ICP Sudah Selisih US$ 21, Suahasil Bersiap Hadapi Lonjakan Subsidi
Tajuknusa.com – Jakarta, Beritasatu.com –Kementerian Keuangan mengungkapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atauIndonesian Crude Price(ICP) mencapai US$ 91,9 per barel pada September 2026. Angka tersebut jauh di atas asumsi ICP dalam APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan rata-rata ICP berpotensi terus meningkat seiring kenaikan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut akan berdampak langsung pada kebutuhan subsidi energi yang harus ditanggung APBN. “Harga minyak mentah Indonesia US$ 91,9 per barel, ini adalah realisasi September dan dengan harga minyak yang meningkat terus seperti sehari-hari ini maka angka ini US$ 91,9 besok-besok akan meningkat dia,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Menurut Suahasil, kenaikan ICP tidak hanya memengaruhi asumsi dasar APBN, tetapi juga meningkatkan kebutuhan belanja pemerintah.
Semakin tinggi harga minyak, semakin besar pula kebutuhan subsidi dan kompensasi energi jika harga energi di dalam negeri tetap dipertahankan. “Dan kalau dia meningkat maka subsidi juga akan meningkat. Ini semua punya dampak langsung kepada APBN dan pasti harus kita serap dan kita pastikan ada pembayaran nantinya,” ujarnya.
Pada sisi penerimaan, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas (migas). Suahasil menyebut penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas turut meningkat seiring kenaikan harga minyak. Namun, tambahan penerimaan tersebut tidak serta-merta membuat posisi APBN lebih longgar.
Pemerintah juga harus menanggung kenaikan subsidi, sementara produksi minyak dan gas masih berada di bawah asumsi APBN. “PPh migas tentu karena harga migasnya meningkat, PPh migasnya juga naik, tapi subsidi BBM juga meningkat. Ini adalah konsekuensi yang merupakan karakteristik dari APBN kita,” kata Suahasil.
Hingga September 2026,liftingminyak tercatat sebesar 573.900 barel per hari, lebih rendah dibandingkan asumsi APBN sebesar 610.000 barel per hari. Sementara itu,liftinggas mencapai sekitar 929.700 barel setara minyak per hari, juga di bawah asumsi sebesar 984.000 barel setara minyak per hari. “Lifting minyak sekarang di 573.900 barel per hari di bawah dari asumsi 610.000 dan lifting gas 929.700 setara minyak barel minyak per hari di bawah asumsi 984.000,” ujarnya.
Suahasil menegaskan, capaianliftingyang lebih rendah membuat penerimaan negara dari produksi minyak dan gas tidak sebesar yang diperhitungkan dalam APBN. Karena itu, pemerintah perlu menyeimbangkan tambahan penerimaan akibat kenaikan harga minyak dengan peningkatan kebutuhan subsidi dan rendahnya volume produksi. “Kalau dia di bawah asumsi berarti penerimaan negara juga tidak sesuai dengan target yang berasal dari lifting minyak dan gas bumi,” kata Suahasil.
Hari Apa Saja Balapan MotoGP Mandalika 2026 Berlangsung? Kejar Pendapatan Rp 3.435 T, Pemerintah Tetap Beri Insentif Pajak Harga Emas Dunia Menguat Tipis setelah Menyentuh Level Terendah Kebakaran di Kramat Pulo Hanguskan 52 Rumah, 290 Warga Terdampak Dibuka Menguat ke 6.039, IHSG Hari Ini Langsung Balik Arah Melemah MK Putuskan Gugatan Ijazah Gibran Tidak Dapat Diterima Paripurna DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan Aksi Massa Buruh Kawal Paripurna RUU Ketenagakerjaan di DPR Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 El Nino Menguji Ketahanan Pangan Indonesia–Thailand: Harapan Terakhir, Perlawanan Terbesar Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara sebagai Motor Penggerak Kekuatan Nasional Doa Ibu, Tempat Jenderal Suyudi Menundukkan Kepala
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is ICP Sudah Selisih US 21 Suahasil?ICP Sudah Selisih US 21 Suahasil is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does ICP Sudah Selisih US 21 Suahasil matter?ICP Sudah Selisih US 21 Suahasil matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.