TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dituduh Open BO, DJ Amoy Laporkan DJ Rara ke Polisi

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By David Hernandez - tajuknusa.com

Foto : David Hernandez - tajuknusa.com

DJ Amoy Tempuh Jalur Hukum usai Mengaku Jadi Sasaran Teror dan Tuduhan

Tajuknusa.com – DJ Fitri Amoy, yang dikenal sebagai DJ Amoy, membawa persoalan tuduhan di media sosial ke ranah hukum. Ia melaporkan Rachmawati atau DJ Rara ke Polresta Bekasi setelah mengaku menerima teror, fitnah, hingga tudingan bahwa dirinya pernah melakukan aborsi dan menawarkan layanan open BO.

Langkah tersebut diambil setelah rangkaian unggahan bernada negatif terus muncul dan, dalam pengakuan Amoy, turut menyeret kehidupan pribadi serta anaknya. Ia merasa tuduhan yang tersebar tidak sesuai kenyataan dan telah mengganggu ketenangan hidupnya.

Hubungan dengan TA Berakhir setelah Status Pernikahan Terungkap

Perselisihan ini berawal dari hubungan Amoy dengan seorang pria berinisial TA. Amoy mengungkapkan bahwa ia sempat berpacaran dengan TA selama sekitar empat bulan. Dalam masa hubungan itu, TA disebut kerap membicarakan rencana pernikahan.

Seiring berjalannya waktu, Amoy berusaha mengenal lebih jauh latar belakang pria tersebut. Upaya itu dilakukan karena ia ingin memastikan masa depannya, termasuk demi anaknya. Dari penelusuran tersebut, Amoy menyatakan baru mengetahui bahwa TA masih memiliki istri, yang kemudian diketahui adalah DJ Rara.

“Jadi aku kenalan sama TA dan sempat pacaran sama dia selama 4 bulan dan dari awal kenal dia selalu menjanjikan pernikahan. Selama jalan itu aku berusaha cari tahu siapa sosok yang nantinya jadi suami aku, karena takut gagal lagi dan ternyata aku tahu kehidupannya, dia masih punya istri,” ujar DJ Amoy, dikutip Minggu (27/9/2026).

Setelah mengetahui situasi itu, Amoy memilih mengakhiri hubungannya dengan TA. Ia menegaskan keputusan tersebut diambil agar persoalan tidak berkembang dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi dirinya maupun anaknya.

“Makanya aku putusin hubungan aku itu karena aku anggap tidak baik buat ke depannya untuk hidup aku dan anak aku, terus enggak mau disebut pelakor,” tambahnya.

Tuduhan Pribadi hingga Anak Ikut Diseret

Amoy menyebut tekanan mulai meningkat sesudah hubungan itu berakhir. Ia mengaku menjadi sasaran berbagai unggahan yang berisi tuduhan negatif. Konten tersebut, kata Amoy, tidak hanya membahas dirinya sebagai pribadi, tetapi juga membawa anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pesantren.

Ia menyatakan ada perkataan kasar serta penghinaan yang diarahkan kepadanya melalui media sosial. Selain itu, persoalan terkait kehidupan keagamaan dan kegiatan kajian disebut turut dibawa ke ruang publik. Bagi Amoy, pelibatan anak dalam konflik orang dewasa menjadi salah satu hal yang paling membuatnya keberatan.

“Banyak sekali menerima fitnah dan tuduhan yang dilayangkan ke saya. Mulai saya dikata-katai seperti lon**, lalu disebut hal-hal terkait bagian intim yang kotor di media sosial. Bahkan dia membawa-bawa anak saya yang sedang mondok di pesantren untuk bahan perundungan, serta membawa-bawa masalah kajian,” lanjutnya.

Dalam perkara yang melibatkan unggahan digital, dampak yang dirasakan seseorang tidak berhenti pada satu percakapan atau satu akun. Tuduhan dapat tersebar kembali, disimpan, dan dibagikan kepada orang lain. Karena itu, Amoy memilih meminta penanganan aparat untuk menguji persoalan tersebut melalui prosedur hukum.

Keberatan atas Tuduhan Open BO dan Penyebaran Percakapan

Salah satu tuduhan yang paling disorot Amoy adalah klaim bahwa ia membuka layanan open BO. Ia membantah tudingan itu dan menyebut tidak ada dasar kebenaran atas narasi yang diarahkan kepadanya.

Selain isu tersebut, Amoy mengatakan percakapan pribadinya dengan mantan kekasih juga disebarkan ke publik. Baginya, penyebaran chat pribadi memperbesar persoalan yang awalnya berada dalam lingkup personal, sekaligus memunculkan penilaian publik terhadap dirinya.

“Saya juga dituduh open BO. Selain itu, riwayat percakapan (chat) pribadi saya dengan mantan pacar saya juga di-spill ke publik oleh dia. Hal-hal seperti itu yang membuat saya tidak terima, karena tuduhannya sama sekali tidak benar,” tegas DJ Amoy.

Amoy mengaku sebelumnya telah mencoba menjelaskan duduk perkara hubungan tersebut. Ia juga telah menyampaikan alasan di balik keputusannya mengakhiri hubungan dengan TA. Namun, klarifikasi itu disebut belum menghentikan munculnya tudingan yang ia anggap merugikan.

Ia akhirnya membuat laporan ke Polresta Bekasi sebagai bentuk keberatan atas dugaan fitnah, penghinaan, teror, dan penyebaran informasi pribadi yang dialaminya. Proses hukum menjadi ruang untuk memeriksa keterangan para pihak serta menilai bukti yang berkaitan dengan unggahan maupun komunikasi yang dipersoalkan.

Dua Saksi Disebut Sudah Diperiksa

Amoy menyampaikan bahwa laporannya telah diproses kepolisian. Dalam tahap awal, dua saksi disebut telah dimintai keterangan. Sementara itu, DJ Rara yang menjadi pihak terlapor disebut belum menjalani pemeriksaan.

Belum diperiksanya terlapor berarti proses penanganan perkara masih berjalan. Pemeriksaan saksi, klarifikasi para pihak, serta penelaahan bukti digital dapat menjadi bagian penting sebelum kepolisian menentukan langkah lanjutan. Laporan tersebut sendiri bukan putusan atas kesalahan seseorang, melainkan awal dari proses penegakan hukum yang memerlukan pemeriksaan menyeluruh.

Di tengah persoalan itu, Amoy mengaku mengalami trauma. Ia menyatakan berupaya memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai cara untuk menghadapi tekanan yang datang.

“Jujur aku trauma banget sampai akhirnya aku mendekatkan diri kepada Allah karena aku juga berusaha mengubah diri menjadi lebih baik. Mungkin ini cobaan bagi aku,” tandasnya.

Kasus ini kembali memperlihatkan bahwa konflik personal yang berpindah ke media sosial dapat membawa konsekuensi luas bagi seluruh pihak yang terlibat. Ketika tuduhan, percakapan pribadi, dan serangan verbal disebarkan secara terbuka, penyelesaiannya dapat bergeser dari ruang digital ke jalur hukum. Untuk saat ini, penanganan laporan DJ Amoy di Polresta Bekasi masih berlanjut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dituduh Open BO DJ Amoy Laporkan?

Dituduh Open BO DJ Amoy Laporkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dituduh Open BO DJ Amoy Laporkan matter?

Dituduh Open BO DJ Amoy Laporkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.