TajukNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BPS Perluas Kerja Sama Statistik Global lewat Forum OKI di Jeddah

Published Oktober 4, 2026 · Updated Oktober 4, 2026 · By Jennifer Lopez - tajuknusa.com

Foto : Jennifer Lopez - tajuknusa.com

BPS Perkuat Jejaring Statistik Internasional di Forum OKI Jeddah

Tajuknusa.com – Delegasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menghadiri Sidang ke-15 Organisation of Islamic Cooperation Statistical Commission (OIC-StatCom) di Jeddah, Arab Saudi, pada 29-30 September 2026. Kehadiran Indonesia dalam agenda tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pengalaman transformasi statistik nasional sekaligus memperluas kemitraan dengan lembaga statistik negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi memimpin delegasi Indonesia dalam forum yang turut didahului kegiatan side event sehari sebelumnya. Pertemuan ini mempertemukan pimpinan National Statistical Office (NSO) dari 57 negara anggota OKI untuk bertukar praktik, membahas tantangan baru, dan memperkuat pengembangan statistik resmi di tingkat nasional maupun internasional.

Forum statistik seperti OIC-StatCom memiliki arti penting karena data resmi menjadi fondasi bagi penyusunan kebijakan, pemantauan pembangunan, serta kerja sama ekonomi lintas negara. Bagi Indonesia, keterlibatan aktif dalam pertemuan tersebut membuka ruang untuk memperkaya metode pengukuran, memperluas pertukaran pengetahuan, dan membangun keselarasan data pada isu-isu yang berkaitan dengan perdagangan, ekonomi syariah, hingga layanan dasar masyarakat.

Transformasi data kependudukan menuju Sensus 2030

Dalam tiga sesi presentasi, Sonny memaparkan sejumlah agenda strategis BPS. Salah satu pokok bahasan berkaitan dengan modernisasi sensus penduduk dan perumahan. Sistem statistik Indonesia terus diarahkan pada penggunaan data yang saling terhubung, dengan teknologi dan data administrasi sebagai unsur penting dalam proses pembaruannya.

Meski pemanfaatan data digital dan administrasi semakin diperluas, BPS tetap mempertahankan peran survei serta pemeriksaan di lapangan. Langkah ini diperlukan agar ketelitian, konsistensi, dan mutu statistik tetap terjaga. Penggabungan berbagai sumber data diharapkan dapat menghasilkan pembaruan informasi kependudukan yang lebih cepat tanpa mengabaikan proses validasi.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju Sensus Penduduk 2030. BPS telah menjelaskan rencana penggunaan registrasi penduduk dan data administrasi untuk membangun sistem statistik kependudukan yang lebih terpadu. Sistem semacam itu memungkinkan informasi diperbarui secara berkelanjutan, sehingga data dapat lebih responsif terhadap perubahan kondisi masyarakat.

Persiapan penerapan SNA 2025

Agenda lain yang disampaikan BPS adalah kesiapan Indonesia dalam mengimplementasikan System of National Accounts 2025 atau SNA 2025. Pembaruan sistem neraca nasional diperlukan agar gambaran ekonomi dapat menangkap perubahan struktur produksi, pola belanja masyarakat, perkembangan pasar kerja, dan aktivitas ekonomi informal secara lebih menyeluruh.

Dalam penguatan pengukuran ekonomi, BPS memanfaatkan hasil Experimental Time Use Study 2023 untuk menghitung nilai tambah jasa rumah tangga yang tidak dibayar. Nilai kegiatan tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 13,63% dari Produk Domestik Bruto Indonesia pada 2023.

Pengukuran ini memberi gambaran lebih luas mengenai aktivitas yang menopang kehidupan rumah tangga, meskipun tidak selalu tercermin dalam transaksi pasar. Penyempurnaan statistik ekonomi melalui SNA 2025 diharapkan membantu menghadirkan gambaran yang semakin lengkap tentang dinamika perekonomian Indonesia.

Pemantauan air bersih dan sanitasi

Pada pembahasan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 6, BPS membagikan pengalaman pemanfaatan Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas. Survei tersebut digunakan untuk mengukur akses rumah tangga terhadap air minum dan sanitasi.

Data Susenas menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat perkembangan akses penduduk terhadap layanan dasar. Informasi ini relevan bagi pemantauan capaian pembangunan karena air minum layak dan sanitasi berkaitan langsung dengan kondisi hidup masyarakat serta kualitas lingkungan permukiman.

Kerja sama dengan Arab Saudi, Turki, Mesir, dan IsDB

Di luar sidang utama, Sonny yang didampingi Konsulat Jenderal RI di Jeddah mengadakan sejumlah pertemuan bilateral. BPS membahas pengembangan kerja sama statistik dengan Presiden Turkish Statistical Institute (Turkstat), Presiden General Authority for Statistics (Gastat) Arab Saudi, Kepala Central Agency for Public Mobilization and Statistics (CAPMAS) Mesir, serta pimpinan Islamic Development Bank (IsDB).

Ruang lingkup kerja sama yang dibicarakan mencakup statistik halal, penghitungan PDB syariah, penyelarasan data ekspor-impor untuk meningkatkan mutu statistik perdagangan, inisiasi statistik haji dan umrah, serta penyempurnaan metode penghitungan kemiskinan multidimensi.

Dengan Gastat Arab Saudi, pembicaraan difokuskan pada bidang yang memiliki keterkaitan kuat antara kedua negara. Statistik haji dan umrah menjadi salah satu agenda penting, di samping statistik halal, PDB syariah, dan data perdagangan ekspor-impor. Arab Saudi juga menawarkan percepatan transfer pengetahuan dalam digitalisasi serta transformasi statistik bagi Indonesia.

Pertemuan BPS dengan Turkstat menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar penguatan hubungan statistik Indonesia dan Turki. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran pengalaman dalam metodologi penyelenggaraan sensus.

BPS juga memanfaatkan rangkaian OIC-StatCom untuk berdialog dengan Statistical, Economic, Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC). Pertukaran pengalaman dengan lembaga statistik dan institusi internasional diharapkan memperluas kapasitas Indonesia dalam menghasilkan data yang semakin relevan, terintegrasi, dan dapat mendukung pengambilan keputusan pembangunan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BPS Perluas Kerja Sama Statistik Global?

BPS Perluas Kerja Sama Statistik Global is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPS Perluas Kerja Sama Statistik Global matter?

BPS Perluas Kerja Sama Statistik Global matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.