Skip to content
After Dark
Agustus 3, 2026
Ototekno

New Policy: NASA Temukan 2 Planet Langka, Besar tetapi Mirip Gulali

Joseph Wilson - tajuknusa.com 4 mins read

NASA Temukan Dua Planet Langka, Besar Namun Mirip Permen Gulali New Policy dalam eksplorasi luar angkasa menciptakan revolusi baru dalam pemahaman kita

New Policy: NASA Temukan 2 Planet Langka, Besar tetapi Mirip Gulali

NASA Temukan Dua Planet Langka, Besar Namun Mirip Permen Gulali

New Policy dalam eksplorasi luar angkasa menciptakan revolusi baru dalam pemahaman kita tentang keberagaman planet. NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat, mengumumkan penemuan dua planet yang langka, TOI-791 b dan TOI-791 c, yang memiliki ukuran raksasa namun massa jauh lebih ringan, mirip dengan permen gulali. Kedua planet ini ditemukan melalui data yang dikumpulkan oleh satelit Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) dan memperlihatkan fenomena yang mengubah paradigma ilmu astronomi. Temuan ini bukan hanya kejutan, tetapi juga membuka jalan untuk mengeksplorasi struktur dan pembentukan planet secara lebih mendalam.

Konfigurasi Sistem Planet yang Unik

Sistem bintang TOI-791 terletak sekitar 1.113 tahun cahaya dari Bumi, di mana bintang induknya menyerupai Matahari. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society menunjukkan bahwa kedua planet ini berada dalam orbit yang teratur, meskipun memiliki karakteristik fisik yang mencolok. Para ilmuwan menyebut mereka sebagai superpuff, kategori planet raksasa yang memiliki densitas rendah, sehingga terlihat seperti bantalan udara.

“Penemuan ini adalah New Policy penting dalam bidang astronomi karena menunjukkan bahwa keberagaman planet bisa mencakup bentuk yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya,” kata Jon Jenkins, ilmuwan dari NASA Ames yang terlibat dalam studi ini.

Dengan diameter mendekati Jupiter, TOI-791 b dan TOI-791 c memiliki massa hanya sekitar 3% dan 5,9% dari massa Jupiter. Hal ini membuat mereka menjadi anggota langka dari kategori superpuff, yang dikenal karena struktur internal yang unik. Keberadaan dua planet dalam satu sistem menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana proses pembentukan planet bisa menghasilkan objek dengan sifat fisik yang berbeda secara drastis, bahkan dalam lingkungan serupa.

Kemungkinan Mekanisme Pembentukan Planet

Penemuan ini mengundang penelitian lebih lanjut mengenai mekanisme pembentukan planet. Para ilmuwan berhipotesis bahwa superpuff mungkin terbentuk dari pengabungan gas dan partikel ringan, atau mungkin memiliki atmosfer yang sangat tebal dan mengandung gas berat yang menyerap radiasi bintang. Fenomena transit timing variations (TTV) juga menjadi kunci dalam mengukur massa planet, karena perubahan waktu transit menunjukkan pengaruh gravitasi antar planet.

“New Policy dalam mempelajari planet langka seperti TOI-791 b dan c bisa mengubah cara kita melihat evolusi tata surya,” tambah George Dansfield, penulis utama dari Universitas Oxford.

Dengan pengamatan berkelanjutan dari TESS selama 1.122 hari, tim peneliti berhasil mengumpulkan data yang cukup untuk memastikan keberadaan kedua planet ini. Orbit panjang TOI-791 b (139 hari) dan TOI-791 c (232 hari) memerlukan jangka waktu tertentu untuk mengamati pola transits, sehingga menegaskan pentingnya metode pengamatan yang konsisten dalam ilmu astrofisika.

Implikasi untuk Penelitian Futuristik

Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana planet raksasa bisa memiliki struktur yang berbeda dari yang dikenal sebelumnya. Para ilmuwan menyebutkan bahwa superpuff mungkin terbentuk dalam lingkungan dengan kondisi khusus, seperti radiasi bintang yang kuat atau aliran material yang berbeda dari tata surya kita. New Policy ini mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih banyak tentang keberagaman planet yang tersembunyi di luar tata surya.

TOI-791 b dan c juga menjadi contoh nyata dari keberagaman sistem bintang. Perbedaan massa dan ukuran mereka mengisyaratkan adanya variasi dalam proses pembentukan planet, yang sebelumnya dianggap relatif monoton. Dengan menganalisis data lebih lanjut, ilmuwan berharap bisa menemukan korelasi antara karakteristik atmosfer planet dan kondisi lingkungan sekitarnya.

Perbandingan dengan Planet Lain

Komparasi dengan planet seperti Jupiter atau Saturnus menunjukkan bahwa TOI-791 b dan c jauh lebih ringan dari rekan-rekan mereka. Dengan massa hanya 3% dan 5,9% dari Jupiter, mereka memiliki densitas yang sangat rendah—sekitar 0,2 hingga 0,4 gram per sentimeter kubik, dibandingkan densitas Jupiter sekitar 1,3 gram per sentimeter kubik. Hal ini mengindikasikan bahwa TOI-791 b dan c mungkin terdiri dari campuran gas ringan dan partikel berongga, atau memiliki atmosfer yang sangat luas.

New Policy dalam penelitian ini menantikan pemahaman lebih lanjut tentang atmosfer planet, yang bisa mengungkap sifat kimia dan fisika yang tidak terlihat dari data visual biasa. Para ilmuwan juga ingin mempelajari apakah planet-planet ini memiliki potensi untuk menyimpan kehidupan, meskipun secara fisik mereka tergolong langka.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Temuan NASA ini menunjukkan bahwa New Policy dalam eksplorasi luar angkasa bisa memperluas perspektif kita tentang struktur dan keberagaman planet. Dengan karakteristik yang unik, TOI-791 b dan c menjadi objek penelitian yang menarik untuk memahami mekanisme pembentukan dan evolusi tata surya. Para ilmuwan berharap data dari TESS akan terus mengungkap misteri lebih lanjut, termasuk kemungkinan keberadaan superpuff lainnya di luar sistem bintang ini.

Join the discussion