Cara Bentengi Imunitas Tubuh di Tengah Marak Kasus Influenza A
Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Influenza A Meningkat
Tajuknusa.com – Meningkatnya perhatian terhadap Influenza A di sejumlah wilayah Indonesia menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi tubuh sehari-hari. Kementerian Kesehatan memastikan situasi penularan masih terkendali dan terus dipantau, meski angka temuan kasus positif memperlihatkan kenaikan.
Dalam pengawasan hingga minggu ke-37, per 19 September 2026, aktivitas influenza secara nasional masih masuk kategori rendah. Namun, positivity rate naik dari 35% menjadi 46%. Influenza A H3N2 subclade K paling banyak terdeteksi di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, dengan porsi masing-masing 24%. Jakarta berada di angka 14,8%.
Kondisi tersebut membuat langkah pencegahan tetap relevan dilakukan, terutama bagi warga dengan penyakit penyerta yang dapat memengaruhi kekuatan sistem imun. Kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, makan seimbang, minum air putih, memenuhi kebutuhan vitamin, serta aktif berolahraga dapat membantu tubuh menghadapi risiko infeksi.
Diabetes Memerlukan Kewaspadaan Lebih
Pelaksana harian Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr Martha Siahaan, menegaskan bahwa Influenza A dapat menyerang siapa saja tanpa membedakan usia atau jenis kelamin. Meski demikian, orang dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk diabetes, perlu lebih waspada karena daya tahan tubuh dapat lebih mudah menurun.
"Tipsnya, istirahat yang cukup, makan bergizi, banyak minum air putih dan vitamin, serta olahraga teratur. Penularan Influenza A ini tidak memandang usia, itu virus mudah menular dan yang jelas daya tahan tubuh harus dikuatkan," kata dr Martha saat ditemui di sela-sela kegiatan peringatan World Heart Day di Surabaya, Minggu (27/9/2026).
Menjaga imunitas bukan berarti seseorang pasti terbebas dari penularan. Namun, pola hidup yang teratur dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesiapan tubuh. Asupan makanan bergizi membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi, sedangkan kecukupan cairan mendukung fungsi tubuh selama beraktivitas maupun ketika mulai kurang sehat.
Istirahat juga tidak boleh diabaikan. Saat tubuh kelelahan, seseorang dapat lebih sulit pulih ketika mengalami keluhan kesehatan. Aktivitas fisik secara rutin dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing, tanpa perlu memaksakan latihan berat ketika kondisi tubuh sedang menurun atau muncul gejala demam.
Membedakan Gejala Influenza A dan Covid-19
Kekhawatiran masyarakat kerap muncul karena sejumlah gejala Influenza A dan Covid-19 tampak serupa. Keduanya sama-sama berasal dari virus dan bisa memicu gangguan kesehatan yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Namun, terdapat perbedaan pada tanda awal yang perlu diperhatikan.
Pada Covid-19, gangguan penciuman dan pengecapan dapat menjadi salah satu indikasi awal. Sementara itu, Influenza A lebih sering dimulai dengan keluhan meriang atau demam. Perbedaan ini penting untuk dikenali, tetapi penilaian kondisi kesehatan tetap perlu dilakukan secara tepat, khususnya apabila keluhan menetap atau memburuk.
"Covid-19 dan Influenza A memang sama-sama virus, cuma beda. Memang gejalanya hampir mirip, cuma Covid-19 ada gangguan indra penciuman dan kecapan. Tergantung daya tubuh kita, untuk penderita diabetes harus ekstra hati-hati," imbuhnya.
Demam dan meriang sebaiknya tidak dianggap remeh, terutama jika dialami oleh orang dengan penyakit penyerta. Diabetes menjadi salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian karena penurunan imunitas dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Dalam keadaan seperti ini, pemantauan gejala dan konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah yang lebih aman.
Segera Periksa Jika Gejala Muncul
Warga yang merasakan tanda-tanda Influenza A dianjurkan segera menjalani pemeriksaan ke dokter. Langkah ini diperlukan agar penanganan diberikan sesuai kondisi pasien. Obat untuk Influenza A tidak tersedia sebagai obat bebas, sehingga penentuan terapi perlu dilakukan oleh dokter.
"Penanganan awal harus ke dokter supaya bisa diberi obat yang tepat, karena obatnya tidak dijual bebas. Tanda-tanda penyakit ini awalnya disertai meriang atau demam, dan yang membahayakan kalau ada penyakit penyerta seperti diabetes karena daya tubuh imun menurun," tegasnya.
Pemeriksaan lebih awal dapat membantu pasien memperoleh arahan yang sesuai, termasuk kebutuhan obat dan perawatan lanjutan. Selain itu, orang yang sedang mengalami keluhan dapat lebih berhati-hati dalam beraktivitas agar kondisi tubuh tidak semakin menurun.
Di tengah kenaikan positivity rate, masyarakat tidak perlu panik. Pemantauan terhadap penyebaran Influenza A tetap berjalan, sementara situasi nasional masih terkendali. Sikap yang dibutuhkan adalah waspada secara proporsional: mengenali gejala, menjaga kebersihan dan kebugaran, mencukupi kebutuhan cairan, serta tidak menunda pemeriksaan apabila kondisi kesehatan menimbulkan kekhawatiran.
"Ada peningkatan, tetapi (masih) under control dan sudah termonitor dengan baik. Imbauan untuk masyarakat supaya jaga kesehatan, minum air mineral, istirahat cukup, dan makan bergizi," pungkas dr Martha.
Rutinitas sehat dapat dimulai dari hal-hal yang mudah dilakukan di rumah. Waktu tidur yang cukup, pilihan makanan yang lebih bernutrisi, minum air putih secara teratur, serta olahraga sesuai kemampuan merupakan langkah praktis yang dapat diterapkan setiap hari. Bagi penderita diabetes dan individu dengan penyakit penyerta lainnya, kewaspadaan tambahan serta konsultasi medis saat gejala muncul menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Cara Bentengi Imunitas Tubuh di Tengah?Cara Bentengi Imunitas Tubuh di Tengah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Cara Bentengi Imunitas Tubuh di Tengah matter?Cara Bentengi Imunitas Tubuh di Tengah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.