TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sarwendah Tantang Ruben Onsu Buktikan Tuduhan lewat Psikolog

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By Sandra Martinez - tajuknusa.com

Foto : Sandra Martinez - tajuknusa.com

Sarwendah Minta Tuduhan soal Anak Dibuktikan Lewat Pemeriksaan Psikolog

Tajuknusa.com – Sarwendah menegaskan bahwa ia tidak pernah menghalangi Ruben Onsu untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Dalam pernyataannya pada Kamis, 17 September 2026, ia meminta komunikasi mengenai jadwal dan lokasi pertemuan dilakukan secara jelas agar anak-anak dapat dipertemukan dengan ayahnya.

Pernyataan itu muncul di tengah polemik mengenai akses Ruben Onsu kepada anak-anak. Sarwendah juga merespons pernyataan kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, yang dinilainya membentuk kesan bahwa ia telah memengaruhi anak-anak atau membatasi hubungan mereka dengan sang ayah.

Meminta Koordinasi Waktu Pertemuan

Sarwendah menyampaikan bahwa persoalan pertemuan seharusnya dapat diselesaikan melalui koordinasi sederhana. Ia meminta pihak Ruben menyampaikan waktu dan tempat yang diinginkan, sehingga ia dapat mengantar anak-anak untuk bertemu ayah mereka.

“Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya,” ujar Sarwendah.

Ia keberatan karena dirinya disebut melakukan doktrinasi atau memengaruhi anak-anak. Bagi Sarwendah, tudingan seperti itu perlu disertai pembuktian yang objektif, bukan berkembang melalui pernyataan yang terus berganti di ruang publik.

Hubungan anak dengan kedua orang tua menjadi bagian penting dalam situasi keluarga yang sedang menghadapi konflik. Karena itu, pengaturan pertemuan membutuhkan komunikasi yang terukur, terutama menyangkut jadwal, kondisi anak, serta kesiapan setiap pihak. Sarwendah menyatakan dirinya terbuka untuk mengatur pertemuan sepanjang ada koordinasi yang jelas.

Tantangan untuk Melibatkan Psikolog

Untuk menjawab tuduhan bahwa dirinya memengaruhi anak-anak agar menjauhi Ruben, Sarwendah meminta pihak Ruben menunjuk psikolog yang memiliki kompetensi. Ia mengusulkan agar psikolog tersebut bertemu dan berbicara langsung dengan anak-anak, sehingga penilaian tidak dibangun hanya dari narasi salah satu pihak.

“Silahkan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompetensi buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah memengaruhi anak-anak atau tidak,” tegasnya.

Langkah tersebut, dalam pandangan Sarwendah, dapat menjadi cara untuk menguji tuduhan secara profesional. Percakapan langsung antara psikolog dan anak-anak diharapkan mampu memberi gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi mereka, tanpa tekanan dari perdebatan yang terjadi di antara orang dewasa.

Ia juga meminta agar setiap persoalan tidak dijawab dengan tuduhan baru ketika satu isu telah dipertanyakan. Sarwendah menilai pembuktian yang jelas akan lebih membantu dibandingkan pernyataan yang berulang dan berpotensi memperpanjang konflik.

Persoalan Hasil Pemeriksaan Kesehatan

Selain isu pengaruh terhadap anak-anak, Sarwendah menyinggung permintaan hasil pemeriksaan kesehatan sebelum Ruben bertemu dengan mereka. Ia menyebut telah memenuhi permintaan pemeriksaan tersebut. Baginya, langkah itu berkaitan dengan tanggung jawab sebagai ibu untuk memastikan kondisi anak-anak tetap aman.

“Tidak perlu Anda mem-framing saya dengan narasi yang tidak benar. Cukup kasih bukti di pengadilan,” kata Sarwendah.

Sarwendah menjelaskan bahwa permintaan hasil tes kesehatan bukan dimaksudkan untuk menghambat pertemuan. Ia memandang pemeriksaan itu sebagai bagian dari upaya memastikan Ruben berada dalam keadaan aman ketika berinteraksi dengan anak-anak.

“Sebagai seorang ibu, saya memiliki kewajiban untuk memastikan kesehatan dan keamanan anak-anak saya,” tandasnya.

Ia mempertanyakan alasan permintaan tersebut terus dipersoalkan apabila sebenarnya dapat diselesaikan secara sederhana. Sarwendah berharap perhatian utama diarahkan pada pertemuan anak-anak dengan ayah mereka, bukan pada narasi yang ia anggap tidak sesuai dengan kenyataan.

Di tengah konflik keluarga, isu kesehatan dan keselamatan anak dapat menjadi pertimbangan penting dalam pengaturan pertemuan. Namun, Sarwendah menekankan bahwa hal itu seharusnya tidak menghapus kemungkinan anak-anak bertemu Ruben. Ia menyatakan penyelesaian praktis tetap dapat dilakukan melalui komunikasi yang terbuka.

Menunggu Respons Pihak Ruben Onsu

Sarwendah mengatakan pembuatan video pernyataannya didorong oleh keinginannya untuk menjelaskan posisi secara langsung. Ia mengakui sebelumnya memilih diam karena menganggap itu pilihan terbaik, tetapi akhirnya merasa perlu menanggapi tudingan yang beredar.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari polemik mengenai pertemuan Ruben Onsu dengan anak-anak mereka. Sarwendah meminta agar isu itu ditempatkan dalam jalur pembuktian yang tepat, termasuk melalui psikolog yang kompeten apabila tuduhan mengenai pengaruh terhadap anak-anak tetap dipersoalkan.

Hingga naskah ini disusun, belum ada tanggapan terbaru dari Ruben Onsu maupun Minola Sebayang atas pernyataan Sarwendah. Perhatian publik kini tertuju pada kemungkinan adanya koordinasi yang lebih konkret untuk mempertemukan Ruben dengan anak-anak, sekaligus pada langkah pembuktian atas tuduhan yang telah disampaikan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sarwendah Tantang Ruben Onsu Buktikan Tuduhan?

Sarwendah Tantang Ruben Onsu Buktikan Tuduhan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sarwendah Tantang Ruben Onsu Buktikan Tuduhan matter?

Sarwendah Tantang Ruben Onsu Buktikan Tuduhan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.