik dari sisi manajemen maupun pemain, agar persija bisa bersaing di papan atas,” jelas Pramono.
“Begitu sekarang sudah mendatangkan Shin Tae-yong, ada hiburan sedikit,” ujar Pramono.
Kehadiran Shin Tae-yong diharapkan mampu memperkuat tim Persija, terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang sudah lama terkubur. Pramono juga menyoroti pentingnya kebijakan baru dalam memperbaiki infrastruktur dan sistem keuangan klub, yang menjadi salah satu faktor kritis dalam mencapai kesuksesan. “New Policy ini adalah langkah strategis untuk memastikan persija memiliki fondasi yang kuat di masa depan,” imbuhnya.
Latar Belakang Kesulitan Persija
Selama ini, Persija Jakarta dikenal sebagai salah satu klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia. Namun, sejak menjuarai Liga Indonesia di musim 2018, prestasi tim tersebut belum mampu kembali ke puncak. Pada musim 2025/2026, mereka hanya berada di peringkat ketiga BRI Super League. “Saya sudah lama kesal dengan kondisi persija enggak juara,” ungkap Pramono dalam kesempatan tersebut.
“Kadonya lebih awallah,” tambahnya.
Pramono menyebut bahwa penantian panjang Persija untuk kembali meraih gelar juara adalah hasil dari beberapa faktor, seperti ketidakstabilan manajemen dan kurangnya investasi. Ia menekankan bahwa New Policy harus menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah ini secara sistematis. “Kebijakan baru ini harus membawa perubahan signifikan, baik dalam cara bermain maupun pengelolaan tim,” jelasnya.
Target Kemenangan dalam 2 Tahun
Pramono menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan, Persija bisa kembali meraih gelar juara. Hal ini sejalan dengan harapan besar yang ditempatkan pada kepemimpinan baru, terutama dalam penyesuaian pola dan strategi. “New Policy akan menjadi jembatan untuk mempercepat proses penyesuaian ini,” tambahnya.
Menurut Pramono, keberhasilan New Policy juga akan menjadi bentuk apresiasi bagi warga Jakarta yang selama ini mendukung Persija. “Kadonya lebih awallah,” kata Pramono lagi, merujuk pada perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500 pada 2027.
Daftar Berita Terkait
Kehadiran New Policy diharapkan bisa memperkuat koordinasi antara KONI dan klub-klub sepak bola lainnya. Pramono juga menyebut bahwa kebijakan ini akan menjadi landasan untuk memastikan persija tetap menjadi salah satu klub yang kompetitif di level nasional. “New Policy ini adalah langkah awal untuk membangun persija yang lebih baik,” tutupnya.
