TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Nama Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati Disorot Kasus Emas Nellava

Published Oktober 10, 2026 · Updated Oktober 10, 2026 · By David Hernandez - tajuknusa.com

Foto : David Hernandez - tajuknusa.com

Kasus Dugaan Investasi Emas Nellava: 85 Konsumen Laporkan Kerugian Rp25 Miliar

Tajuknusa.com – Perkara dugaan penipuan investasi emas dan perak yang melibatkan PT Divine Gold Jewelry atau Nellava Bullion kini memasuki perhatian publik. Sedikitnya 85 orang mengaku mengalami kerugian dengan nilai keseluruhan yang diperkirakan mencapai Rp25 miliar.

Selain transaksi yang dipersoalkan para konsumen, promosi bisnis melalui media sosial juga menjadi bagian yang diminta untuk ditelusuri. Sejumlah figur publik disebut pernah muncul dalam materi promosi, termasuk Jennifer Coppen, Kirana Larasati, dan Nopek Novian.

Promosi Figur Publik Dinilai Memengaruhi Keputusan Konsumen

Kuasa hukum korban, Bionda Johan Anggara, menyampaikan bahwa keberadaan figur publik dalam promosi diduga menjadi salah satu alasan calon pembeli percaya untuk melakukan transaksi. Keterangan itu disampaikan saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).

“Tetapi yang paling utama sebenarnya, setelah kami kroscek, mengapa para korban ini semua tertarik, karena adanya publik figur. Itu adanyainfluencer, di mana kami sebutkan inisialnya adalah JC (Jennifer Coppen), terus KL (Kirana Larasati), terus satu lagi adanya NN (Nopek Novian),” kata Bionda.

Tim pendamping hukum korban menyatakan telah menghimpun materi digital yang berkaitan dengan promosi tersebut. Konten-konten dari Instagram dan sejumlah platform lain telah diserahkan kepada penyidik sebagai bahan pemeriksaan lebih lanjut.

“Ya, kami tangkap ada beberapaendorsement. Nanti kita tunjukin, ada di Instagram, ada di beberapa platform-lah. Nanti teman-teman bisangeceksecara langsung,” ujarnya.

Penyebutan nama dalam promosi tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan seseorang dalam tindak pidana. Proses penyelidikan diperlukan untuk memilah hubungan setiap pihak dengan kegiatan usaha yang sedang dipersoalkan, termasuk ruang lingkup kerja sama promosi yang pernah dilakukan.

Asas Praduga Tak Bersalah Tetap Ditekankan

Selain tiga figur publik itu, perwakilan korban juga menyebut seorang tokoh publik asal Bali dengan inisial AWK. Meski demikian, Bionda menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menarik kesimpulan sebelum aparat penegak hukum melakukan pendalaman atas bukti-bukti yang tersedia.

“Namun dari kami, kami selalu mengutamakan asas praduga tidak bersalah. Kami anggap ini masih batas proses penyelidikan, tetapi setidaknya ada kepastian hukum dan keadilan, setidaknya diklarifikasi,” tuturnya.

Pernyataan itu penting karena konten endorsement dapat memiliki berbagai bentuk dan tingkat keterlibatan. Pemeriksaan penyidik nantinya diharapkan menjelaskan apakah promosi yang dilakukan sebatas kerja sama pemasaran atau terdapat fakta lain yang relevan dengan perkara pidana yang diadukan para konsumen.

Kuasa hukum korban lainnya, Zainul Arifin, juga menyinggung respons salah satu figur publik yang namanya ramai dibicarakan. Ia menyebut pihak tersebut telah mengakui adanya tawaran endorsement dan menyatakan siap memberikan informasi yang dimiliki kepada penyidik.

“Di media sosial juga disampaikan dia mengakui sebagaiendorsedan dia akan kooperatif menyampaikan informasi-informasi yang dia dapatkan ke penyidik,” ujarnya.

Kirana Larasati turut menyampaikan kesediaannya untuk memenuhi pemeriksaan polisi. Ia menyatakan tidak keberatan memberikan penjelasan agar persoalan yang membawa namanya dapat menjadi lebih terang.

Skema Pre-Order dan Janji Buyback

Keluhan para konsumen bermula dari transaksi pembelian emas dengan mekanisme prapesan atau pre-order. Dalam skema yang dipersoalkan, perusahaan disebut menawarkan bonus serta pembelian kembali atau buyback dengan harga tinggi untuk menarik minat pembeli.

Para korban mengaku emas yang dipesan tidak diterima sebagaimana dijanjikan. Mereka juga menyatakan pencairan dana yang diharapkan tak kunjung terealisasi. Situasi tersebut kemudian mendorong para konsumen untuk mengambil langkah hukum guna memperoleh penyelesaian atas kerugian yang mereka klaim alami.

Dalam transaksi logam mulia berbasis prapesan, konsumen umumnya perlu memahami secara jelas kapan barang akan diserahkan, bagaimana mekanisme pengembalian dana, serta syarat pelaksanaan pembelian kembali. Kejelasan dokumen transaksi, bukti pembayaran, materi promosi, dan riwayat komunikasi dapat menjadi hal penting saat muncul perselisihan.

Permintaan Penelusuran Transaksi dan Aliran Dana

Pihak korban berharap penyidik memeriksa rangkaian transaksi, pergerakan dana, serta peran pihak yang berkaitan dengan kegiatan usaha tersebut. Aduan yang diajukan tidak hanya memuat dugaan penipuan investasi emas dan perak, tetapi juga dugaan penggelapan, tindak pidana pencucian uang atau TPPU, serta pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ketentuan yang dicantumkan dalam pengaduan mencakup Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP lama atau Pasal 492 KUHP baru terkait dugaan penipuan. Laporan itu juga menyebut Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, dan c KUHP baru tentang TPPU, serta Pasal 54 KUHP baru mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi.

Pencantuman pasal-pasal tersebut merupakan bagian dari posisi hukum yang disampaikan pelapor. Penetapan penerapan hukum, pembuktian unsur pidana, dan penentuan pihak yang bertanggung jawab tetap berada dalam kewenangan aparat penegak hukum setelah tahap penyelidikan dan penyidikan dilakukan.

Perkara ini masih membutuhkan penelusuran menyeluruh untuk menguji klaim kerugian konsumen, pola transaksi yang dijalankan, dan keterkaitan setiap pihak yang disebut. Klarifikasi dari pihak-pihak terkait serta pemeriksaan bukti digital diharapkan memberi kepastian bagi para korban, sekaligus menjaga agar tidak muncul penilaian tergesa-gesa terhadap nama-nama yang sedang disorot.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Nama Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati?

Nama Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Nama Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati matter?

Nama Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.