TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Cara Meningkatkan Stamina dan Daya Tahan Tubuh agar Tetap Prima

Published Oktober 7, 2026 · Updated Oktober 7, 2026 · By Mark Anderson - tajuknusa.com

Foto : Mark Anderson - tajuknusa.com

Tajuknusa.com – Jakarta, Beritasatu.com- Tubuh membutuhkan stamina dan daya tahan yang baik agar dapat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Sistem kekebalan tubuh memiliki kemampuan alami untuk melindungi tubuh dari berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Namun, kemampuan tersebut tetap perlu didukung dengan pola hidup sehat.

Kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga asupan nutrisi hingga memenuhi kebutuhan tidur, turut berperan dalam mempertahankan kondisi tubuh. Rutinitas yang padat juga dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan kehilangan energi. Kondisi ini dapat berkaitan dengan aktivitas fisik berlebihan, stres, kurangnya asupan nutrisi, pola tidur yang kurang baik, maupun dampak penyakit tertentu.

Menjaga stamina dan daya tahan tubuh pun dapat dilakukan secara bertahap melalui kebiasaan sederhana. Pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan upaya mencegah infeksi menjadi bagian dari langkah tersebut. MelansirHarvard Health Publishing, langkah utama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh adalah menerapkan pola hidup sehat.

Setiap bagian tubuh, termasuk sistem imun, dapat bekerja dengan lebih baik ketika mendapat dukungan dari kebiasaan hidup yang sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh meliputi: Vaksinasi berfungsi mempersiapkan sistem imun untuk melawan infeksi sebelum penyakit tersebut berkembang di dalam tubuh. Dengan demikian, upaya menjaga sistem kekebalan tubuh tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan atau suplemen, tetapi juga pada kebiasaan hidup secara keseluruhan.

Olahraga teratur merupakan salah satu bagian penting dari pola hidup sehat. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kesehatan kardiovaskular, menurunkan tekanan darah, membantu mengendalikan berat badan, serta memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit. Olahraga juga dapat berkontribusi terhadap kesehatan sistem kekebalan tubuh sebagai bagian dari kondisi kesehatan secara umum.

Namun, aktivitas olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pada olahraga intens yang berlangsung lebih dari 60 menit, tubuh dapat kehilangan cairan dan elektrolit sehingga membutuhkan perhatian terhadap asupan cairan dan energi. Sebaliknya, untuk olahraga ringan yang berlangsung kurang dari 60 menit, cukup minum air putih untuk membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Stamina yang tidak optimal dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Beberapa di antaranya adalah aktivitas fisik yang berlebihan, stres, kekurangan asupan nutrisi, pola tidur yang kurang baik, atau dampak penyakit tertentu. Ketika stamina menurun, dampaknya dapat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut dapat berupa menurunnya konsentrasi, rasa kantuk yang terus-menerus, tubuh terasa tidak bertenaga, suasana hati terganggu, hingga penglihatan kabur. Karena itu, menjaga stamina juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan produktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Makanan atau minuman penambah stamina dapat dikonsumsi untuk membantu mengatasi rasa lelah dan membuat tubuh kembali bugar.

Stamina yang baik dapat mendukung daya tahan tubuh sekaligus membantu menunjang produktivitas sehari-hari. Selain makanan bergizi dan olahraga, multivitamin penambah stamina juga dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen, penting untuk memperhatikan jenis nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Suplemen multivitamin atau minuman berenergi sering digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Meski demikian, tidak semua produk penambah stamina perlu dikonsumsi setiap hari. Melansir laman resmi Kemenkes, terdapat beberapa kondisi yang tepat untuk mengonsumsi makanan atau minuman penambah stamina sebagai berikut.

Makanan atau minuman penambah stamina dapat dikonsumsi ketika melakukan olahraga intens selama lebih dari 60 menit. Aktivitas tersebut dapat membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Asupan penambah energi dapat membantu mencegah kelelahan dan kekurangan tenaga.

Sementara itu, untuk olahraga ringan dengan durasi kurang dari 60 menit, air putih cukup untuk membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Aktivitas yang padat dan menguras banyak energi dapat membuat tubuh lebih cepat lelah, terutama ketika masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Dalam kondisi tersebut, suplemen atau minuman penambah stamina dapat digunakan untuk membantu menjaga energi selama beraktivitas.

