TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Diduga Pasang Alat Penyadap, FBI Tangkap Eks Insinyur OpenAI

Published Oktober 15, 2026 · Updated Oktober 15, 2026 · By Sandra Martinez - tajuknusa.com

Foto : Sandra Martinez - tajuknusa.com

Diduga Pasang Alat Penyadap, FBI Tangkap Mantan Insinyur OpenAI

Tajuknusa.com – Diduga Pasang Alat Penyadap FBI Tangkap mantan insinyur OpenAI, Abdulrahman Alfozan, di San Francisco, Amerika Serikat. Biro Investigasi Federal AS atau FBI menangkap pria berusia 35 tahun tersebut atas dugaan memasang perangkat perekam tersembunyi di ruang konferensi eksekutif perusahaan kecerdasan artifisial (AI) itu.

Menurut Departemen Kehakiman AS, Alfozan mulai bekerja di OpenAI pada Juli 2025. Perangkat perekam tersebut ditemukan perusahaan pada 30 September 2026. Alat itu dipasang pada port USB di bagian belakang televisi di salah satu gedung OpenAI di San Francisco.

Perangkat Perekam Disembunyikan di Gulungan Tisu

Berdasarkan pengaduan FBI, perangkat itu berukuran kira-kira sebesar ibu jari, memiliki mikrofon, dan dapat terhubung dengan kamera. Alat tersebut ditemukan tersembunyi di dalam gulungan tisu toilet dan diduga dipasang sekitar 28 September 2026.

Penyelidik juga menemukan perangkat serupa yang telah dimodifikasi di dalam tas pribadi Alfozan. Temuan ini menjadi bagian dari penyelidikan atas dugaan upaya perekaman komunikasi internal di lingkungan perusahaan teknologi tersebut.

OpenAI menyatakan menggunakan model AI internal untuk membantu mengidentifikasi pihak yang diduga memasang alat tersebut serta menelusuri asal perangkat. Perusahaan mengatakan mempunyai bukti bahwa karyawan itu diduga berencana memasang perangkat perekam tambahan di sejumlah area sensitif.

“Sejauh ini, kami tidak menemukan indikasi bahwa individu tersebut mengakses atau mengambil bobot model, kode sumber, maupun data pelanggan secara tidak semestinya,” kata OpenAI melalui media sosial X, dilansir Reuters.

OpenAI juga menyatakan Alfozan telah diberhentikan dan kasus itu telah dilaporkan kepada FBI. Direktur FBI Kash Patel mengatakan tersangka diduga berupaya merekam komunikasi sensitif terkait teknologi kecerdasan super yang dikembangkan perusahaan.

Dugaan Pemanfaatan Agen AI dan Ancaman Hukuman

Dalam pengaduannya, FBI menyebut Alfozan memakai agen produktivitas berbasis AI selama kurang lebih satu bulan hingga 16 September 2026. Teknologi tersebut diduga digunakan untuk mencari informasi mengenai jadwal penggunaan ruang rapat dan fasilitas kantor.

Diduga Pasang Alat Penyadap FBI Tangkap mantan insinyur OpenAI ini juga menyoroti risiko keamanan informasi di perusahaan teknologi yang mengembangkan sistem AI. Alfozan tercatat sebagai penduduk tetap AS yang sah sejak September 2020.

Apabila terbukti bersalah, ia menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun, denda hingga US$250.000, serta pembebasan dengan pengawasan selama tiga tahun. Kedutaan Besar Arab Saudi di AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Profil LinkedIn yang dikaitkan dengan Alfozan mencantumkan pendidikan di Massachusetts Institute of Technology dan University of California, Berkeley. Profil itu juga menyebut pengalaman kerja di Meta dan Microsoft, tetapi Reuters belum dapat memverifikasi informasi tersebut secara independen.

OpenAI Turut Disorot soal Penanganan Informasi Sensitif

Kasus ketika diduga pasang alat penyadap FBI tangkap mantan insinyur OpenAI terjadi di tengah sorotan terhadap penanganan informasi sensitif di internal perusahaan. Pada Jumat sebelumnya, OpenAI memberhentikan tiga peneliti, yakni Jasmine Wang, Tomek Korbak, dan Mikita Balesni.

Penyelidikan internal perusahaan menyimpulkan ketiganya melanggar kebijakan penanganan informasi sensitif. Mereka kemudian menerbitkan surat yang mengkritik pemecatan mendadak tersebut dan menilai langkah itu dapat menciptakan ketidakpastian bagi karyawan.

Ketiganya juga menyampaikan kekhawatiran bahwa tindakan tersebut dapat melemahkan budaya yang memungkinkan peneliti menyuarakan persoalan keselamatan teknologi. Secara terpisah, The Information melaporkan OpenAI sedang melakukan pembicaraan awal untuk mengakuisisi Trail of Bits, perusahaan rintisan yang fokus mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak sumber terbuka.

Pembicaraan itu masih berlangsung dan belum tentu menghasilkan kesepakatan. OpenAI maupun Trail of Bits belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

FAQ Kasus Dugaan Penyadapan di OpenAI

Siapa yang ditangkap FBI dalam kasus ini?

FBI menangkap Abdulrahman Alfozan, mantan insinyur OpenAI berusia 35 tahun, atas dugaan memasang perangkat perekam tersembunyi di ruang konferensi eksekutif OpenAI.

Apakah ada data pelanggan OpenAI yang diambil?

OpenAI menyatakan belum menemukan indikasi bahwa tersangka mengakses atau mengambil bobot model, kode sumber, maupun data pelanggan secara tidak semestinya.

Di mana perangkat perekam ditemukan?

Perangkat ditemukan pada port USB di bagian belakang televisi di salah satu gedung OpenAI di San Francisco. Menurut pengaduan FBI, alat itu disembunyikan di dalam gulungan tisu toilet.

Berapa ancaman hukuman yang dihadapi tersangka?

Jika terbukti bersalah, Alfozan dapat menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun, denda maksimal US$250.000, dan pembebasan dengan pengawasan selama tiga tahun.

Related Reading