Ekonomi 6 Persen hingga Rupiah Rp 17.500, Ini Asumsi Makro APBN 2027
APBN 2027 Tetapkan Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Tajuknusa.com – Pemerintah bersama DPR RI telah menyepakati kerangka asumsi dasar ekonomi makro untuk APBN 2027. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 6%, dengan inflasi dijaga di level 2,5%. Dalam rancangan tersebut, kurs rupiah dipatok pada Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat.
Sejumlah indikator lain turut menjadi landasan penyusunan anggaran negara. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ditetapkan 6,9%, Indonesian Crude Price (ICP) diproyeksikan US$ 75 per barel, produksi minyak atau lifting minyak ditargetkan 612.500 barel per hari, serta lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.
Rangkaian asumsi ini penting karena menjadi pijakan bagi pemerintah dalam menghitung penerimaan, belanja, kebutuhan pembiayaan, serta ruang perlindungan sosial dan stimulus ekonomi sepanjang 2027. Perubahan pada kurs, harga minyak, atau suku bunga dapat memengaruhi beban APBN dan aktivitas dunia usaha.
Pertumbuhan 6 Persen Didorong Investasi dan Ekspor Bernilai Tambah
Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyampaikan bahwa sasaran pertumbuhan 6% dirancang untuk memperluas kegiatan ekonomi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Target tersebut juga dipandang sebagai langkah untuk memperbesar kapasitas perekonomian nasional.
“Badan Anggaran DPR RI bersama pemerintah menyepakati target pertumbuhan ekonomi 6%. Target 6% dibutuhkan sebagai jembatan untuk memperbesar kue ekonomi kita. Dengan skala ekonomi lebih besar, kita harapkan mayoritas rakyat mendapatkan manfaat dan aktivitas produksi dan konsumsi,” kata Said dalam rapat paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Pencapaian pertumbuhan tersebut tidak hanya diharapkan berasal dari belanja negara. Pemerintah akan mengarahkan perhatian pada penguatan investasi serta peningkatan ekspor yang menghasilkan nilai tambah. Pendekatan ini mencerminkan kebutuhan untuk memperbesar peran sektor swasta dalam menciptakan aktivitas produksi, penyerapan tenaga kerja, dan peluang usaha baru.
Said menekankan bahwa target tersebut menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kondisi ekonomi global yang berubah-ubah dapat memengaruhi perdagangan, arus modal, harga komoditas, hingga pasar keuangan. Karena itu, strategi mendorong investasi dan ekspor bernilai tambah dipandang perlu terus dijalankan.
“Tantangannya memang tidak mudah, strategi yang telah dan akan diteruskan pemerintah adalah memperbesar nilai tambah ekspor dan investasi,” ujarnya.
Ekspor bernilai tambah berarti dorongan agar komoditas dan produk Indonesia tidak semata dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan pengolahan dan penguatan industri di dalam negeri, nilai ekonomi yang tercipta diharapkan lebih besar serta memberi dampak lebih luas terhadap rantai pasok domestik.
Inflasi 2,5 Persen untuk Menjaga Daya Beli
Asumsi inflasi 2,5% menjadi bagian penting dari rancangan APBN 2027. Pengendalian kenaikan harga diperlukan karena belanja rumah tangga masih memegang peranan besar dalam perekonomian nasional. Inflasi yang terkendali membantu menjaga daya beli masyarakat dan memberi kepastian bagi pelaku usaha dalam menyusun rencana produksi maupun investasi.
“Konsumsi rumah tangga masih menjadi pilar utama dalam struktur PDB nasional kita. Karena itu target inflasi rendah harus menjadi keniscayaan. Atas dasar ini, Badan Anggaran DPR bersama pemerintah menyepakati target inflasi tahun 2027 di kisaran 2,5%,” kata Said.
Bagi masyarakat, sasaran inflasi rendah berkaitan langsung dengan harga kebutuhan sehari-hari. Ketika lonjakan harga dapat ditekan, tekanan terhadap pengeluaran keluarga berpotensi lebih terkendali. Pada saat yang sama, stabilitas harga mendukung keberlanjutan konsumsi, yang menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Rupiah Rp 17.500 dan Suku Bunga SBN 6,9 Persen
Nilai tukar rupiah dalam asumsi APBN 2027 ditetapkan Rp 17.500 per dolar AS. Stabilitas kurs memiliki arti besar bagi fiskal dan sektor riil, terutama karena Indonesia masih membutuhkan berbagai barang impor untuk kegiatan produksi maupun konsumsi.
“Pada tahun 2027 Bank Indonesia dan pemerintah perlu mengendalikan kurs rupiah di kisaran Rp 17.500. Langkah ini untuk memastikan agar tekanan terhadap fiskal dan sektor riil tidak berkelanjutan,” ujarnya.
Pergerakan rupiah dapat memengaruhi harga barang impor, biaya bahan baku, hingga sejumlah komponen belanja negara. Karena itu, asumsi nilai tukar digunakan sebagai salah satu alat perencanaan agar APBN memiliki perhitungan yang lebih terukur terhadap potensi perubahan ekonomi global.
Selain kurs, pemerintah dan DPR menetapkan asumsi imbal hasil SBN 10 tahun sebesar 6,9%. Angka ini menjadi acuan dalam menghitung biaya pembiayaan anggaran, khususnya saat pemerintah menerbitkan surat utang. Dinamika pasar keuangan internasional, perubahan suku bunga, dan persepsi risiko dapat memengaruhi biaya pembiayaan tersebut.
Target Produksi Energi Naik
Pada sektor energi, target lifting minyak ditingkatkan menjadi 612.500 barel per hari. Angka itu lebih tinggi dibandingkan usulan awal dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 yang sebesar 600.000 barel per hari. Penyesuaian target tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi minyak nasional dan ketahanan energi.
“Target lifting minyak bumi kita tingkatkan dari usulan Nota Keuangan RAPBN 2027 dari sebesar 600.000 barel menjadi 612.500 barel. Strategi ini untuk meningkatkan kapasitas energi di hulu migas sebagai bagian penguatan ketahanan energi nasional kita,” kata Said.
Sementara itu, lifting gas dipatok 954.000 barel setara minyak per hari. Dengan ICP US$ 75 per barel, pemerintah memiliki dasar perhitungan untuk memperkirakan dampak harga minyak terhadap penerimaan dan belanja energi dalam APBN.
APBN Dijaga Tetap Sehat dan Kredibel
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan APBN akan tetap digunakan sebagai instrumen untuk menopang ekonomi sekaligus melindungi masyarakat. Namun, fungsi tersebut harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kredibilitas dan kesehatan fiskal.
“APBN kita terus arahkan supaya terus menumbuh, APBN menumbuhkan, APBN melindungi, namun APBN juga kredibel dan sehat untuk menjalankan perannya menumbuhkan dan melindungi tersebut,” ujar Suahasil.
Pemerintah melihat kondisi ekonomi domestik sebagai modal memasuki 2027. Ke depan, dorongan terhadap ekspor, investasi, dan pembukaan lapangan kerja akan menjadi bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia. Melalui asumsi makro yang telah disepakati, APBN 2027 diharapkan mampu menjalankan dua peran sekaligus: mendorong pertumbuhan dan menjaga ketahanan masyarakat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ekonomi 6 Persen hingga Rupiah Rp 17?Ekonomi 6 Persen hingga Rupiah Rp 17 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ekonomi 6 Persen hingga Rupiah Rp 17 matter?Ekonomi 6 Persen hingga Rupiah Rp 17 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.