Berapa Biaya Perang yang Dikeluarkan AS untuk Lawan Iran?
Biaya Konflik AS-Iran Menembus US$38 Miliar
Tajuknusa.com – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran telah menyerap puluhan miliar dolar dari anggaran pertahanan Washington. Sampai 1 Agustus 2026, pengeluaran Departemen Pertahanan AS untuk perang ini diperkirakan mencapai sekitar US$38 miliar, setara kurang lebih Rp670 triliun.
Jumlah tersebut belum mencerminkan keseluruhan beban yang mungkin timbul. Congressional Budget Office (CBO) memperkirakan kebutuhan dana dapat meningkat US$2 miliar hingga US$3 miliar setiap bulan, bahkan lebih besar apabila serangan militer berlangsung dengan intensitas tinggi.
Perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 itu kini memasuki bulan ketujuh. Selain menekan anggaran pertahanan, konflik juga memunculkan risiko bagi perekonomian AS, terutama melalui gangguan terhadap pasokan energi dan meningkatnya kebutuhan logistik militer.
Amunisi Menjadi Pos Pengeluaran Terbesar
Porsi terbesar biaya perang berasal dari penggantian amunisi yang telah ditembakkan dalam operasi militer. Hingga awal Agustus 2026, kebutuhan untuk mengganti persenjataan tersebut diproyeksikan bernilai US$21,7 miliar.
Pengeluaran lainnya meliputi penggantian perlengkapan militer yang rusak atau hilang di medan tempur, serta kenaikan biaya bahan bakar. Operasi udara, pergerakan kapal perang, pengiriman pasukan, dan distribusi perlengkapan membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar, sehingga beban anggaran terus bertambah selama konflik berjalan.
Angka US$38 miliar sebaiknya dipahami sebagai estimasi biaya operasional tertentu yang telah dibebankan kepada Departemen Pertahanan AS. Nilai tersebut tidak mencakup seluruh dampak finansial dan sosial yang dapat muncul setelah perang berakhir.
Biaya Jangka Panjang Belum Masuk Perhitungan
Perkiraan CBO belum memasukkan biaya yang terkait dengan prajurit AS yang tewas maupun terluka. Perawatan kesehatan veteran dalam jangka panjang, santunan disabilitas, serta kewajiban kompensasi bagi personel terdampak perang masih berada di luar cakupan hitungan itu.
Dengan demikian, total biaya konflik bagi pemerintah AS berpotensi jauh lebih besar dari angka yang saat ini tercatat. Pengeluaran militer langsung hanyalah satu bagian dari dampak perang, sementara kewajiban terhadap veteran dapat berlangsung selama bertahun-tahun setelah operasi tempur berhenti.
Bagi pembaca, perbedaan ini penting karena biaya perang tidak hanya terlihat dalam pembelian rudal atau pengerahan aset tempur. Beban fiskal juga dapat muncul lewat pembiayaan kesehatan, bantuan bagi keluarga personel, pemeliharaan peralatan, dan pemulihan persediaan pertahanan.
Persediaan Rudal Pencegat Menipis
Konflik tersebut juga mengurangi cadangan persenjataan strategis AS. CBO mencatat stok rudal pencegat pertahanan udara semakin menyusut. Perbandingan antara dana yang telah dikeluarkan untuk rudal pencegat dan jumlah yang sebelumnya dibeli Departemen Pertahanan mengindikasikan penggunaan amunisi dalam skala besar.
Sejak Juni 2025, AS kemungkinan telah memakai sekitar setengah sampai dua pertiga persediaan amunisi pencegatnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perang tidak semata-mata menciptakan persoalan anggaran, tetapi juga menantang kesiapan militer untuk memenuhi kebutuhan pertahanan di masa mendatang.
Laporan inspektur jenderal Pentagon yang dirilis pada 14 September 2026 menggambarkan situasi tersebut sebagai:
“kekurangan persediaan strategis”.
Penipisan stok berarti pemerintah perlu mempercepat produksi dan pengadaan baru. Namun, penggantian amunisi canggih tidak selalu dapat dilakukan dalam waktu singkat karena bergantung pada kapasitas industri pertahanan, rantai pasok komponen, serta proses pengadaan pemerintah.
Selisih Tipis dengan Perkiraan Menteri Pertahanan
Estimasi CBO berada dekat dengan angka yang pernah disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Pada Juli 2026, Hegseth menyebut konflik dengan Iran telah menghabiskan sekitar US$37,5 miliar. Estimasi hingga 1 Agustus yang mencapai US$38 miliar menunjukkan selisih kecil di antara kedua penghitungan tersebut.
Kesamaan kisaran angka itu memperkuat gambaran bahwa perang telah berkembang menjadi beban fiskal besar bagi AS dalam waktu relatif singkat. Jika tambahan biaya bulanan tetap berada pada kisaran US$2 miliar hingga US$3 miliar, total pengeluaran akan terus naik selama operasi militer belum berakhir.
Analisis CBO disiapkan setelah permintaan dari Brendan Boyle, anggota Demokrat paling senior di Komite Anggaran DPR AS, bersama sejumlah legislator Demokrat lainnya. Sorotan utama mereka adalah besarnya dana pajak yang telah dialihkan untuk kebutuhan perang.
Perkembangan biaya ini akan menjadi perhatian dalam perdebatan anggaran federal AS. Pemerintah harus menyeimbangkan kebutuhan operasi di Iran, pemulihan stok senjata, kewajiban kepada personel militer, serta pembiayaan berbagai program domestik yang juga bergantung pada anggaran negara.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Berapa Biaya Perang yang Dikeluarkan?Berapa Biaya Perang yang Dikeluarkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Berapa Biaya Perang yang Dikeluarkan matter?Berapa Biaya Perang yang Dikeluarkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.