TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Megawati Dampingi Guruh Soekarnoputra dengan Cinta hingga Akhir Hayat

Published September 26, 2026 · Updated September 26, 2026 · By David Hernandez - tajuknusa.com

Foto : David Hernandez - tajuknusa.com

Megawati Beri Perhatian Penuh untuk Guruh Soekarnoputra Selama Perawatan

Tajuknusa.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pendampingan dan perhatian mendalam kepada adiknya, Guruh Soekarnoputra, sepanjang masa perawatan hingga seniman dan tokoh partai tersebut meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026.

Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Sebelum dirawat di rumah sakit tersebut, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, itu sempat menjalani perawatan sekitar empat minggu di RS Medistra Jakarta.

Dalam masa perawatan awal, kondisi Guruh sempat menunjukkan perkembangan positif. Namun, kesehatannya kemudian kembali menurun sehingga ia dipindahkan untuk memperoleh penanganan lanjutan di RS Siloam.

Pendampingan Keluarga Sejak Awal

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menggambarkan bahwa Megawati mengikuti kondisi kesehatan Guruh dengan perhatian yang sangat serius sejak sang adik pertama kali menjalani perawatan. Kepedulian itu tidak sekadar hadir sebagai dukungan keluarga, melainkan juga tampak melalui keterlibatan dalam pembahasan kebutuhan medis Guruh.

“Sejak awal ketika masuk rumah sakit, Ibu Mega menunjukkan perhatian yang begitu besar dan rasa cinta terhadap adik kandungnya. Ibu Mega juga memberikan arahan secara detail, berdiskusi detail dengan para dokter ahli yang merawat Mas Guruh,” kata Hasto di rumah duka Guruh, Sabtu (26/9/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan kedekatan keluarga di tengah situasi duka. Bagi keluarga besar Sukarno, masa perawatan Guruh menjadi waktu yang dijalani dengan perhatian khusus, terutama ketika kondisinya berubah setelah sempat membaik.

Kepergian Guruh juga membawa suasana kehilangan bagi lingkungan PDI Perjuangan. Ia dikenal tidak hanya melalui ikatan keluarganya dengan Sukarno dan Megawati, tetapi juga lewat kiprahnya sebagai seniman serta sosok yang memiliki peran dalam perjalanan partai dan pemikiran marhaenisme.

Penghormatan bagi Seniman dan Marhaenis

Hasto menyampaikan penghormatan dari keluarga besar PDI Perjuangan kepada Guruh. Dalam ingatan banyak pihak, Guruh menempati ruang penting sebagai pribadi kreatif yang memberi sumbangan bagi dinamika sosial dan kebudayaan.

“Sosok Guruh telah memberikan warna dalam kehidupan sosial dan budaya dengan karya-karya yang luar biasa,” kata Hasto.

Penghormatan tersebut menegaskan bahwa warisan Guruh tidak hanya dipandang dari satu sisi. Ia dikenang sebagai seniman besar, pejuang partai, dan marhaenis. Tiga sebutan itu menggambarkan perjalanan hidup yang mencakup ekspresi kebudayaan, keterlibatan politik, serta kedekatan dengan gagasan yang diwariskan Sukarno.

Dalam kehidupan publik, karya seni sering menjadi cara untuk menyampaikan gagasan, merawat ingatan, dan menghadirkan identitas kebangsaan. Karena itu, kepergian seorang seniman dengan jejak seperti Guruh memiliki makna yang melampaui lingkungan keluarga. Karya-karya yang pernah dihadirkannya menjadi bagian dari warna kehidupan sosial dan budaya yang disebutkan Hasto.

Bagi PDI Perjuangan, duka atas wafatnya Guruh juga berkaitan dengan penghormatan terhadap seorang kader dan pejuang partai. Sementara bagi masyarakat yang mengenalnya melalui bidang seni, Guruh meninggalkan jejak sebagai figur yang menempatkan kebudayaan dalam ruang kehidupan bersama.

Rencana Pemakaman di TPU Karet Bivak

Jenazah Guruh Soekarnoputra direncanakan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat. Lokasi peristirahatan terakhir itu berada di samping makam ibunya, Fatmawati.

Rencana tersebut memberi arti tersendiri bagi keluarga. Fatmawati merupakan ibu Guruh dan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Pemakaman di sisi makam sang ibu menjadi penutup perjalanan hidup Guruh dalam kedekatan keluarga yang tetap terasa hingga akhir hayatnya.

Kepergian Guruh pada usia dan waktu yang telah ditetapkan meninggalkan duka bagi Megawati, keluarga besar Sukarno, PDI Perjuangan, serta berbagai kalangan yang mengenal kiprahnya. Dalam masa terakhir perawatannya, perhatian Megawati kepada sang adik menjadi gambaran ikatan keluarga yang dijaga di tengah kondisi kesehatan yang terus berubah.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik peran publik seorang tokoh terdapat hubungan personal yang kuat. Guruh dikenal melalui karya, perjuangan, dan keterlibatannya dalam kehidupan sosial budaya, tetapi ia juga dikenang sebagai adik yang didampingi dengan cinta oleh Megawati hingga masa terakhirnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Megawati Dampingi Guruh Soekarnoputra dengan Cinta?

Megawati Dampingi Guruh Soekarnoputra dengan Cinta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Megawati Dampingi Guruh Soekarnoputra dengan Cinta matter?

Megawati Dampingi Guruh Soekarnoputra dengan Cinta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.