Kebutuhan stamina juga dapat meningkat ketika seseorang melakukan kegiatan yang membutuhkan energi lebih banyak. Contohnya adalah mengemudikan kendaraan dalam waktu lama, melakukan perjalanan ke luar kota pada malam hari, mengikuti kegiatantouring, atau aktivitas lain yang membutuhkan stamina lebih. Selain perubahan pola hidup, terdapat beberapa pilihan suplemen atau obat penunjang stamina secara medis yang disebutkan oleh Kemenkes.

Vitamin B12 bersama vitamin B lainnya membantu mengubah makanan menjadi energi yang digunakan oleh sel tubuh. Vitamin ini juga berperan dalam menjaga kesehatan saraf dan mencegah anemia yang dapat menyebabkan tubuh terasa lesu. Vitamin B12 dapat diperoleh dari berbagai sumber protein hewani, seperti daging, ikan, dan produk susu.

Jika kebutuhan dari makanan belum mencukupi, vitamin B12 juga dapat diperoleh melalui suplemen. Kekurangan zat besi menjadi salah satu penyebab tubuh terasa lemas. Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu komponen yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.

Suplemen zat besi dapat digunakan untuk memenuhi kekurangan zat besi serta membantu menghindari komplikasi yang berkaitan dengan anemia defisiensi besi, termasuk masalah stamina. Melatonin dapat menjadi pilihan bagi orang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat membuat tubuh kelelahan dan kekurangan energi.

Suplemen melatonin diketahui dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sehingga stamina dapat membaik. Coenzyme Q10 sebenarnya dapat diproduksi secara alami oleh tubuh. Zat ini terdapat pada seluruh sel tubuh, terutama sel di jantung, ginjal, dan hati.

Fungsi utamanya adalah melindungi sel dari kerusakan sekaligus membantu sel menghasilkan energi. Kadar coenzyme Q10 dapat menurun seiring bertambahnya usia atau akibat kondisi tertentu, seperti diabetes tipe 2. Ketika kadarnya menurun, sel tubuh dapat mengalami kesulitan menghasilkan energi yang dibutuhkan sehingga muncul rasa lelah.

Karena itu, suplemen coenzyme Q10 dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengurangi kelelahan. Kreatin merupakan suplemen yang digunakan untuk membantu menyediakan energi bagi tubuh. Suplemen ini dapat membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah.

Kreatin umumnya digunakan oleh atlet yang melakukan olahraga berat dan membutuhkan energi dalam waktu cepat. Respons sistem kekebalan terhadap vaksin dapat menurun pada orang lanjut usia. Sebagai contoh, penelitian mengenai vaksin influenza menunjukkan efektivitas vaksin pada orang berusia di atas 65 tahun lebih rendah dibandingkan anak sehat berusia lebih dari 2 tahun.

Meski demikian, vaksinasi tetap memberikan manfaat. Vaksin influenza dan Spneumoniaetelah dikaitkan dengan penurunan angka sakit dan kematian pada orang lanjut usia dibandingkan kondisi tanpa vaksinasi. Hal ini menunjukkan menjaga daya tahan tubuh juga berkaitan dengan langkah pencegahan terhadap infeksi, termasuk mengikuti vaksinasi yang direkomendasikan.

World Space Week 2026, Simak Tema dan Sejarah Peringatannya Transaksi AKD Melonjak, Pelindungan Konsumen Perlu Ditingkatkan 3 Tantangan yang Dihadapi Kemenkes Bangun Ekosistem Plasma Nasional Rupiah Menguat Ditopang Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kuat Kecanduan Curhat ke AI, Seberapa Jauh Dampaknya pada Manusia? MK Putuskan Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima Paripurna DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan Aksi Massa Buruh Kawal Paripurna RUU Ketenagakerjaan di DPR Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 El Nino Menguji Ketahanan Pangan Indonesia–Thailand: Harapan Terakhir, Perlawanan Terbesar Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara sebagai Motor Penggerak Kekuatan Nasional Doa Ibu, Tempat Jenderal Suyudi Menundukkan Kepala

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Cara Meningkatkan Stamina dan Daya Tahan?

Cara Meningkatkan Stamina dan Daya Tahan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cara Meningkatkan Stamina dan Daya Tahan matter?

Cara Meningkatkan Stamina dan Daya Tahan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.