TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Penyu di Raja Ampat Dibunuh WNA China, Prilly Latuconsina Murka

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By Richard Wilson - tajuknusa.com

Foto : Richard Wilson - tajuknusa.com

Prilly Latuconsina Desak Penanganan Serius Dugaan Pembunuhan Penyu di Raja Ampat

Tajuknusa.com – Rekaman yang memperlihatkan dugaan penembakan seekor penyu di perairan Raja Ampat, Papua, memicu kemarahan selebritas dan rescue diver internasional, Prilly Latuconsina. Ia menyoroti tindakan seorang instruktur selam warga negara asing asal China yang terlihat menggunakan speargun dari jarak dekat ke arah satwa laut tersebut.

Peristiwa dalam video itu menjadi perhatian karena penyu merupakan satwa yang dilindungi. Bagi Prilly, tindakan membunuh hewan tersebut, terlebih sampai mengolahnya menjadi makanan, bukan persoalan yang bisa dipandang ringan.

Video Memperlihatkan Dugaan Penggunaan Speargun

Dalam unggahan yang dibagikan Prilly, tampak seorang penyelam WNA asal China mengarahkan speargun ke seekor penyu. Speargun merupakan alat yang lazim dipakai untuk menangkap hewan di bawah laut dan berbeda dari senjata api biasa.

Rekaman itu tidak berhenti pada dugaan penembakan. Penyu yang terlihat menjadi sasaran kemudian diduga diolah sebagai hidangan. Gambaran tersebut membuat Prilly menyampaikan kecaman terbuka melalui akun media sosialnya pada Selasa, 15 September 2026.

“Melihat postingan ini benar-benar membuat aku marah,”

Respons keras itu menegaskan kepedulian Prilly terhadap keselamatan satwa laut, terutama di wilayah perairan yang dikenal memiliki kekayaan ekosistem. Raja Ampat selama ini identik dengan aktivitas menyelam dan wisata bahari, sehingga perilaku setiap orang yang memasuki kawasan laut perlu disertai kesadaran untuk tidak merusak kehidupan di dalamnya.

Penyu Tidak Boleh Dijadikan Konsumsi

Prilly menekankan bahwa perlindungan terhadap penyu bukan sekadar imbauan moral. Ia menilai pembunuhan maupun konsumsi penyu tidak semestinya dianggap wajar dalam kondisi apa pun.

“Penyu adalah satwa yang dilindungi. Membunuh dan mengonsumsinya bukan sesuatu yang dianggap sepele apalagi dinormalisasi,”

Pernyataan itu juga menjadi pengingat bahwa aktivitas di laut membawa tanggung jawab yang besar. Menyelam, memotret kehidupan bawah air, atau melakukan kegiatan perikanan tidak seharusnya mengabaikan keberadaan satwa yang hidup di habitatnya.

Bagi wisatawan maupun pelaku kegiatan selam, penghormatan terhadap ekosistem laut merupakan bagian penting dari pengalaman berada di perairan. Kehadiran manusia semestinya tidak menambah ancaman bagi spesies yang sudah mendapatkan perlindungan.

Desakan untuk Aparat dan Pelaku Aktivitas Selam

Prilly meminta pihak berwenang menindaklanjuti dugaan kejadian tersebut secara serius. Ia juga berpandangan bahwa pelaku tidak sepatutnya masih diberi ruang untuk menjalankan kegiatan menyelam setelah tindakan itu.

“Tindakan ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh pihak berwenang, dan menurut aku, pelakunya juga sudah seharusnya di-blacklist dari aktivitas diving!!!,”

Desakan untuk melakukan penanganan tidak hanya berkaitan dengan satu rekaman yang beredar, melainkan juga dengan pesan yang lebih luas bagi komunitas selam. Standar keselamatan dalam penyelaman perlu berjalan seiring dengan etika konservasi. Keahlian untuk berada di bawah air tidak dapat dipisahkan dari kewajiban menjaga satwa dan lingkungan yang dikunjungi.

Instruktur selam memiliki posisi yang penting karena kegiatannya dapat memengaruhi peserta, wisatawan, serta citra praktik penyelaman itu sendiri. Karena itu, tindakan yang diduga dilakukan dalam video tersebut dinilai Prilly bertentangan dengan penghormatan dasar terhadap kehidupan laut.

Akses ke Laut Memerlukan Tanggung Jawab

Prilly turut mengkritik sikap pihak yang menikmati akses ke laut tanpa menghargai makhluk hidup di dalamnya. Pesan yang ia sampaikan menempatkan laut bukan sebagai ruang eksploitasi, melainkan habitat yang harus diperlakukan secara bertanggung jawab.

“You don't deserves access to the ocean if you can not respect the life wthin itu,”

Pesan tersebut relevan bagi siapa pun yang beraktivitas di kawasan bahari, dari penyelam berpengalaman hingga pengunjung yang baru mengenal dunia bawah laut. Keindahan terumbu karang, ikan, dan satwa seperti penyu tidak bisa dipisahkan dari keseimbangan ekosistem yang menopangnya.

Dugaan pembunuhan penyu di Raja Ampat ini kembali menempatkan perlindungan satwa laut sebagai perhatian publik. Penanganan yang tegas diharapkan dapat memberi kepastian atas peristiwa tersebut sekaligus menegaskan bahwa kekayaan laut Indonesia harus dijaga, bukan dijadikan sasaran tindakan yang mengancam kehidupan di dalamnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Penyu di Raja Ampat Dibunuh WNA China?

Penyu di Raja Ampat Dibunuh WNA China is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Penyu di Raja Ampat Dibunuh WNA China matter?

Penyu di Raja Ampat Dibunuh WNA China matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.